SITI: Javanese’s Beliefs as the Representation of Gender Roles and Inequalities towards Women’s Position

Fransiska Rahayu Myrlinda
{"title":"SITI: Javanese’s Beliefs as the Representation of Gender Roles and Inequalities towards Women’s Position","authors":"Fransiska Rahayu Myrlinda","doi":"10.26499/JENTERA.V9I2.1358","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACT             Being males and females is biologically constructed since human beings were born. Meanwhile, there is also strict distinction done by society to divide people into men and women or usually called as doing gender stereotype. It effects on different assumptions that are attached to them. As the result, people are categorized based on their own gender roles in society. Java, as the symbol of patriarchal society, is the ethnic which agrees with this social phenomenon. Its beliefs symbolize how men and women have different social status. It also results in different gender roles. SITI is the film which deals with this phenomenon. It shows that being “obedient” Javanese women will give effect on social status towards different genders. The theories of sex and gender and also patriarchal society were used to get the reliable data. Keywords: SITI, Sex and Gender, Inequality, Javanese’s beliefs ABSTRAK                 Menjadi pria dan wanita secara biologis dibangun sejak manusia dilahirkan. Sementara itu, ada juga perbedaan mendalam yang masyarakat lakukan untuk membagi manusia menjadi pria dan wanita atau biasa disebut sebagai stereotip di gender. Hal ini berpengaruh pada perbedaan asumsi yang melekat padanya. Sebagai akibat, manusia dikategorikan berdasarkan peran gender mereka sendiri di masyarakat. Jawa, sebagai simbol masyarakat patriarkal, adalah etnis yang setuju dengan fenomena sosial ini. Kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa melambangkan bagaimana pria dan wanita memiliki status sosial yang berbeda. Hal ini juga menghasilkan peran gender yang berbeda. SITI adalah film yang merepresentasikan fenomena ini. Film ini menunjukkan bahwa sebagai perempuan Jawa yang “taat” akan memberikan efek pada status sosial dari gender yang berbeda. Teori seks dan gender serta masyarakat patriarki digunakan untuk mendapatkan data yang sesuai. Kata Kunci: SITI, Teori seks dan gender, Ketidaksetaraan, Kepercayaan Jawa","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V9I2.1358","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

ABSTRACT             Being males and females is biologically constructed since human beings were born. Meanwhile, there is also strict distinction done by society to divide people into men and women or usually called as doing gender stereotype. It effects on different assumptions that are attached to them. As the result, people are categorized based on their own gender roles in society. Java, as the symbol of patriarchal society, is the ethnic which agrees with this social phenomenon. Its beliefs symbolize how men and women have different social status. It also results in different gender roles. SITI is the film which deals with this phenomenon. It shows that being “obedient” Javanese women will give effect on social status towards different genders. The theories of sex and gender and also patriarchal society were used to get the reliable data. Keywords: SITI, Sex and Gender, Inequality, Javanese’s beliefs ABSTRAK                 Menjadi pria dan wanita secara biologis dibangun sejak manusia dilahirkan. Sementara itu, ada juga perbedaan mendalam yang masyarakat lakukan untuk membagi manusia menjadi pria dan wanita atau biasa disebut sebagai stereotip di gender. Hal ini berpengaruh pada perbedaan asumsi yang melekat padanya. Sebagai akibat, manusia dikategorikan berdasarkan peran gender mereka sendiri di masyarakat. Jawa, sebagai simbol masyarakat patriarkal, adalah etnis yang setuju dengan fenomena sosial ini. Kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa melambangkan bagaimana pria dan wanita memiliki status sosial yang berbeda. Hal ini juga menghasilkan peran gender yang berbeda. SITI adalah film yang merepresentasikan fenomena ini. Film ini menunjukkan bahwa sebagai perempuan Jawa yang “taat” akan memberikan efek pada status sosial dari gender yang berbeda. Teori seks dan gender serta masyarakat patriarki digunakan untuk mendapatkan data yang sesuai. Kata Kunci: SITI, Teori seks dan gender, Ketidaksetaraan, Kepercayaan Jawa
SITI:作为性别角色代表的爪哇人的信仰和对妇女地位的不平等
摘要同时,社会也对人们进行了严格的区分,将人们分为男性和女性,或者通常被称为性别刻板印象。它会对附加在它们身上的不同假设产生影响。因此,人们根据自己在社会中的性别角色进行分类。爪哇作为父权社会的象征,是认同这一社会现象的民族。它的信仰象征着男人和女人有着不同的社会地位。它还导致不同的性别角色。SITI就是处理这一现象的电影。这表明,“顺从”的爪哇妇女会对不同性别的社会地位产生影响。性别理论和父权制社会被用来获得可靠的数据。关键词:SITI,性别,不平等,爪哇人的信仰与此同时,社会在将人们划分为男性和女性方面也存在着深刻的差异,或者通常被称为性别刻板印象。它影响了坚持它的假设。因此,人们根据自己在社会中的性别角色进行分类。答案,作为父权社会的象征,是一个认同这一社会现象的民族。对爪哇社会的信仰表明,男人和女人有着不同的社会地位。它还产生了不同的性别角色。SITI就是一部代表这一现象的电影。这部电影表明,作为一个顺从的爪哇妇女,它将对不同性别的社会地位产生影响。性别理论和父权社会被用来获得正确的数据。关键词:SITI,性别理论,不平等,反应信任
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
16
审稿时长
6 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书