Prehistoric Occupation at Sakkarra Site as Early Metal Phase Tradition and Neolithic Culture Along the Karama Drainage, West Sulawesi

N.F.N. Suryatman, B. Hakim, nfn Fakhri, A. M. Saiful, N.F.N. Hasliana
{"title":"Prehistoric Occupation at Sakkarra Site as Early Metal Phase Tradition and Neolithic Culture Along the Karama Drainage, West Sulawesi","authors":"N.F.N. Suryatman, B. Hakim, nfn Fakhri, A. M. Saiful, N.F.N. Hasliana","doi":"10.24832/KAPATA.V14I2.515","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Situs Lembah Karama adalah kawasan hunian prasejarah, yang mengandung banyak data arkeologis untuk mengungkap sejarah kedatangan dan perkembangan budaya penutur Austronesia di Sulawesi. Mereka bermukim di sepanjang Lembah Karama sejak 3.800 tahun yang lalu, terus bertahan dan menyebar untuk mengembangkan pengetahuan logam ke daerah lain, baik hilir dan pedalaman Sulawesi. Lapisan budaya in situ ditemukan pada penggalian tahun 2014 dengan penanggalan sekitar 172 cal BCE hingga 55 CE. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan budaya fase logam awal di Situs Sakkarra berdasarkan data penelitian terkini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis lapisan budaya berdasarkan pengamatan stratigrafi, konteks, dan temuan artefak dari beberapa data ekskavasi yang dilakukan pada tahun 2014, 2016 dan 2017. Hasil penelitian menunjukkan ada indikasi hunian yang lebih tua, yaitu fase Neolitik, hingga berlanjut ke fase logam awal di Sakkarra. Namun, periode ini tidak berlangsung lama, sebelum akhirnya memasuki tahap hunian intensif 2.000 tahun yang lalu. Tradisi budaya neolitik belum menghilang dan masih melekat dalam tatanan budaya mereka ketika pengetahuan logam mulai hadir di kawasan Lembah Karama. Kesinambungan budaya tercermin dalam pemeliharaan tradisi teknologi Neolitik seperti pembuatan tembikar dan alat-alat batu yang diupam. Lapisan budaya di Situs Sakkara menunjukkan adanya hunian penutur Austronesia yang berlanjut dari fase Neolitik ke fase logam awal di Lembah Karama. Bahkan mereka secara aktif terlibat dalam interaksi perdagangan yang telah terjalin di antara pulau-pulau di Asia Tenggara pada waktu itu.The Karama drainage region is a prehistoric occupation site, which contains many archaeological data to uncover the history of the arrival and development of the Austronesian-speakers culture in Sulawesi. They have occupied along the Karama drainage since 3,800 years ago, continue to persist and spread to develop of metal knowledge to other areas, both downstream and inland Sulawesi. The in situ cultural layers found on excavations of 2014 with dating around 172 cal BCE to 55 CE. The aim of the study is described of early metal phase culture in Sakkarra Site based on the latest research data. This study used qualitative methods to analyses of cultural layers based on stratigraphic observations, contexts, and artifact findings from several data of excavation conducted in 2014, 2016 and 2017. The research result shows there is an indication of older occupation, which is the Neolithic phase, continued unabated into the Early Metal Phase at Sakkarra. However, this period does not last long, before finally entering the stage of intensive occupancy by 2,000 years ago. Neolithic cultural traditions have not disappeared and still inherent in their cultural order when metal knowledge begins to present in Karama Drainage. Cultural continuity is reflected in the maintenance of Neolithic technological traditions such as the manufacture of earthenware pottery and polished stone tools. The cultural layer in Sakkara Site indicates the existence of Austronesian speakers' occupation that continues from the Neolithic phase to the initial metal phase in Karama Drainage. Even they are actively involved in the shipping and trade that had intertwined among the islands in Southeast Asia at that time.","PeriodicalId":31643,"journal":{"name":"Kapata Arkeologi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"4","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Kapata Arkeologi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24832/KAPATA.V14I2.515","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 4

