{"title":"TRANSFORMASI BATIK DAN GLOBALISASI","authors":"Suyin Pramono, Setiawan Sabana, Achmad Haldani","doi":"10.25105/DIM.V15I1.4199","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract \n \nLately, we have noticed there are many changes in all fields. Therefore, it is suitable for “globalization” to be the main topic in this study, which is interpreted as a process where humans are vastly interconnected through various ways. From a cultural point of view, \"globalization\" is often interpreted as a homogeneous global culture. We are unconsciously directed to have a homogeneous passion and taste of the market \nsimultaneously and even develop a uniformed trend of consumer goods with worldclass branding and marketing. This is indirectly the result of global interconnection and ultimately erodes cultural diversity. Batik is one of the cultural works that has always undergone transformation in alignment with changes in economic, social and political conditions in its era. The context for the discussion of batik transformation and globalization is that cultural work takes part with significant role in social and economic life. Therefore, strategic thinking about batik transformation is formulated \nas problem identification, which then is confronted with how diversity and variety of cultural works adapt or survive the massive and rapid industrial development. In this study, the review concerns on the analysis in which is more focused to the form of interdisciplinary interaction. The qualitative data analysis model is conducted using an approach that emphasizes cultural work as an industrial commodity. Batik, which always present in every event of the life of the Indonesian people and is always has deep \nphilosophical values, is also able to manifest as an aesthetic reflection that has competitiveness in the global world so that it become an important and interesting subject to study. \n \nAbstrak \nKita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah \nbanyak perubahan di segala bidang. Bersamaan dengan kondisi yang \ndemikian lebih tepat bila 'globalisasi' yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu proses dimana manusia secara pesat saling terhubung melalui berbagai cara. Dari sudut pandang budaya, \n'globalisasi' sering diartikan sebagai budaya global yang bersifat homogen. \nSecara tidak sadar kita diarahkan untuk mempunyai kegemaran dan selera pasar yang homogen secara serentak bahkan menjadi selera dunia yang konsumtif atas produk dengan branding dan marketing tingkat dunia. Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari saling keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya. Batik merupakan salah satu karya budaya yang selalu mengalami transformasi sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada masanya. Konteks pembahasan tentang transformasi batik dan globalisasi ini adalah bahwa karya budaya memainkan peranan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan latar belakang tersebut selanjutnya strategi pemikiran tentang perubahan batik diformulasikan sebagai identifikasi permasalahan yang dipertentangkan dengan karya budaya dalam variasi perubahan industri. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih diarahkan kepada bentuk interaksi interdisiplin. Model analisis data kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan yang menekankan pada karya budaya sebagai komoditas industri. Batik yang selalu ada dalam setiap peristiwa kehidupan masyarakat Indonesia dan selalu sarat dengan nilai filososfis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya saing dalam dunia global sehingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji.","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"97 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25105/DIM.V15I1.4199","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Abstract
Lately, we have noticed there are many changes in all fields. Therefore, it is suitable for “globalization” to be the main topic in this study, which is interpreted as a process where humans are vastly interconnected through various ways. From a cultural point of view, "globalization" is often interpreted as a homogeneous global culture. We are unconsciously directed to have a homogeneous passion and taste of the market
simultaneously and even develop a uniformed trend of consumer goods with worldclass branding and marketing. This is indirectly the result of global interconnection and ultimately erodes cultural diversity. Batik is one of the cultural works that has always undergone transformation in alignment with changes in economic, social and political conditions in its era. The context for the discussion of batik transformation and globalization is that cultural work takes part with significant role in social and economic life. Therefore, strategic thinking about batik transformation is formulated
as problem identification, which then is confronted with how diversity and variety of cultural works adapt or survive the massive and rapid industrial development. In this study, the review concerns on the analysis in which is more focused to the form of interdisciplinary interaction. The qualitative data analysis model is conducted using an approach that emphasizes cultural work as an industrial commodity. Batik, which always present in every event of the life of the Indonesian people and is always has deep
philosophical values, is also able to manifest as an aesthetic reflection that has competitiveness in the global world so that it become an important and interesting subject to study.
Abstrak
Kita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah
banyak perubahan di segala bidang. Bersamaan dengan kondisi yang
demikian lebih tepat bila 'globalisasi' yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu proses dimana manusia secara pesat saling terhubung melalui berbagai cara. Dari sudut pandang budaya,
'globalisasi' sering diartikan sebagai budaya global yang bersifat homogen.
Secara tidak sadar kita diarahkan untuk mempunyai kegemaran dan selera pasar yang homogen secara serentak bahkan menjadi selera dunia yang konsumtif atas produk dengan branding dan marketing tingkat dunia. Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari saling keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya. Batik merupakan salah satu karya budaya yang selalu mengalami transformasi sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada masanya. Konteks pembahasan tentang transformasi batik dan globalisasi ini adalah bahwa karya budaya memainkan peranan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan latar belakang tersebut selanjutnya strategi pemikiran tentang perubahan batik diformulasikan sebagai identifikasi permasalahan yang dipertentangkan dengan karya budaya dalam variasi perubahan industri. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih diarahkan kepada bentuk interaksi interdisiplin. Model analisis data kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan yang menekankan pada karya budaya sebagai komoditas industri. Batik yang selalu ada dalam setiap peristiwa kehidupan masyarakat Indonesia dan selalu sarat dengan nilai filososfis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya saing dalam dunia global sehingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji.
近年来,我们注意到各个领域都发生了许多变化。因此,“全球化”作为本研究的主题是合适的,它被解释为人类通过各种方式广泛联系的过程。从文化的角度来看,“全球化”通常被解释为一种同质的全球文化。我们在不知不觉中被引导着同时拥有一种同质化的市场激情和品味,甚至发展出一种具有世界级品牌和营销的统一消费品趋势。这是全球互联互通的间接结果,最终会侵蚀文化多样性。蜡染是一种随着时代经济、社会和政治条件的变化而不断变化的文化作品。蜡染转型与全球化讨论的背景是文化工作在社会经济生活中扮演着重要的角色。因此,蜡染转型的战略思考被制定为问题识别,从而面对文化作品的多样性和多样性如何适应或在大规模和快速的产业发展中生存。在本研究中,回顾关注于分析,其中更侧重于跨学科互动的形式。定性数据分析模型采用强调文化工作作为一种工业商品的方法进行。蜡染始终存在于印尼人民生活的每一个事件中,始终具有深刻的哲学价值,也能够表现为在全球世界上具有竞争力的美学反映,因此它成为一个重要而有趣的研究课题。摘要:Kita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah banyak perubahan di segala bidang。Bersamaan dengan kondisi yang demikian lebih tepat bila 'globalisasi' yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartitian sebagai suatu处理dimana mania secara pesat sales terhubung melalui berbagai cara。达里sudut pandang budaya, 'globalisasi'服务diartikan sebagai budaya全球杨氏同质。香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒,香槟酒Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari sales keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya。在经济上,社会上,政治上,都是进步的。Konteks pembahasan tentenas转型与全球化的关系,在印度,在印度,在印度,在印度,在印度,在印度,在印度,在印度,在印度,社会与经济。登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干,登干乌拉山杨门杨库特分析了达拉姆佩利特尼,利比·迪亚哈坎·克帕达·本图克的相互作用。模型分析数据的定性:杨迪拉坎,孟古纳坎,彭德卡丹,杨梅拉坎坎,帕达卡亚,布达亚,工业。Batik yang selalu ada dalam setup setup peristiwa kehidupan masyarakat印度尼西亚,danselalu sarat dengan nilai filososis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya sasaam dunii global seingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji。