{"title":"POLA KECEMASAN PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN ANESTESI PADA OPERASI ELEKTIF DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA","authors":"M. Fauzi, Reko Priyonggo, Mokhtar Jamil","doi":"10.47794/jkhws.v11i2.580","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRAK Pendahuluan: Kecemasan praoperasi merupakan respon normal terhadap situasi dan kondisi yang mengancam jiwa bagi pasien. Kecemasan praoperasi sering dikaitkan dengan rasa takut akan prosedur operasi, prosedur anestesi, dan faktor pemenuhan kebutuhan informasi. Pengkajian pola kecemasan yang tepat dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat dalam mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kecemasan pasien praoperasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian meliputi pasien praoperasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Sampel berjumlah 68 orang. Pengukuran kecemasan menggunakan skala APAIS (Amsterdam preoperative anxiety and information scale). Analisis data menggunakan Uji Statistik Deskriptif. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,8 %), berusia 26 -35 tahun (44,1 %), berpendidikan SMA (63,2%), dengan rencana anestesi general (63,2 %), dan belum punya pengalaman pembedahan (73,5 %). Mayoritas responden mengalami cemas sedang (47,1 %), kemudian cemas berat (32,4 %), cemas ringan (14,7 %), panik (5,9 %), dan tidak cemas (0 %). Mayoritas responden memiliki unsur kecemasan yang berhubungan dengan kebutuhan akan informasi. Kesimpulan: Pola kecemasan responden berdasarkan instrument APAIS menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini mengalami cemas sedang, dengan unsur cemas yang berhubungan dengan kebutuhan akan informasi. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan selalu melakukan pengkajian kecemasan sebelum operasi, sehingga dapat memberikan penatalaksanaan yang tepat dalam mengurangi kecemasan pasien. Kata Kunci: Kecemasan, Praoperasi, Praanestesi","PeriodicalId":391565,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti","volume":"69 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-11-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.47794/jkhws.v11i2.580","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
ABSTRAK Pendahuluan: Kecemasan praoperasi merupakan respon normal terhadap situasi dan kondisi yang mengancam jiwa bagi pasien. Kecemasan praoperasi sering dikaitkan dengan rasa takut akan prosedur operasi, prosedur anestesi, dan faktor pemenuhan kebutuhan informasi. Pengkajian pola kecemasan yang tepat dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat dalam mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kecemasan pasien praoperasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian meliputi pasien praoperasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Sampel berjumlah 68 orang. Pengukuran kecemasan menggunakan skala APAIS (Amsterdam preoperative anxiety and information scale). Analisis data menggunakan Uji Statistik Deskriptif. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,8 %), berusia 26 -35 tahun (44,1 %), berpendidikan SMA (63,2%), dengan rencana anestesi general (63,2 %), dan belum punya pengalaman pembedahan (73,5 %). Mayoritas responden mengalami cemas sedang (47,1 %), kemudian cemas berat (32,4 %), cemas ringan (14,7 %), panik (5,9 %), dan tidak cemas (0 %). Mayoritas responden memiliki unsur kecemasan yang berhubungan dengan kebutuhan akan informasi. Kesimpulan: Pola kecemasan responden berdasarkan instrument APAIS menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini mengalami cemas sedang, dengan unsur cemas yang berhubungan dengan kebutuhan akan informasi. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan selalu melakukan pengkajian kecemasan sebelum operasi, sehingga dapat memberikan penatalaksanaan yang tepat dalam mengurangi kecemasan pasien. Kata Kunci: Kecemasan, Praoperasi, Praanestesi