Abstract

Situs Lembah Karama adalah kawasan hunian prasejarah, yang mengandung banyak data arkeologis untuk mengungkap sejarah kedatangan dan perkembangan budaya penutur Austronesia di Sulawesi. Mereka bermukim di sepanjang Lembah Karama sejak 3.800 tahun yang lalu, terus bertahan dan menyebar untuk mengembangkan pengetahuan logam ke daerah lain, baik hilir dan pedalaman Sulawesi. Lapisan budaya in situ ditemukan pada penggalian tahun 2014 dengan penanggalan sekitar 172 cal BCE hingga 55 CE. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan budaya fase logam awal di Situs Sakkarra berdasarkan data penelitian terkini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis lapisan budaya berdasarkan pengamatan stratigrafi, konteks, dan temuan artefak dari beberapa data ekskavasi yang dilakukan pada tahun 2014, 2016 dan 2017. Hasil penelitian menunjukkan ada indikasi hunian yang lebih tua, yaitu fase Neolitik, hingga berlanjut ke fase logam awal di Sakkarra. Namun, periode ini tidak berlangsung lama, sebelum akhirnya memasuki tahap hunian intensif 2.000 tahun yang lalu. Tradisi budaya neolitik belum menghilang dan masih melekat dalam tatanan budaya mereka ketika pengetahuan logam mulai hadir di kawasan Lembah Karama. Kesinambungan budaya tercermin dalam pemeliharaan tradisi teknologi Neolitik seperti pembuatan tembikar dan alat-alat batu yang diupam. Lapisan budaya di Situs Sakkara menunjukkan adanya hunian penutur Austronesia yang berlanjut dari fase Neolitik ke fase logam awal di Lembah Karama. Bahkan mereka secara aktif terlibat dalam interaksi perdagangan yang telah terjalin di antara pulau-pulau di Asia Tenggara pada waktu itu.The Karama drainage region is a prehistoric occupation site, which contains many archaeological data to uncover the history of the arrival and development of the Austronesian-speakers culture in Sulawesi. They have occupied along the Karama drainage since 3,800 years ago, continue to persist and spread to develop of metal knowledge to other areas, both downstream and inland Sulawesi. The in situ cultural layers found on excavations of 2014 with dating around 172 cal BCE to 55 CE. The aim of the study is described of early metal phase culture in Sakkarra Site based on the latest research data. This study used qualitative methods to analyses of cultural layers based on stratigraphic observations, contexts, and artifact findings from several data of excavation conducted in 2014, 2016 and 2017. The research result shows there is an indication of older occupation, which is the Neolithic phase, continued unabated into the Early Metal Phase at Sakkarra. However, this period does not last long, before finally entering the stage of intensive occupancy by 2,000 years ago. Neolithic cultural traditions have not disappeared and still inherent in their cultural order when metal knowledge begins to present in Karama Drainage. Cultural continuity is reflected in the maintenance of Neolithic technological traditions such as the manufacture of earthenware pottery and polished stone tools. The cultural layer in Sakkara Site indicates the existence of Austronesian speakers' occupation that continues from the Neolithic phase to the initial metal phase in Karama Drainage. Even they are actively involved in the shipping and trade that had intertwined among the islands in Southeast Asia at that time.
西苏拉威西卡拉马流域,萨克拉遗址早期金属期传统与新石器文化的史前占领
Karama谷遗址是一个史前遗迹区,包含了大量的考古数据,以揭示奥斯特罗尼西亚人在苏拉威西的到来和文化发展。自3800年前以来,它们一直沿着卡拉玛山谷定居下来,保存至今,并蔓延到其他地区,包括下游和苏拉威西内陆。这一层文化是在2014年的挖掘中发现的,其日期约为172年。本研究的目的是根据最新的研究数据,解释Sakkarra现场的早期金属相位文化。该研究采用定性方法,根据2014年、2016年和2017年的挖掘数据观察、上下文和人工制品发现来分析文化层。研究结果表明,有迹象表明,早期住所的新化阶段一直延续到Sakkarra的早期金属阶段。然而,这段时间并不长,直到2000年前进入密集占领的阶段。新石器文化传统并没有消失,当金属知识开始在卡拉马山谷地区出现时,它们的文化结构依然完好无损。文化连续性反映在保护制陶技术和制石工具等新技术的传统上。Sakkara遗址的文化层表明,Austronesia人的住所从新石器时代一直延续到Karama山谷的早期金属阶段。他们甚至积极参与了当时东南亚岛屿之间的贸易往来。Karama drainage region是一个具有史前历史意义的占领区,在苏拉威西的austval和促进促进文化的历史方面,提供了大量的考古数据。从3800年前开始,他们就一直在卡拉玛的下水道里活动,不断向其他区域扩张金属知识。在那里,文化领域的layers发现了2014年的excavations,大约是172,BCE到55。研究的先验是基于最近研究数据的Sakkarra遗址的早期金属相位文化的描述。2014年、2016年和2017年,根据交叉观测、contexts和人工制品分析使用的研究方法。最近的研究表明,存在着一种古老的神秘的东西,这是新岩体相位,在萨克拉的早期金属相位。However,这段时间还没有持续多久,直到2000年前它终于进入严谨的控制局面。当金属知识开始呈现在Karama Drainage时,新的文化传统传统并没有消失,仍然存在于其文化秩序中。文化延续是对新橄榄技术传统的反思,即作为陶瓷器皿和抛光石工具的使用。Sakkara平台上的文化层与Austronesian扬声器的存在相结合,从最近的岩心一直延伸到Karama Drainage的金属相位。即使是他们在东南亚的岛屿上也参与了贸易。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
3
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书