Pengaruh Bank Sampah Terhadap Jumlah Sampah Plastik di Indonesia

Nina Widyaswasti Aisha
{"title":"Pengaruh Bank Sampah Terhadap Jumlah Sampah Plastik di Indonesia","authors":"Nina Widyaswasti Aisha","doi":"10.31479/jualter.v14i1.57","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Isu lingkungan sudah saatnya diberikan perhatian lebih disebabkan kondisi lingkungan mulai memprihatinkan. Saat ini terdapat kondisi yang perlu diperhatikan, yaitu polusi sampah. Sampah plastik merupakan isu lingkungan yang sangat mengkhawatirkan, khususnya di Indonesia. Berdasarkan data Jambeck pada tahun 2015 disebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua negara yang mencemari sampah plastik di perairan laut dunia, dan menurut Indonesia Solid Waste Association (InsWA) menyatakan bahwa jumlah sampah plastik yang ada di Indonesia telah mencapai angka 14% dari keseluruhan produksi sampah di Indonesia pada tahun 2015. Unilever mencetuskan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan menggunakan konsep Circular Economy dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik dan menerapkannya pada program Bank Sampah yang dikelola oleh masyarakat untuk masyarakat Indonesia. Program Bank Sampah ini sejalan dengan tujuan Pemerintah Indonesia yang ingin mengurangi 70% sampah laut yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018. Peran Bank Sampah selain mengurangi jumlah sampah plastik yang berdasarkan Laporan Keberlanjutan Unilever tahun 2020, telah terkelola sampah 16 ribu ton dan diantaranya 12 juta ton sampah anorganik, juga memaksimalkan nilai dari suatu produk meskipun sudah menjadi sampah, yaitu dengan cara memberikan reward kepada masyarakat yang telah mengumpulkan sampah dan menyetorkan ke Bank Sampah. Sehingga dari pengelolaan Bank Sampah tersebut, adanya pemaksimalan nilai sampah yang kemudian menghasilkan manfaat berupa kenaikan ekonomi masyarakat hingga pemberdayaan manusia sebagai pekerja.","PeriodicalId":477140,"journal":{"name":"Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasional","volume":"64 10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasional","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31479/jualter.v14i1.57","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Isu lingkungan sudah saatnya diberikan perhatian lebih disebabkan kondisi lingkungan mulai memprihatinkan. Saat ini terdapat kondisi yang perlu diperhatikan, yaitu polusi sampah. Sampah plastik merupakan isu lingkungan yang sangat mengkhawatirkan, khususnya di Indonesia. Berdasarkan data Jambeck pada tahun 2015 disebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua negara yang mencemari sampah plastik di perairan laut dunia, dan menurut Indonesia Solid Waste Association (InsWA) menyatakan bahwa jumlah sampah plastik yang ada di Indonesia telah mencapai angka 14% dari keseluruhan produksi sampah di Indonesia pada tahun 2015. Unilever mencetuskan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan menggunakan konsep Circular Economy dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik dan menerapkannya pada program Bank Sampah yang dikelola oleh masyarakat untuk masyarakat Indonesia. Program Bank Sampah ini sejalan dengan tujuan Pemerintah Indonesia yang ingin mengurangi 70% sampah laut yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018. Peran Bank Sampah selain mengurangi jumlah sampah plastik yang berdasarkan Laporan Keberlanjutan Unilever tahun 2020, telah terkelola sampah 16 ribu ton dan diantaranya 12 juta ton sampah anorganik, juga memaksimalkan nilai dari suatu produk meskipun sudah menjadi sampah, yaitu dengan cara memberikan reward kepada masyarakat yang telah mengumpulkan sampah dan menyetorkan ke Bank Sampah. Sehingga dari pengelolaan Bank Sampah tersebut, adanya pemaksimalan nilai sampah yang kemudian menghasilkan manfaat berupa kenaikan ekonomi masyarakat hingga pemberdayaan manusia sebagai pekerja.
垃圾银行对印尼塑料垃圾数量的影响
由于环境条件的严重影响,现在是关注环境问题的时候了。如今,有一种情况需要注意,那就是垃圾污染。塑料垃圾是一个令人担忧的环境问题,尤其是在印尼。根据Jambeck在2015年的数据,印尼是世界海域中污染塑料垃圾的第二名,印尼固化废物协会(InsWA)表示,印尼存在的塑料垃圾数量已达到2015年印尼总垃圾产量的14%。Unilever启动了3R (Reduce, Reuse, Recycle)的应用,将其应用于垃圾管理,特别是塑料垃圾的概念,并将其应用于印尼社区管理的垃圾银行项目。这些垃圾银行项目符合印尼政府的目标,印尼政府希望将2018年83年政策中所列的70%的海洋垃圾减少。银行除了减少塑料垃圾的垃圾角色根据2020年联合利华的可持续性的报告,已经量成本垃圾16万吨,其中12万吨无机某个产品的价值最大化,也尽管已经变成垃圾,即向公众提供奖励的方式收集垃圾,存到银行了。因此,废物银行的管理放空了废物价值,这反过来又增加了公民的经济,使人类作为劳动者的权力得到了好处。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书