Islamicization Strategies in Kao Ancient Village, North Halmahera

Wuri Handoko, Muhammad Al Mujabuddawat, Joss R. Whittaker
{"title":"Islamicization Strategies in Kao Ancient Village, North Halmahera","authors":"Wuri Handoko, Muhammad Al Mujabuddawat, Joss R. Whittaker","doi":"10.24832/KAPATA.V14I1.507","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Situs permukiman Kampung kuno Kao terletak di pedalaman Halmahera Utara, berdiri di atas tanah yang relatif basah diapit oleh sungai Aer Kalak, Ake Ngoali, dan Ake Jodo dan dikelilingi oleh hutan sagu dan rawa. Kondisi permukiman di situs ini membuatnya memiliki keterbatasan ruang hunian, namun orang-orang yang menghuni Kampung kuno Kao bermukim di wilayah ini dalam jangka waktu yang relatif panjang, yaitu antara 100-200 tahun, dan bahkan tercatat dalam rekam sejarah bahwa wilayah Kao dahulu menjadi penyuplai makanan pokok Ternate. Penelitian ini bersifat deduktif, yaitu menyusun sebuah hipotesa yang kemudian diuji di lapangan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan ekskavasi arkeologi. Ragam data arkeologi baik artefak maupun tradisi lisan yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisa dengan merujuk pada sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Kao merupakan permukiman yang cukup maju  dan memiliki peran cukup penting sebagai wilayah pusat Islamisasi di Halmahera. Orang-orang di Kampung kuno Kao tinggal dalam waktu lama di satu lokasi didukung oleh sumber air dan potensi tanah-tanah pertanian menjadikan wilayah Kao sebagai bagian dari jaringan perdagangan yang ramai. Kao menjadi bagian dari strategi dalam penyebaran Islam ke wilayah-wilayah pedalaman lainnya, juga daerah-daerah pesisir di Halmahera Utara.The Kao Ancient Village settlement site is located in the hinterland of North Halmahera, standing on relatively wet ground flanked by the river Aer Kalak, Ake Ngoali, and Ake Jodo and surrounded by sago and swamp forests. The settlement conditions on the site make it limited for residential space, but a community of Kao people settled in this area for a relatively long period of time between 100-200 years and even recorded in history that Kao region is the main food supplier for Ternate in the past. This research conducted surface surveys and limited excavations, then mapped the areas of artifactual findings, and identified patterns of spatial use by analyzing surface features and artifact scatters. Variety of archeological data both artifacts and oral traditions are then analyzed guided by relevant reference sources. The results show that Kao Site is an advanced settlement and has a significant role as the center of Islamicization in Halmahera. The Kao people settled for a long time in one location supported by water sources and the potential of farming lands making the Kao area a part of bustling trade networks. Kao became part of a strategy in spreading Islam to other inland areas, as well as coastal areas in North Halmahera.","PeriodicalId":31643,"journal":{"name":"Kapata Arkeologi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Kapata Arkeologi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24832/KAPATA.V14I1.507","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Situs permukiman Kampung kuno Kao terletak di pedalaman Halmahera Utara, berdiri di atas tanah yang relatif basah diapit oleh sungai Aer Kalak, Ake Ngoali, dan Ake Jodo dan dikelilingi oleh hutan sagu dan rawa. Kondisi permukiman di situs ini membuatnya memiliki keterbatasan ruang hunian, namun orang-orang yang menghuni Kampung kuno Kao bermukim di wilayah ini dalam jangka waktu yang relatif panjang, yaitu antara 100-200 tahun, dan bahkan tercatat dalam rekam sejarah bahwa wilayah Kao dahulu menjadi penyuplai makanan pokok Ternate. Penelitian ini bersifat deduktif, yaitu menyusun sebuah hipotesa yang kemudian diuji di lapangan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan ekskavasi arkeologi. Ragam data arkeologi baik artefak maupun tradisi lisan yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisa dengan merujuk pada sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Kao merupakan permukiman yang cukup maju  dan memiliki peran cukup penting sebagai wilayah pusat Islamisasi di Halmahera. Orang-orang di Kampung kuno Kao tinggal dalam waktu lama di satu lokasi didukung oleh sumber air dan potensi tanah-tanah pertanian menjadikan wilayah Kao sebagai bagian dari jaringan perdagangan yang ramai. Kao menjadi bagian dari strategi dalam penyebaran Islam ke wilayah-wilayah pedalaman lainnya, juga daerah-daerah pesisir di Halmahera Utara.The Kao Ancient Village settlement site is located in the hinterland of North Halmahera, standing on relatively wet ground flanked by the river Aer Kalak, Ake Ngoali, and Ake Jodo and surrounded by sago and swamp forests. The settlement conditions on the site make it limited for residential space, but a community of Kao people settled in this area for a relatively long period of time between 100-200 years and even recorded in history that Kao region is the main food supplier for Ternate in the past. This research conducted surface surveys and limited excavations, then mapped the areas of artifactual findings, and identified patterns of spatial use by analyzing surface features and artifact scatters. Variety of archeological data both artifacts and oral traditions are then analyzed guided by relevant reference sources. The results show that Kao Site is an advanced settlement and has a significant role as the center of Islamicization in Halmahera. The Kao people settled for a long time in one location supported by water sources and the potential of farming lands making the Kao area a part of bustling trade networks. Kao became part of a strategy in spreading Islam to other inland areas, as well as coastal areas in North Halmahera.
北哈马黑拉岛考古村落的伊斯兰化策略
Kao古村落的遗址位于北Halmahera的深处,坐落在相对潮湿的土地上,由Aer Kalak河、Ake Ngoali河和Ake Jodo河包围,周围是萨古和拉瓦森林。该地的居住条件使其仅限于居住空间,但高古村落的居民在该地区定居的时间相对较长,在100年至200年之间,甚至在历史记录中记录到,高地区以前是Ternate树的供应商。这项研究是演绎的,即设计一个假设,然后在现场进行测试。本研究中的数据收集方法采用了实地观察和考古执行方法。建筑数据记录是在该领域获得的人工制品或语言传统,然后通过参考相关参考来源进行分析。研究表明,Kao遗址是一个相当先进的定居点,在Halmahera作为伊斯兰中部地区发挥着相当重要的作用。高古村的人们长期生活在一个有水源和农田潜力的地方,使高地区成为众多贸易网络的一部分。Kao古村落位于北Halmahera腹地,坐落在相对潮湿的地面上,两侧是Aer Kalak河、Ake Ngoali河和Ake Jodo河,周围是仙人掌和沼泽林。该地的定居条件使其居住空间有限,但一个高族人社区在该地区定居了100-200年的相对较长的时间,甚至在历史上记录了高地区是Ternate过去的主要食物供应地。这项研究进行了表面调查和有限的挖掘,然后绘制了人工发现的区域地图,并通过分析表面特征和人工散布来确定空间使用模式。然后,在相关参考资料的指导下,分析各种考古数据,包括文物和口头传统。研究结果表明,高遗址是一个先进的聚居地,在哈尔马赫拉具有重要的伊斯兰化中心作用。高族人长期定居在一个有水源和农田潜力的地方,使高地区成为繁忙贸易网络的一部分。高成为将伊斯兰教传播到其他内陆地区以及北哈尔玛赫拉沿海地区的战略的一部分。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
3
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书