MULTI-OIKOS DALAM ULTIMATE OIKOS: RELASI INNER LIFE ALLAH SEBAGAI BASIS KONSTRUKSI HOME

A. I. Wowor, Priscila Feibe Rampengan, Rj Natongam Sianturi, Fiona Anggraini Toisuta
{"title":"MULTI-OIKOS DALAM ULTIMATE OIKOS: RELASI INNER LIFE ALLAH SEBAGAI BASIS KONSTRUKSI HOME","authors":"A. I. Wowor, Priscila Feibe Rampengan, Rj Natongam Sianturi, Fiona Anggraini Toisuta","doi":"10.38091/man_raf.v10i2.430","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Ketidakmampuan nalar manusia untuk memahami secara utuh tentang dirinya sendiri dan berbagai hal yang berada di dalam alam semesta ini merupakan suatu kenyataan atas natur manusia sebagai makhluk yang terbatas atau tidak sempurna. Dalam rangka menjembatani kesenjangan atau keterbatasan nalarnya, manusia cenderung menggunakan metafora untuk menjelaskan berbagai hal yang dirasa asing atau sulit untuk dipahami secara komprehensif. Pada dasarnya, metafora ini sendiri merupakan salah satu instrumen untuk berteologi. Menggunakan pendekatan metafora untuk memandang keberadaan multi-oikos dapat membuat seorang teolog menemukan atau merumuskan berbagai gagasan teologis yang segar dan relevan dalam berbagai konteks. Penelitian ini sendiri dikerjakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, secara khusus lewat bantuan studi pustaka. Lewat pendekatan teologi konstruktif, artikel ini menegaskan bahwa gagasan Allah sebagai The Ultimate Oikos merupakan dasar untuk memaknai oikos dalam berbagai varian skala dan bentuknya. Selain itu, dengan menggunakan lensa Trinitas sebagai basis teologis, artikel ini membahas tentang relasi (being) dan aksi (doing) dari ketiga pribadi Allah yang harus dimaknai secara simultan dalam rangka menjadi fundamen atas nilai-nilai esensial dari oikos. Dengan demikian, artikel ini menawarkan suatu paradigma kreatif dan imajinatif untuk mengonstruksi suatu teologi multi-oikos sebagai basis dalam berteologi. Artikel ini diakhiri dengan suatu refleksi yang memperlihatkan bahwa seorang teolog perlu memiliki kesadaran dan kepekaan untuk mempertimbangkan keberadaan multi-oikos dalam aktivitas berteologinya.","PeriodicalId":34624,"journal":{"name":"Manna Rafflesia","volume":" April","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-05-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Manna Rafflesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.38091/man_raf.v10i2.430","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Ketidakmampuan nalar manusia untuk memahami secara utuh tentang dirinya sendiri dan berbagai hal yang berada di dalam alam semesta ini merupakan suatu kenyataan atas natur manusia sebagai makhluk yang terbatas atau tidak sempurna. Dalam rangka menjembatani kesenjangan atau keterbatasan nalarnya, manusia cenderung menggunakan metafora untuk menjelaskan berbagai hal yang dirasa asing atau sulit untuk dipahami secara komprehensif. Pada dasarnya, metafora ini sendiri merupakan salah satu instrumen untuk berteologi. Menggunakan pendekatan metafora untuk memandang keberadaan multi-oikos dapat membuat seorang teolog menemukan atau merumuskan berbagai gagasan teologis yang segar dan relevan dalam berbagai konteks. Penelitian ini sendiri dikerjakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, secara khusus lewat bantuan studi pustaka. Lewat pendekatan teologi konstruktif, artikel ini menegaskan bahwa gagasan Allah sebagai The Ultimate Oikos merupakan dasar untuk memaknai oikos dalam berbagai varian skala dan bentuknya. Selain itu, dengan menggunakan lensa Trinitas sebagai basis teologis, artikel ini membahas tentang relasi (being) dan aksi (doing) dari ketiga pribadi Allah yang harus dimaknai secara simultan dalam rangka menjadi fundamen atas nilai-nilai esensial dari oikos. Dengan demikian, artikel ini menawarkan suatu paradigma kreatif dan imajinatif untuk mengonstruksi suatu teologi multi-oikos sebagai basis dalam berteologi. Artikel ini diakhiri dengan suatu refleksi yang memperlihatkan bahwa seorang teolog perlu memiliki kesadaran dan kepekaan untuk mempertimbangkan keberadaan multi-oikos dalam aktivitas berteologinya.
终极奥伊科斯中的多重奥伊科斯:上帝的内在生命关系是家园建设的基础
人类的理性无法完全理解自身和宇宙中的各种事物,这是人类作为有限或不完美存在的现实。为了弥补理性的差距或局限,人类往往会使用隐喻来解释各种陌生或难以全面理解的事物。从根本上说,这种隐喻本身就是神学的工具之一。用隐喻的方法来看待多神的存在,可以使神学家发现或提出各种神学思想,这些思想在不同的语境中都是新鲜的、有意义的。本研究采用定性方法,特别是在文献研究的帮助下进行。通过建构神学的方法,本文断言,上帝是 "终极奥伊科斯"(The Ultimate Oikos)的思想是解释各种规模和形式的奥伊科斯的基础。此外,本文以 "三位一体 "为神学基础,讨论了上帝三位一体的关系(存在)和行动(实践),这两者必须同时诠释,才能成为 "海洋 "基本价值的基础。因此,本文提供了一个具有创造性和想象力的范式,以构建作为神学基础的多元神学(multi-oikos)。文章最后的反思表明,神学家在其神学活动中需要有考虑多重神学存在的意识和敏感性。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
9 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书