B. Indah, Muhammad G.G.S, S. Saputro, Jaenap Rumatiga, Ade Yamin
{"title":"Tradisi Pembayaran Maskawin Di Kampung Sosiri Jayapura Papua Indonesia","authors":"B. Indah, Muhammad G.G.S, S. Saputro, Jaenap Rumatiga, Ade Yamin","doi":"10.29300/kh.v3i1.10828","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract: This study aims to complement data and documents that have not been seen in previous studies, by looking at the process of implementing the dowry payment tradition in Sosiri Village, Jayapura Regency, Papua Province, Indonesia. The tradition is carried out before the bridegroom and bride-to-be are legally married in religion and state. Using qualitative methods with an ethnographic work approach, by showing the process of implementing the dowry payment tradition. The results found that people in Sosiri Village still carry out the tradition of paying maskawin in the form of beads and stone axes (tomako). Originally the beads were imported from Kalimantan, along with the times, and the people in Sosiri Village, then the beads are no longer imported from Kalimantan, but they have found them in their own area, which is in the forest under the trees. Included in choosing beads, certain skills are needed. As for stone axes, at first they looked for stones at times, then they sculpted them into axes, along with the times too, they no longer carve the stone but they used carving machines. In carrying maskawin stone axes and beads, specifically for the children of the head of the hamlet must give both, namely axes and beads, while for the community it can be enough to only bring axe stones. Keywords: Tradition, Maskawin Payment, Sosiri Village Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi data dan dokumen yang belum terlihat pada penelitian sebelumnya, dengan melihat proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin di Kampung Sosiri Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Indonesia. Tradisi tersebut dilakukan sebelum calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan dinikahkan secara sah agama dan negara. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kerja Etnografi, dengan menunjukkan proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin. Hasilnya menemukan bahwa masyarakat di Kampung Sosiri masih melakukan tradisi pembayaran maskawin berupa manik-manik dan kapak batu (tomako). Awalnya manik-manik tersebut didatangkan dari Kalimantan, seiring perkembangan zaman, dan masyarakat di Kampung Sosiri ini, maka manik-manik tersebut tidak lagi didatangkan dari Kalimantan, namun mereka telah menemukannya di daerah mereka sendiri yaitu terdapat dalam hutan di bawah pohon. Termasuk dalam memilih manik-manik, dibutuhkan keahlian tertentu. Sedangkan kapak batu, awalnya mereka mencari batu di kali, kemudian mereka memahatnya menjadi kapak, seiring perkembangan zaman juga, mereka tidak lagi memahat batu tersebut tetapi mereka menggunakan mesin pahat. Dalam membawa maskawin kapak batu dan manik-manik, khusus untuk anak kepala dusun harus memberikan kedua-duanya yaitu batu kapak dan manik-manik, sedangkan untuk masyarakat bisa cukup hanya membawa batu kapak saja. Kata Kunci: Tradisi, Pembayaran Maskawin, Kampung Sosiri","PeriodicalId":231760,"journal":{"name":"Al-Khair Journal : Management, Education, and Law","volume":"223 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Al-Khair Journal : Management, Education, and Law","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29300/kh.v3i1.10828","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Abstract: This study aims to complement data and documents that have not been seen in previous studies, by looking at the process of implementing the dowry payment tradition in Sosiri Village, Jayapura Regency, Papua Province, Indonesia. The tradition is carried out before the bridegroom and bride-to-be are legally married in religion and state. Using qualitative methods with an ethnographic work approach, by showing the process of implementing the dowry payment tradition. The results found that people in Sosiri Village still carry out the tradition of paying maskawin in the form of beads and stone axes (tomako). Originally the beads were imported from Kalimantan, along with the times, and the people in Sosiri Village, then the beads are no longer imported from Kalimantan, but they have found them in their own area, which is in the forest under the trees. Included in choosing beads, certain skills are needed. As for stone axes, at first they looked for stones at times, then they sculpted them into axes, along with the times too, they no longer carve the stone but they used carving machines. In carrying maskawin stone axes and beads, specifically for the children of the head of the hamlet must give both, namely axes and beads, while for the community it can be enough to only bring axe stones. Keywords: Tradition, Maskawin Payment, Sosiri Village Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi data dan dokumen yang belum terlihat pada penelitian sebelumnya, dengan melihat proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin di Kampung Sosiri Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Indonesia. Tradisi tersebut dilakukan sebelum calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan dinikahkan secara sah agama dan negara. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kerja Etnografi, dengan menunjukkan proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin. Hasilnya menemukan bahwa masyarakat di Kampung Sosiri masih melakukan tradisi pembayaran maskawin berupa manik-manik dan kapak batu (tomako). Awalnya manik-manik tersebut didatangkan dari Kalimantan, seiring perkembangan zaman, dan masyarakat di Kampung Sosiri ini, maka manik-manik tersebut tidak lagi didatangkan dari Kalimantan, namun mereka telah menemukannya di daerah mereka sendiri yaitu terdapat dalam hutan di bawah pohon. Termasuk dalam memilih manik-manik, dibutuhkan keahlian tertentu. Sedangkan kapak batu, awalnya mereka mencari batu di kali, kemudian mereka memahatnya menjadi kapak, seiring perkembangan zaman juga, mereka tidak lagi memahat batu tersebut tetapi mereka menggunakan mesin pahat. Dalam membawa maskawin kapak batu dan manik-manik, khusus untuk anak kepala dusun harus memberikan kedua-duanya yaitu batu kapak dan manik-manik, sedangkan untuk masyarakat bisa cukup hanya membawa batu kapak saja. Kata Kunci: Tradisi, Pembayaran Maskawin, Kampung Sosiri
摘要:本研究旨在通过观察印度尼西亚巴布亚省查亚普拉县索西里村嫁妆传统的实施过程,补充以往研究中未见的数据和文献。这一传统是在新郎和准新娘在宗教和国家上合法结婚之前进行的。采用定性方法,结合民族志工作方法,通过展示嫁妆传统的实施过程。结果发现,索西里村的人们仍然以珠子和石斧(tomako)的形式进行支付maskawin的传统。最初这些珠子是从加里曼丹进口的,随着时代的发展,还有索西里村的人,后来这些珠子不再是从加里曼丹进口了,但他们在自己的地区找到了这些珠子,在树下的森林里。在挑选珠子时,需要一定的技巧。至于石斧,一开始他们不时地寻找石头,然后把石头雕刻成斧头,随着时代的发展,他们不再雕刻石头,而是使用雕刻机。在maskawin石斧和珠子,专门为孩子们的负责人必须向哈姆雷特,即轴和珠子,而社区就足以只带斧子石头 . 摘要:Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi数据dan dokumen yang belum terlihat pada Penelitian sebelumnya, dengan melihat proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin di Kampung Sosiri Kabupaten Jayapura省巴布亚印度尼西亚。Tradisi tersebut dilakukan sebelum calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan dinikahkan secara sah agama dan negara。孟古纳坎方法的质量,登高登高,登高登高登高,登高登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高。Hasilnya menemukan bahwa masyarakat di Kampung Sosiri masih melakukan tradisi pembayaran maskawin berupa manik-manik dankapak batu (tomako)。在加里曼丹,我的名字是“我的名字”,我的名字是“我的名字”,我的名字是“我的名字”,我的名字是“我的名字”,我的名字是“我的名字”,我的名字是“我的名字”。Termasuk dalam memilih manik-manik, dibutuhkan keahlian tertentu。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Kata Kunci: Tradisi, Pembayaran Maskawin, Kampung Sosiri