{"title":"TOKOH-TOKOH NATIVEPHILIA DALAM ANTOLOGI CERPEN SEMUA UNTUK HINDIA KARYA IKSAKA BANU: ANALISIS PASCAKOLONIAL HOMI K. BHABA","authors":"Fadlun Suweleh","doi":"10.26499/JENTERA.V9I2.2837","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pada tahun 2014 antologi cerpen Semua untuk Hindia karya Iksaka Banu dinobatkan sebagai buku prosa terbaik oleh Kusala Sastra Khatulistiwa. Selain kelihaiannya dalam meramu ruang imaji di celah fakta historis, ada hal lain yang menarik dari antologi tersebut, yakni hadirnya tokoh-tokoh Eropa selaku narator atau tokoh sentral, namun tingkah laku mereka tak seperti orang Eropa pada umumnya. Mereka berpotensi memiliki keberpihakan (empati) pada Pribumi. Empati tokoh-tokoh Eropa tersebut bahkan menjadi konflik berulang. Pada penelitian ini, tokoh-tokoh Eropa yang berhaluan kepada Pribumi diistilahkan sebagai nativephilia. Dengan konsep split (terpecah / terbelah) yang dipopulerkan oleh Homi K. Bhabha, penelitian ini menguatkan pandangan Bhabha bahwa Timur (Pribumi) juga ternyata dapat membentuk Barat (Eropa). Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tokoh-tokoh Eropa tersebut terbelah jiwanya, antara dirinya yang asli (penjajah) dengan dirinya yang lain yang bersimpati pada pribumi (terjajah). Kata kunci: Pascakolonial, Semua untuk Hindia, Nativephilia , Homi K Bhabha.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V9I2.2837","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pada tahun 2014 antologi cerpen Semua untuk Hindia karya Iksaka Banu dinobatkan sebagai buku prosa terbaik oleh Kusala Sastra Khatulistiwa. Selain kelihaiannya dalam meramu ruang imaji di celah fakta historis, ada hal lain yang menarik dari antologi tersebut, yakni hadirnya tokoh-tokoh Eropa selaku narator atau tokoh sentral, namun tingkah laku mereka tak seperti orang Eropa pada umumnya. Mereka berpotensi memiliki keberpihakan (empati) pada Pribumi. Empati tokoh-tokoh Eropa tersebut bahkan menjadi konflik berulang. Pada penelitian ini, tokoh-tokoh Eropa yang berhaluan kepada Pribumi diistilahkan sebagai nativephilia. Dengan konsep split (terpecah / terbelah) yang dipopulerkan oleh Homi K. Bhabha, penelitian ini menguatkan pandangan Bhabha bahwa Timur (Pribumi) juga ternyata dapat membentuk Barat (Eropa). Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tokoh-tokoh Eropa tersebut terbelah jiwanya, antara dirinya yang asli (penjajah) dengan dirinya yang lain yang bersimpati pada pribumi (terjajah). Kata kunci: Pascakolonial, Semua untuk Hindia, Nativephilia , Homi K Bhabha.
2014年,Kusala Sastra Khatulistiwa出版的《印度教徒的光明之鱼》选集被评为最佳散文书。除了在历史事实的图像空间中以红色出现外,选集还有其他有趣的地方,即叙述者或中心人物等欧洲人物的存在,但他们的行为与一般的欧洲人物不同。他们有潜力在地球上产生共鸣。这四个欧洲角色甚至成为了一场反复出现的冲突。在这项研究中,与本土世界格格不入的欧洲生物被描述为本土哲学家。随着Homi K.Bhabha推广的分裂概念,本研究强化了Bhabha的观点,即东方(Pribumi)也可以形成西方(欧洲)。根据所收集的数据,可以得出结论,欧洲的生物已经将他们的灵魂划分为真实和富有同情心。关键词:Pascalonial,All for India,Nativephilia,Homi K Bhabha。