Esensi Manusia sebagai Makhluk Berseni dan Beragama

Yasin Surya Wijaya, Samsul Maarif
{"title":"Esensi Manusia sebagai Makhluk Berseni dan Beragama","authors":"Yasin Surya Wijaya, Samsul Maarif","doi":"10.22146/JKSKS.64209","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract This study is motivated by the gap between the disciplines of art and religion, which are generally considered separate and inseparable. This paper intends to prove that art and religion are actually complementary disciplines and humans cannot be separated between the two. This study aims to explain how the essence of human as a creature is religious, artistic, and religious also artistic at the same time. This study used qualitative research methods with informant data sources, places & events, and documents or archives. Data were collected using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Interviews were aimed at 6 different religious figures from the IMP organization (Indonesia Merayakan Perbedaan), namely Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and Believers. Observations are aimed at human activities of various religions in religion and art which are carried out offline and online. Document analysis is aimed at extracting data from books, journals and other literature. The validity of the data was tested by source triangulation and informant review techniques. Data were analyzed using interactive analysis techniques with data reduction, display, and verification procedures. The results of the study show that humans are actually creative creatures so that the emergence of religion and art cannot be separated from human creativity in seeking true truth. Humans have institutionalized religion while not for art, so that art and religion are not really to be contested. Artwork and religious worship are manifestations of the truth as a result of human reflection. The conclusion is that art and religion are institutions that are inseparable and complementary, which are essential for humans. Abstrak Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara lembaga seni dan agama yang umumnya dianggap terpisah dan tidak dapat disatukan. Tulisan ini hendak membuktikan bahwa sejatinya seni dan agama menjadi disiplin yang saling melengkapi dan manusia tidak bisa lepas antara keduanya. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana esensi manusia sebagai makhluk beragama, berseni, dan beragama sekaligus berseni. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data informan, tempat & peristiwa, dan dokumen atau arsip. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Wawancara ditujukan pada 6 tokoh agama berbeda dari organisasi (IMP) Indonesia Merayakan Perbedaan yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Penghayat Kepercayaan. Observasi ditujukan pada aktifitas manusia dari berbagai agama dalam beragama dan berseni yang dilakukan secara offline maupun online . Analisis dokumen ditujukan untuk mengali data yang bersumber dari buku, jurnal, dan literatur lainya. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber dan review informan. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif dengan prosedur reduksi data, display, dan verifikasi. Hasil kajian menunjukan bahwa manusia sejatinya adalah makhluk kreatif sehingga munculnya agama dan seni tidak lepas dari kreativitas manusia dalam upaya mencari kebenaran sejati. Manusia telah melembagakan agama sedangkan tidak untuk seni, sehingga seni dan agama sejatinya tidak untuk dipertentangkan. Karya seni dan ibadah agama merupakan manifestasi kebenaran hasil renungan manusia. Kesimpulanya adalah bahwa seni dan agama menjadi lembaga yang keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi juga dibutuhkan manusia secara esensial.