{"title":"NOVELTY MAKNA \"AD-DHUHA\" DALAM AL-QUR'AN: PENDEKATAN SEMANTIK PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU","authors":"Yulis Karlina","doi":"10.51878/language.v5i2.5282","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACT This study aims to examine the conceptual meaning of the word Ad-Dhuha in the Qur'an through a semantic approach developed by Toshihiko Izutsu. This study is motivated by the urgency of a deep understanding of the network of meanings in the Qur'an, especially in vocabulary that contains symbolic divine messages. Using qualitative methods, this study applies syntagmatic and paradigmatic analysis to explore the relationship of meaning between words in the context of Qur'anic verses. In addition, a synchronic and diachronic approach is used to understand the development of the meaning of Ad-Dhuha from the pre-Qur'anic to the post-Qur'anic period. The findings show that lexically, Ad-Dhuha means the time of the bright morning, yet symbolically it represents hope, grace, and resurrection after darkness. Syntagmatic analysis reveals the connection of Ad-Dhuha with al-layl (night), which marks the narrative transition from difficulty to ease. Meanwhile, a paradigmatic analysis places Ad-Dhuha in a network of meanings along with rahmah (mercy) and fajr (dawn), which asserts its position as a symbol of divine blessing and intervention. The conclusion of this study shows that Ad-Dhuha reflects the Qur'anic worldview of the dynamics of human life, namely that every difficulty will be followed by ease as a form of Allah's affection and promise. These findings are expected to contribute to the developm ent of the semantic study of the Qur'an, especially in understanding key concepts in the holy book of the Qur'an. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna konseptual kata Ad-Dhuha dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Kajian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemahaman mendalam terhadap jaringan makna dalam Al-Qur’an, khususnya pada kosakata yang memuat pesan ilahiah simbolik. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menerapkan analisis sintagmatik dan paradigmatik untuk menelusuri relasi makna antar-kata dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, pendekatan sinkronik dan diakronik digunakan untuk memahami perkembangan makna Ad-Dhuha dari masa pra-Qur’anik hingga pasca-Qur’anik. Temuan menunjukkan bahwa secara leksikal, Ad-Dhuha berarti waktu pagi yang terang, namun secara simbolik ia merepresentasikan harapan, rahmat, dan kebangkitan setelah kegelapan. Analisis sintagmatik mengungkap keterkaitan Ad-Dhuha dengan al-layl (malam), yang menandai transisi naratif dari kesulitan menuju kemudahan. Sementara itu, analisis paradigmatik menempatkan Ad-Dhuha dalam jaringan makna bersama rahmah (rahmat) dan fajr (fajar), yang mempertegas posisinya sebagai simbol keberkahan dan intervensi ilahi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ad-Dhuha mencerminkan pandangan dunia Qur’anik mengenai dinamika kehidupan manusia, yaitu bahwa setiap kesulitan akan disusul oleh kemudahan sebagai bentuk kasih sayang dan janji Allah. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semantik Al-Qur’an, khususnya dalam memahami konsep-konsep kunci dalam kitab suci Al-Qur’an.","PeriodicalId":34420,"journal":{"name":"Fon","volume":"5 2","pages":"111-124"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2025-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/download/5282/3936","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Fon","FirstCategoryId":"0","ListUrlMain":"https://doi.org/10.51878/language.v5i2.5282","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
