Archaeological Object as Tourism in Samosir Island

Femmy Indriany Dalimunthe, Ketut Wiradnyana
{"title":"Archaeological Object as Tourism in Samosir Island","authors":"Femmy Indriany Dalimunthe, Ketut Wiradnyana","doi":"10.24832/kapata.v16i1.27-40","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pulau Samosir berada di tengah-tengah Danau Toba sebagai bagian dari proses geologi terkait dengan erupsi Gunung Toba. Keberadaan danau itu sendiri menjadi daya tarik sebuah objek wisata. Adanya berbagai tinggalan arkeologis berupa objek megalitik terkait dengan tradisi upacara kematian masyarakat Batak Toba yang berlangsung sejak lama. Prosesi kematian dan adat istiadat yang masih berlangsung hingga saat ini disadari menjadi sebuah atraksi wisata yang menarik minat wisatawan jika dikembangkan. Pengelolaan objek tradisi megalitik sebagai objek pariwisata di wilayah ini relatif belum maksimal, sehingga diperlukan upaya mengidentifikasi objek-objek dimaksud disertai dengan uraian informasi yang bersifat ilmiah serta membangun konsep pariwisata yang ideal. Berkenaan dengan itu wadah kubur dan objek arkeologis lainnya menjadi uraian kajian, disertai dengan konsep pengembangan pariwisata berkarakter lokal menjadi bagian dari pembahasannya. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dan studi kepustakaan. Objek-objek arkeologi dideskripsikan lalu diinterpretasi secara induktif atas analogi dengan objek sejenis di tempat lainnya. Berdasarkan hasil pembahasan di dalam penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan bahwa tinggalan arkeologi di Pulau Samosir didominasi oleh wadah kubur yang merupakan tradisi megalitik. Tradisi megalitik ini erat berkaitan dengan konsepsi upacara kematian yang masih berlangsung di masyarakat Batak Toba saat ini. Keterkaitan antara objek arkeologi dengan tradisi masyarakat yang masih berlangsung dapat dikemas dalam satu ide pariwisata minat khusus objek sejarah berkarakter lokal. Pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal diharapkan dapat memberikan dampak langsung baik secara ekonomi maupun merawat keberlangsungan tradisi dan objek arkeologi itu sendiri, juga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atraksi wisata dalam perspektif baru di Pulau Samosir. \nSamosir Island is in the middle of Lake Toba as part of a geological process related to Mount Toba's eruption. The existence of the lake itself becomes an attraction for a tourist attraction. There are various archaeological remains in the form of megalithic objects related to the Toba Batak community death ceremony tradition, which has lasted a long time. The procession of death and customs, which are still ongoing today, is considered a tourist attraction that will attract tourists if developed. The management of megalithic tradition as tourism objects in this region is relatively inadequate. Efforts to identify these objects are required, accompanied by descriptions of scientific information and building an ideal tourism concept. Therefore, burial container and other archaeological objects are the study's description, accompanied by the concept of developing tourism with local character as part of the discussion. The method in this research is descriptive analysis and literature study. Archaeological objects are described and interpreted inductively. The results of this study concluded that the archaeological remains on Samosir Island are dominated by burial containers, which belong to the megalithic tradition. This megalithic tradition is closely related to the conception of death ceremonies which is still sustained in the Batak Toba community today. The relationship between archaeological objects and community traditions can be packaged into tourism ideas of ​​particular interest of local character. Tourism management that involves local communities is expected to impact economically and maintain both the traditions and archaeological objects themselves. This idea is also considered to have great potential for tourist attractions of a new perspective in Samosir Island.","PeriodicalId":31643,"journal":{"name":"Kapata Arkeologi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Kapata Arkeologi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24832/kapata.v16i1.27-40","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Pulau Samosir berada di tengah-tengah Danau Toba sebagai bagian dari proses geologi terkait dengan erupsi Gunung Toba. Keberadaan danau itu sendiri menjadi daya tarik sebuah objek wisata. Adanya berbagai tinggalan