{"title":"Mendidik Generasi Z Gereja: Peran Media Sosial di Tengah Bahaya Always-On Attention Deficit Disorder","authors":"Susanna Erika Sintauli","doi":"10.21460/aradha.2021.12.701","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"AbstractGeneration Z, presumbably has a very big influence in the world, and also lives in the use of internet. Churches are facing opposite and side by side with this generation need to do shifting-ups with the use of the internet in Christian education, one of which is through social media. However, it cannot be denied that social media also has an impact that needs to be examined, one of which is the danger of Always-On Attenton Deficit Disorder. Information and relations can instantly be transformed into distractions. Therefore, incarnational Christian education can be an important thing to pay attenton to. The incarnational educator will not refuse to enter into the world that Generation Z lives in, but rather create and seek opportunities for face-toface connections but also pay attenton to virtual meeting. Incarnational educators will entersocial media, but do not fall into the dangers of distraction, but rather influence the exemplary life of Jesus who embraces those who are forgo en. This is done by presenting relevant faith formation to generation Z. Some important things become guide for educators summarized in several terms, namely Double Content, Share and Comment and Log in-Log out. \nAbstrakGenerasi Z yang terbilang memiliki pengaruh sangat besar di dunia, dan juga hidup dalam penggunaan internet. Gereja yang hadir berhadapan dan berdampingan dengan generasi ini perlu melakukan shift ing-up dalam hal penggunaan internet khususnya di bidang pendidikan Kristen, salah satunya adalah melalui media sosial. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial pun memberi dampak yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah bahaya Always-On Attention Deficit Disorder. Informasi dan relasi dapat sekejap bertransformasi menjadi distraksi. Maka dari itu, pendidikan Kristen yang inkarnasional dapat menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Pendidik yang inkarnasional tidak akan menolak masuk ke dalam dunia yang generasi Z hidupi, melainkan mencipta dan mencari kesempatan untuk koneksi tatap muka namun juga memperhatikan perjumpaan virtual. Pendidik yang inkarnasional akan masuk ke media sosial, namun tidak terjerembab ke dalam bahaya distraksi, melainkan memberikan pengaruh teladan hidup Yesus yang merangkul mereka yang terlupakan. Hal ini dilakukan salah satunya dengan menghadirkan pembentukan iman yang relevan kepada generasi Z. Beberapa hal penting yang dapat menjadi pegangan pendidik terangkum dalam beberapa istilah, yakni Double Content, Share and Comment, dan Log in-Log out.","PeriodicalId":382585,"journal":{"name":"Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21460/aradha.2021.12.701","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
AbstractGeneration Z, presumbably has a very big influence in the world, and also lives in the use of internet. Churches are facing opposite and side by side with this generation need to do shifting-ups with the use of the internet in Christian education, one of which is through social media. However, it cannot be denied that social media also has an impact that needs to be examined, one of which is the danger of Always-On Attenton Deficit Disorder. Information and relations can instantly be transformed into distractions. Therefore, incarnational Christian education can be an important thing to pay attenton to. The incarnational educator will not refuse to enter into the world that Generation Z lives in, but rather create and seek opportunities for face-toface connections but also pay attenton to virtual meeting. Incarnational educators will entersocial media, but do not fall into the dangers of distraction, but rather influence the exemplary life of Jesus who embraces those who are forgo en. This is done by presenting relevant faith formation to generation Z. Some important things become guide for educators summarized in several terms, namely Double Content, Share and Comment and Log in-Log out.
AbstrakGenerasi Z yang terbilang memiliki pengaruh sangat besar di dunia, dan juga hidup dalam penggunaan internet. Gereja yang hadir berhadapan dan berdampingan dengan generasi ini perlu melakukan shift ing-up dalam hal penggunaan internet khususnya di bidang pendidikan Kristen, salah satunya adalah melalui media sosial. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial pun memberi dampak yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah bahaya Always-On Attention Deficit Disorder. Informasi dan relasi dapat sekejap bertransformasi menjadi distraksi. Maka dari itu, pendidikan Kristen yang inkarnasional dapat menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Pendidik yang inkarnasional tidak akan menolak masuk ke dalam dunia yang generasi Z hidupi, melainkan mencipta dan mencari kesempatan untuk koneksi tatap muka namun juga memperhatikan perjumpaan virtual. Pendidik yang inkarnasional akan masuk ke media sosial, namun tidak terjerembab ke dalam bahaya distraksi, melainkan memberikan pengaruh teladan hidup Yesus yang merangkul mereka yang terlupakan. Hal ini dilakukan salah satunya dengan menghadirkan pembentukan iman yang relevan kepada generasi Z. Beberapa hal penting yang dapat menjadi pegangan pendidik terangkum dalam beberapa istilah, yakni Double Content, Share and Comment, dan Log in-Log out.
摘要Z世代在世界上的影响力可能非常大,他们也生活在互联网的使用中。教会与这一代人正面临着对立和并肩的挑战,需要在基督教教育中使用互联网进行转变,其中之一就是通过社交媒体。然而,不可否认的是,社交媒体也有一个需要研究的影响,其中一个是永远在线的注意力缺陷障碍的危险。信息和关系可以瞬间转化为干扰。因此,道成肉身的基督教教育是一个值得关注的重要问题。化身教育者不会拒绝进入Z世代生活的世界,而是创造和寻求面对面交流的机会,同时也注重虚拟会议。道成肉身的教育者将进入社交媒体,但不要陷入分心的危险,而是要影响耶稣的模范生活,拥抱那些放弃的人en。这是通过向z世代呈现相关的信仰形成来实现的。一些重要的事情成为教育者的指南,总结为几个术语,即双重内容,分享和评论以及登录-注销。[摘要]杨志强,杨志强,杨志强,杨志强,杨志强,杨志强。Gereja yang hadir berhadapan dan berdampingan and dengan generasini perlu melakukan shift up up dalam hal penggunaan internet khususnya di bidang pendidikan Kristen, salah satunya adalah melalui media social。Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa媒体社会双关语成员danpak yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah bahaya永远关注缺陷障碍。信息的传递和传播是一种信息的传递和传播。Maka dari itu, pendidikan Kristen yang inkarnasional dapat menjadi hal yang penting untuk diperhatikan。Pendidik yang inkarnasional tidak akan menolak masuk ke dalam dunik yang generasz hidupi, melainkan menolak dan menolak kesempatan untuk koneksi tatap muka namun juga memperhatikan perjumpaan virtual。彭迪迪克·杨(Pendidik yang)在karnasional akan masukke媒体社交,namun tidak terjerembab ke dalam bahaya distraksi, melainkan成员,kan pengaruh teladan hidup Yesus yang merangkul mereka yang terlupakan。halini dilakukan salah satunya dengan menghadirkan pembentukan iman yang相关的kepaada generasz . Beberapa Hal penting yang dapat menjadi peganan pendidik terangkum dalam Beberapa istilah, yakni双重内容,分享和评论,登录-注销。