ABSTRACT This study aims to examine the conceptual meaning of the word Ad-Dhuha in the Qur'an through a semantic approach developed by Toshihiko Izutsu. This study is motivated by the urgency of a deep understanding of the network of meanings in the Qur'an, especially in vocabulary that contains symbolic divine messages. Using qualitative methods, this study applies syntagmatic and paradigmatic analysis to explore the relationship of meaning between words in the context of Qur'anic verses. In addition, a synchronic and diachronic approach is used to understand the development of the meaning of Ad-Dhuha from the pre-Qur'anic to the post-Qur'anic period. The findings show that lexically, Ad-Dhuha means the time of the bright morning, yet symbolically it represents hope, grace, and resurrection after darkness. Syntagmatic analysis reveals the connection of Ad-Dhuha with al-layl (night), which marks the narrative transition from difficulty to ease. Meanwhile, a paradigmatic analysis places Ad-Dhuha in a network of meanings along with rahmah (mercy) and fajr (dawn), which asserts its position as a symbol of divine blessing and intervention. The conclusion of this study shows that Ad-Dhuha reflects the Qur'anic worldview of the dynamics of human life, namely that every difficulty will be followed by ease as a form of Allah's affection and promise. These findings are expected to contribute to the developm ent of the semantic study of the Qur'an, especially in understanding key concepts in the holy book of the Qur'an. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna konseptual kata Ad-Dhuha dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Kajian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemahaman mendalam terhadap jaringan makna dalam Al-Qur’an, khususnya pada kosakata yang memuat pesan ilahiah simbolik. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menerapkan analisis sintagmatik dan paradigmatik untuk menelusuri relasi makna antar-kata dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, pendekatan sinkronik dan diakronik digunakan untuk memahami perkembangan makna Ad-Dhuha dari masa pra-Qur’anik hingga pasca-Qur’anik. Temuan menunjukkan bahwa secara leksikal, Ad-Dhuha berarti waktu pagi yang terang, namun secara simbolik ia merepresentasikan harapan, rahmat, dan kebangkitan setelah kegelapan. Analisis sintagmatik mengungkap keterkaitan Ad-Dhuha dengan al-layl (malam), yang menandai transisi naratif dari kesulitan menuju kemudahan. Sementara itu, analisis paradigmatik menempatkan Ad-Dhuha dalam jaringan makna bersama rahmah (rahmat) dan fajr (fajar), yang mempertegas posisinya sebagai simbol keberkahan dan intervensi ilahi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ad-Dhuha mencerminkan pandangan dunia Qur’anik mengenai dinamika kehidupan manusia, yaitu bahwa setiap kesulitan akan disusul oleh kemudahan sebagai bentuk kasih sayang dan janji Allah. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semantik Al-Qur’an, khususnya dalam memahami konsep-konsep kunci dalam kitab suci Al-Qur’an.
摘要本研究旨在通过出津俊彦提出的语义方法来考察古兰经中Ad-Dhuha一词的概念意义。这项研究的动机是迫切需要深入理解《古兰经》中的意义网络,特别是包含象征性神圣信息的词汇。本研究采用定性分析的方法,运用组合分析和范式分析来探讨古兰经经文语境中词语之间的意义关系。此外,本文还采用共时性和历时性的方法来理解Ad-Dhuha的意义从《古兰经》前到《古兰经》后的发展。研究结果表明,从词汇上讲,Ad-Dhuha意味着明亮的早晨,但从象征意义上讲,它代表着希望、恩典和黑暗后的复活。句法分析揭示了Ad-Dhuha与al-layl(夜)的联系,标志着叙事从困难到轻松的过渡。与此同时,一种范式分析将Ad-Dhuha与rahmah(仁慈)和fajr(黎明)一起置于一个意义网络中,这表明它是神圣祝福和干预的象征。本研究的结论表明,Ad-Dhuha反映了古兰经对人类生活动态的世界观,即每一个困难都会伴随着安拉的爱和承诺的一种形式的轻松。这些发现有望促进古兰经语义研究的发展,特别是在理解古兰经的关键概念方面。【中文摘要】【中文摘要】【中文摘要】【中文摘要】【中文摘要】【中文摘要】【中文摘要】【中文摘要】【中文】【中文】【中文】【中文】【中文】【中文】【中文】【中文】【中文】古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经上的古兰经。孟古纳坎方法的定性、定性分析、定性分析、定性分析、定性分析和范式分析。Selain itu, pendekatan sinkronik dan diakronik digunakan untuk untuk memhai perkembangan makna Ad-Dhuha dari masa pra-Qur 'anik inga pasa - qur 'anik。Temuan menunjukkan bahwa secara lekkal, Ad-Dhuha berarti waktu pagi yang terang, namun secara象征性地代表亚洲的希望,rahmat, dankebangkitan setelah kegelapan。分析singtagmatik mengungkap keterkaitan Ad-Dhuha dengan al-layl (malam), yang menandai transisi naratii dari kesulitan menuju kemudahan。Sementara itu,分析范式menempatkan Ad-Dhuha dalam jaringan makna bersama rahmah (rahmat) dan fajar (fajar), yang成员posisinya sebagai符号keberkahan dan interintersi ilahi。这句话的意思是说:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是我的意思。”Temuan ini diharapkan成员kontribusi terhadap pengembangan kajian semantik al -古兰经,khususnya dalam memahami konsep kunci dalam kitab sui al -古兰经。