arkeologis berupa objek megalitik terkait dengan tradisi upacara kematian masyarakat Batak Toba yang berlangsung sejak lama. Prosesi kematian dan adat istiadat yang masih berlangsung hingga saat ini disadari menjadi sebuah atraksi wisata yang menarik minat wisatawan jika dikembangkan. Pengelolaan objek tradisi megalitik sebagai objek pariwisata di wilayah ini relatif belum maksimal, sehingga diperlukan upaya mengidentifikasi objek-objek dimaksud disertai dengan uraian informasi yang bersifat ilmiah serta membangun konsep pariwisata yang ideal. Berkenaan dengan itu wadah kubur dan objek arkeologis lainnya menjadi uraian kajian, disertai dengan konsep pengembangan pariwisata berkarakter lokal menjadi bagian dari pembahasannya. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dan studi kepustakaan. Objek-objek arkeologi dideskripsikan lalu diinterpretasi secara induktif atas analogi dengan objek sejenis di tempat lainnya. Berdasarkan hasil pembahasan di dalam penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan bahwa tinggalan arkeologi di Pulau Samosir didominasi oleh wadah kubur yang merupakan tradisi megalitik. Tradisi megalitik ini erat berkaitan dengan konsepsi upacara kematian yang masih berlangsung di masyarakat Batak Toba saat ini. Keterkaitan antara objek arkeologi dengan tradisi masyarakat yang masih berlangsung dapat dikemas dalam satu ide pariwisata minat khusus objek sejarah berkarakter lokal. Pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal diharapkan dapat memberikan dampak langsung baik secara ekonomi maupun merawat keberlangsungan tradisi dan objek arkeologi itu sendiri, juga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atraksi wisata dalam perspektif baru di Pulau Samosir. Samosir Island is in the middle of Lake Toba as part of a geological process related to Mount Toba's eruption. The existence of the lake itself becomes an attraction for a tourist attraction. There are various archaeological remains in the form of megalithic objects related to the Toba Batak community death ceremony tradition, which has lasted a long time. The procession of death and customs, which are still ongoing today, is considered a tourist attraction that will attract tourists if developed. The management of megalithic tradition as tourism objects in this region is relatively inadequate. Efforts to identify these objects are required, accompanied by descriptions of scientific information and building an ideal tourism concept. Therefore, burial container and other archaeological objects are the study's description, accompanied by the concept of developing tourism with local character as part of the discussion. The method in this research is descriptive analysis and literature study. Archaeological objects are described and interpreted inductively. The results of this study concluded that the archaeological remains on Samosir Island are dominated by burial containers, which belong to the megalithic tradition. This megalithic tradition is closely related to the conception of death ceremonies which is still sustained in the Batak Toba community today. The relationship between archaeological objects and community traditions can be packaged into tourism ideas of ​​particular interest of local character. Tourism management that involves local communities is expected to impact economically and maintain both the traditions and archaeological objects themselves. This idea is also considered to have great potential for tourist attractions of a new perspective in Samosir Island.
萨莫西尔岛考古文物旅游
萨摩亚群岛位于多巴湖的中心,是与多巴火山爆发有关的地质过程的一部分。这个湖本身就吸引了一个旅游景点。巴塔克多巴人的传统死亡仪式在巨石上留下了不同的考古遗迹。目前仍在进行的死亡和习俗,在发展过程中被认为是一个吸引游客的旅游景点。在该地区,将巨石传统的对象作为旅游业对象的管理相对较低,因此需要努力确定这些对象,并对其进行科学的信息分析,并建立理想的旅游理念。与此相关的埋葬容器和其他考古物品成为了对其主题的回顾,以及当地旅游发展的概念成为其主题的一部分。本研究的方法是描述性分析和文献研究。考古学的对象被描述,然后本能地解释与其他地方类似的对象的类比。根据这项研究的研究,可以得出这样的结论:Samosir岛上的考古遗迹主要是由巨石传统的陪葬品所主导。这一巨石传统与今天巴塔克托巴社区仍然存在的仪式的概念密切相关。考古对象与持续的社区传统之间的联系可能会被游客对当地历史对象的特殊兴趣所激发。包括当地社区在内的旅游业管理预计将在经济上直接影响,并维护传统和考古对象本身,并有巨大的潜力在萨摩斯岛发展成一个新的旅游景点。萨莫西尔岛位于多巴湖的中心,是连接到多巴火山火山的地质过程的一部分。这个湖的存在变成了一个引人注目的吸引力。这是几个世纪以来一直存在的不同的考古遗迹,与多巴巴巴基社区死亡仪式传统有关。目前仍在进行的死亡和海关的代理被认为是一种令人印象深刻的吸引力,如果发展的话,会吸引游客。这个地区的工业工业传统是相对主义的。为了确定这些目标,这些目标是被要求的,由对科学信息的描述和理想的观点观念所结合。因此,货柜和其他考古对象是研究的描述,由当地角色扮演的开发理念所支撑。本研究的方法是解析和文学研究。考古学的物体正在描述和解释这些行为。这项研究得出的结论是,萨莫西岛的考古遗迹被工商管区控制,这些都是巨石传统的替代品。这个巨石传统与今天仍被关在巴塔克托巴社区的死亡观念密切相关。考古对象和社区传统之间的关系可以体现当地角色感的参与感。旅游管理部门预计将影响经济,并将保护传统和考古目标本身。这一想法还被认为是对萨摩亚群岛新视角的巨大潜力。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
3
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书