{"title":"MEMBACA GERAKAN ISLAM RADIKAL DAN DERADIKALISASI GERAKAN ISLAM","authors":"M. Ahyar","doi":"10.21580/WS.2015.23.1.220","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This study focussed on many radical Islamic movements in Solo as the objects of research, especially the Islamic movements oftenly called as Tim Hisbah. Applying the approach of political sociology, this research will capture that phenomenons of religious radicalism are not merely problem of religious ideology, but also socio-political problem. Frammed by the social theories such as the theory of identity and social movements, included political opportunity structure, framing process, and the mobilizing structure this study showed that radicalism is an effort to establish identity by utilizing mass network (Muslim), mobilization, framing process, and advantaging political opportunities (democratic nature). In addition to relate to religious de-radicalization in Indonesia, this research argued that Islamic radicalism is not only a religious phenomenon that must be solved solely by de-radicalization of Islamic thought and ideology, but also a phenomenon that can be discussed by other sciences such as social, political and economic sciences.***Penelitian ini mengangkat gerakan Islam di Solo sebagai objek kajian, khususnya pada gerakan yang sering disebut Tim Hisbah. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi politik, penelitian ini berusaha menangkap fenomena radikalisme agama bukan sepenuhnya gejala ideologi keagamaan, namun juga sebagai gejala sosial-politik. Penelitian ini akan dipandu oleh teori-teori sosial seperti teori identitas dan gerakan sosial meliputi kesempatan politik (political opportunity structure), struktur pembingkaian (framing process), dan struktur mobilisasi (mobilizing structure). Temuan dari penelitian ini menggambarkan bahwa radikalisme adalah sebuah upaya membentuk identitas dengan menggunakan jejaring massa (Islam), dan memanfaatkan peluang politik (alam demokratis), mobilisasi dan proses pembingkaian. Dalam kaitannya dengan deradikalisasi, penelitian ini juga membahas bahwa radikalisme bukan hanya fenomena keagamaan, yang mana permasalahannya harus dipecahkan dengan deradikalisasi pemikiran dan ideologi Islam. Ia juga fenomena yang dapat dikaji melalui ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu sosial, politik dan bahkan ekonomi.","PeriodicalId":31097,"journal":{"name":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2015-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"14","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21580/WS.2015.23.1.220","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 14
Abstract
This study focussed on many radical Islamic movements in Solo as the objects of research, especially the Islamic movements oftenly called as Tim Hisbah. Applying the approach of political sociology, this research will capture that phenomenons of religious radicalism are not merely problem of religious ideology, but also socio-political problem. Frammed by the social theories such as the theory of identity and social movements, included political opportunity structure, framing process, and the mobilizing structure this study showed that radicalism is an effort to establish identity by utilizing mass network (Muslim), mobilization, framing process, and advantaging political opportunities (democratic nature). In addition to relate to religious de-radicalization in Indonesia, this research argued that Islamic radicalism is not only a religious phenomenon that must be solved solely by de-radicalization of Islamic thought and ideology, but also a phenomenon that can be discussed by other sciences such as social, political and economic sciences.***Penelitian ini mengangkat gerakan Islam di Solo sebagai objek kajian, khususnya pada gerakan yang sering disebut Tim Hisbah. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi politik, penelitian ini berusaha menangkap fenomena radikalisme agama bukan sepenuhnya gejala ideologi keagamaan, namun juga sebagai gejala sosial-politik. Penelitian ini akan dipandu oleh teori-teori sosial seperti teori identitas dan gerakan sosial meliputi kesempatan politik (political opportunity structure), struktur pembingkaian (framing process), dan struktur mobilisasi (mobilizing structure). Temuan dari penelitian ini menggambarkan bahwa radikalisme adalah sebuah upaya membentuk identitas dengan menggunakan jejaring massa (Islam), dan memanfaatkan peluang politik (alam demokratis), mobilisasi dan proses pembingkaian. Dalam kaitannya dengan deradikalisasi, penelitian ini juga membahas bahwa radikalisme bukan hanya fenomena keagamaan, yang mana permasalahannya harus dipecahkan dengan deradikalisasi pemikiran dan ideologi Islam. Ia juga fenomena yang dapat dikaji melalui ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu sosial, politik dan bahkan ekonomi.
本研究以索罗的许多激进伊斯兰运动为研究对象,特别是通常被称为提姆·希斯巴的伊斯兰运动。本研究将运用政治社会学的方法,揭示宗教激进主义现象不仅是宗教意识形态问题,而且是社会政治问题。在认同理论和社会运动理论等社会理论的框架下,激进主义包括政治机会结构、框架过程和动员结构,该研究表明激进主义是利用大众网络(穆斯林)、动员、框架过程和利用政治机会(民主性质)来建立身份的努力。除了与印尼的宗教去激进化有关外,本研究认为伊斯兰激进主义不仅是一种必须通过伊斯兰思想和意识形态的去激进化来解决的宗教现象,而且也是一种可以通过社会、政治和经济科学等其他科学来讨论的现象。***Penelitian ini mengangkat gerakan Islam di Solo sebagai objek kajian, khususnya pada gerakan yang为Tim Hisbah提供异议。邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治,邓加的社会政治。Penelitian ini akan dipandu oleh teori-teori social speri teori identitas dangerakan social melputi kesempatan politik(政治机会结构)、struckturr pembingkaian(框架过程)、struckturr mobilisasi(动员结构)。Temuan dari penelitian ini mengganbarkan bahwa radikalisme adalah sebuah upaya membentuk identitas dengan menggunakan jejjaing massa(伊斯兰),dan memanfaatkan peluang politik(伊斯兰民主主义者),mobilisasi dan proses(伊斯兰)。Dalam kaitannya dengan deradikalisasi, penelitian ini juga - bahas bahwa radickalisme bukan hanya现象keagamaan, yang mana per-masalahannya harus dipecahkan dengan deradikalisasi pemikiran dan ideo-logi Islam。在社会、政治、经济等各个方面都存在着不同的现象。