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-04-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kajian Seni","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.64209","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Abstract This study is motivated by the gap between the disciplines of art and religion, which are generally considered separate and inseparable. This paper intends to prove that art and religion are actually complementary disciplines and humans cannot be separated between the two. This study aims to explain how the essence of human as a creature is religious, artistic, and religious also artistic at the same time. This study used qualitative research methods with informant data sources, places & events, and documents or archives. Data were collected using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Interviews were aimed at 6 different religious figures from the IMP organization (Indonesia Merayakan Perbedaan), namely Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and Believers. Observations are aimed at human activities of various religions in religion and art which are carried out offline and online. Document analysis is aimed at extracting data from books, journals and other literature. The validity of the data was tested by source triangulation and informant review techniques. Data were analyzed using interactive analysis techniques with data reduction, display, and verification procedures. The results of the study show that humans are actually creative creatures so that the emergence of religion and art cannot be separated from human creativity in seeking true truth. Humans have institutionalized religion while not for art, so that art and religion are not really to be contested. Artwork and religious worship are manifestations of the truth as a result of human reflection. The conclusion is that art and religion are institutions that are inseparable and complementary, which are essential for humans. Abstrak Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara lembaga seni dan agama yang umumnya dianggap terpisah dan tidak dapat disatukan. Tulisan ini hendak membuktikan bahwa sejatinya seni dan agama menjadi disiplin yang saling melengkapi dan manusia tidak bisa lepas antara keduanya. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana esensi manusia sebagai makhluk beragama, berseni, dan beragama sekaligus berseni. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data informan, tempat & peristiwa, dan dokumen atau arsip. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Wawancara ditujukan pada 6 tokoh agama berbeda dari organisasi (IMP) Indonesia Merayakan Perbedaan yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Penghayat Kepercayaan. Observasi ditujukan pada aktifitas manusia dari berbagai agama dalam beragama dan berseni yang dilakukan secara offline maupun online . Analisis dokumen ditujukan untuk mengali data yang bersumber dari buku, jurnal, dan literatur lainya. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber dan review informan. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif dengan prosedur reduksi data, display, dan verifikasi. Hasil kajian menunjukan bahwa manusia sejatinya adalah makhluk kreatif sehingga munculnya agama dan seni tidak lepas dari kreativitas manusia dalam upaya mencari kebenaran sejati. Manusia telah melembagakan agama sedangkan tidak untuk seni, sehingga seni dan agama sejatinya tidak untuk dipertentangkan. Karya seni dan ibadah agama merupakan manifestasi kebenaran hasil renungan manusia. Kesimpulanya adalah bahwa seni dan agama menjadi lembaga yang keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi juga dibutuhkan manusia secara esensial.
作为艺术家的人的本质与宗教生物
摘要本研究的动机是艺术和宗教学科之间的差距,这两个学科通常被认为是分离和不可分割的。本文试图证明,艺术和宗教实际上是相辅相成的学科,人与人之间是不可分割的。本研究旨在解释人作为一种生物的本质是如何具有宗教性、艺术性以及宗教性和艺术性的。本研究采用了定性研究方法,包括线人数据来源、地点和事件以及文件或档案。数据是通过深入访谈、参与式观察和文件分析收集的。采访对象是IMP组织(印度尼西亚Merayakan Perbedaan)的6位不同宗教人士,即伊斯兰教、基督教、天主教、印度教、佛教和信徒。观察的对象是线下和线上进行的各种宗教和艺术中的人类活动。文献分析旨在从书籍、期刊和其他文献中提取数据。数据的有效性通过来源三角测量和线人审查技术进行了测试。使用交互式分析技术对数据进行分析,包括数据缩减、显示和验证程序。研究结果表明,人类实际上是有创造力的生物,因此宗教和艺术的出现离不开人类追求真理的创造力。人类已经将宗教制度化,而不是为了艺术,所以艺术和宗教并没有真正的争议。艺术作品和宗教崇拜是真理的表现,是人类反思的结果。结论是,艺术和宗教是不可分割和互补的机构,对人类至关重要。这项研究的摘要得到了艺术和宗教之间的差距的支持,这种差距通常被认为是分开的。这是为了证明艺术和宗教的真理是一门完整的学科,人类不能同时放弃这两者。本研究的目的是解释人类本质作为一种多样性、娱乐性和多样性的生物是如何同时娱乐的。该测试使用定性研究方法,包括线人数据来源、地点和事件以及文件或档案。数据收集采用深度访谈技术、参与式观察和文献分析。采访对象是来自印尼庆祝伊斯兰教多样性组织的六位不同宗教人士、基督徒、天主教徒、印度教徒、佛教徒和信任精神。观察的目的是针对不同宗教中不同宗教的人类活动以及线下或线上的娱乐活动。文档分析旨在从书籍、期刊和其他文献中收集数据。数据的缺乏通过来源三角测量技术和线人审查进行了测试。数据分析采用交互式分析技术,并采用数据缩减、显示和验证程序。研究表明,人类是有创造力的人,因此宗教和艺术在追求真理的过程中不会超越人类的创造力。人类推崇宗教,但不是为了艺术,所以艺术和真正的宗教是不可争论的。艺术和宗教作品是真理的表现。结论是,艺术和宗教是不可分割和互补的机构,人是必不可少的。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
21
审稿时长
28 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书