{"title":"KAJIAN LIVING QUR’AN TRADISI PEMBACAAN AYAT KURSI SEBAGAI TOLAK BALA DI PPTQ AL-HIDAYAH PLOSOKANDANG TULUNGAGUNG","authors":"Nur Widad Rahmawati, Rifqi As'adah Al Laily","doi":"10.24235/diyaafkar.v11i1.13108","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Living Qur'an is a study that discusses various forms of public response or reception to the Qur'an. One of these phenomena is the tradition of reciting Ayat Kursi that occurred at the Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School Al-Hidayah Plosokandang Tulungagung. This study aims to describe the meaning of the tradition of reading Ayat Kursi at PPTQ Al-Hidayah. This research is a field research with a qualitative descriptive method. This research uses analysis of social knowledge of Karl Manheim which divides into three kinds of meaning. First, the objective meaning of reading Ayat Kursi here is to train students to be istiqamah in practicing this practice and a form of students' obedience to their caregivers. Second, the expressive meaning of reading the Ayat Kursi has the same benefits and goals but with a different explanation, namely as self-protection. Third, the documentary meaning of this tradition is that the students are not aware that this includes reading the Qur'an which has become a culture. This study also discusses the transmission and transformation of the reading of Ayat Kursi. Living Qur’an merupakan sebuah kajian yang membahas mengenai berbagai bentuk respon atau resepsi masyarakat terhadap al-Qur’an. Salah satu bentuk resepsi tersebut adalah tradisi pembacaan Ayat Kursi yang terjadi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hidayah Plosokandang Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dan pemaknaan tradisi pembacaan Ayat Kursi di PPTQ Al-Hidayah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis pengetahuan sosial Karl Manheim yang membagi menjadi tiga macam makna. Pertama, makna objektif dari pembacaan Ayat Kursi di sini adalah untuk melatih diri santri agar istiqamah dalam mengamalkan amalan ini dan wujud kepatuhan santri terhadap pengasuh. Kedua, makna ekspresif dari pembacaan Ayat Kursi ini memilliki manfaat dan tujuan yang sama tetapi dengan penjelasan yang berbeda yaitu sebagai pelindung diri. Ketiga, makna dokumenter dari tradisi ini bahwa para santri tidak sadar bahwa ini termasuk pembacaan al-Qur’an yang sudah menjadi budaya.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"140 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24235/diyaafkar.v11i1.13108","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Living Qur'an is a study that discusses various forms of public response or reception to the Qur'an. One of these phenomena is the tradition of reciting Ayat Kursi that occurred at the Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School Al-Hidayah Plosokandang Tulungagung. This study aims to describe the meaning of the tradition of reading Ayat Kursi at PPTQ Al-Hidayah. This research is a field research with a qualitative descriptive method. This research uses analysis of social knowledge of Karl Manheim which divides into three kinds of meaning. First, the objective meaning of reading Ayat Kursi here is to train students to be istiqamah in practicing this practice and a form of students' obedience to their caregivers. Second, the expressive meaning of reading the Ayat Kursi has the same benefits and goals but with a different explanation, namely as self-protection. Third, the documentary meaning of this tradition is that the students are not aware that this includes reading the Qur'an which has become a culture. This study also discusses the transmission and transformation of the reading of Ayat Kursi. Living Qur’an merupakan sebuah kajian yang membahas mengenai berbagai bentuk respon atau resepsi masyarakat terhadap al-Qur’an. Salah satu bentuk resepsi tersebut adalah tradisi pembacaan Ayat Kursi yang terjadi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hidayah Plosokandang Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dan pemaknaan tradisi pembacaan Ayat Kursi di PPTQ Al-Hidayah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis pengetahuan sosial Karl Manheim yang membagi menjadi tiga macam makna. Pertama, makna objektif dari pembacaan Ayat Kursi di sini adalah untuk melatih diri santri agar istiqamah dalam mengamalkan amalan ini dan wujud kepatuhan santri terhadap pengasuh. Kedua, makna ekspresif dari pembacaan Ayat Kursi ini memilliki manfaat dan tujuan yang sama tetapi dengan penjelasan yang berbeda yaitu sebagai pelindung diri. Ketiga, makna dokumenter dari tradisi ini bahwa para santri tidak sadar bahwa ini termasuk pembacaan al-Qur’an yang sudah menjadi budaya.
《活古兰经》是一项研究,讨论公众对《古兰经》的各种形式的反应或接受。其中一种现象是在Tahfidzul古兰经伊斯兰寄宿学校Al-Hidayah Plosokandang Tulungagung诵读《古兰经》的传统。本研究旨在描述在PPTQ Al-Hidayah阅读《阿亚特·库尔西》传统的意义。本研究采用定性描述方法进行实地调查。本研究运用对曼海姆社会知识的分析,将其分为三种意义。首先,这里阅读《阿亚特·库尔西》的客观意义是训练学生在实践这种做法时成为伊斯兰教的信徒,这是学生对照顾者的一种服从形式。其次,阅读《古兰经》的表达意义具有相同的利益和目标,但有不同的解释,即自我保护。第三,这个传统的纪实意义是学生们没有意识到这包括阅读古兰经,这已经成为一种文化。本研究还探讨了《阿亚特·库尔西》阅读的传播与转化。活着的《古兰经》merupakan sebuah kajian yang成员对《古兰经》的回应是:古兰经上说:“这是我的信仰,这是我的信仰,这是我的信仰。”Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dan pemaknaan tradisi pembacaan Ayat Kursi di PPTQ Al-Hidayah。Penelitian ini merupakan Penelitian lapangan(野外研究)。Penelitian ini menggunakan分析pengetahuan社会Karl Manheim yang membagi menjadi tiga macam makna。这句话的意思是:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是我的意思。”Kedua, makna, ekna,代表,巴基斯坦和阿亚特·库尔斯尼,我的家人,我的家人,我的家人,我的家人,我的家人,我的家人,我的家人,我的家人,我的家人。Ketiga, makna文献中心,dari tradisi ini bahwa para santri tidak sadar bahwa ini termasuk pembacaan al- quuran yang sudah menjadi budaya。