{"title":"IMPLEMENTASI PAUD BERBASIS BUDAYA LOKAL DI KB AMONG SIWI DUSUN PANDES, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA","authors":"Nur Tanfidiyah","doi":"10.24853/yby.7.1.29-40","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Arus globalisasi yang terus berkembang turut mempengaruhi masyarakat Indonesia dari segi pakaian, pola pikir, gaya hidup bahkan menggeser budaya lokal Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan pelestarian budaya lokal melalui lembaga pendidikan terendah yaitu PAUD. Berkaitan dengan hal itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi PAUD berbasis budaya lokal yang berada di KB Among Siwi Dusun Pandes, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian peneliti melakukan kategorisasi, penyajian data, dan menyimpulkan data hasil penelitian yang telahterkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, KB Among Siwi menerapkan budaya lokal dalam setiap aktivitas pembelajaran diantaranya berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, menyanyi lagu bahasa Jawa (tradisional), menyediakan APE berbasis budaya lokal seperti wayang, tanah liat, rumah-rumahan dari kardus, congklak, engklek, dan sebagainya serta beberapa buku yang mengajarkan permainan tradisional berupa cublek-cublek suweng, jamuran, gobak sodor dan sebagainya. Selain itu, pembelajaran dengan mengenalkan alam sekitar, membuat hasil karya dengan barang bekas dan bahan alam, melukis baju sebagai seragam, dan makanan yang disediakan setelah belajar berupa jajan pasar atau desa. KBAmong Siwi telah melestarikan budaya lokal sejak dini dengan cukup baik. Namun, perlu mengembangkan kurikulumnya agar lebih tertara, terarah dan menjadi lebih baik","PeriodicalId":504455,"journal":{"name":"Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini","volume":"25 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24853/yby.7.1.29-40","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Arus globalisasi yang terus berkembang turut mempengaruhi masyarakat Indonesia dari segi pakaian, pola pikir, gaya hidup bahkan menggeser budaya lokal Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan pelestarian budaya lokal melalui lembaga pendidikan terendah yaitu PAUD. Berkaitan dengan hal itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi PAUD berbasis budaya lokal yang berada di KB Among Siwi Dusun Pandes, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian peneliti melakukan kategorisasi, penyajian data, dan menyimpulkan data hasil penelitian yang telahterkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, KB Among Siwi menerapkan budaya lokal dalam setiap aktivitas pembelajaran diantaranya berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, menyanyi lagu bahasa Jawa (tradisional), menyediakan APE berbasis budaya lokal seperti wayang, tanah liat, rumah-rumahan dari kardus, congklak, engklek, dan sebagainya serta beberapa buku yang mengajarkan permainan tradisional berupa cublek-cublek suweng, jamuran, gobak sodor dan sebagainya. Selain itu, pembelajaran dengan mengenalkan alam sekitar, membuat hasil karya dengan barang bekas dan bahan alam, melukis baju sebagai seragam, dan makanan yang disediakan setelah belajar berupa jajan pasar atau desa. KBAmong Siwi telah melestarikan budaya lokal sejak dini dengan cukup baik. Namun, perlu mengembangkan kurikulumnya agar lebih tertara, terarah dan menjadi lebih baik