Kesetaraan Gender di Pesantren NU: Sebuah Telaah atas single sex Classroom di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya.

Iksan Kamil Sahri, Lailatul Hidayah
{"title":"Kesetaraan Gender di Pesantren NU: Sebuah Telaah atas single sex Classroom di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya.","authors":"Iksan Kamil Sahri, Lailatul Hidayah","doi":"10.35672/jnus.v1i1.9","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Isu gender menjadi isu yang terus dibcarakan dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan dengan menggunakan sistem single sex classroom menjadi perhatian dalam isu ini. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang memisahkan peserta didik berdasarkan jenis kelamin. Adanya pemisahan laki-laki dan perempuan dalam hal pembelajaran serta kegiatan-kegiatan lainnya tersebut berdasarkan beberapa alasan, di antaranya adalah alasan ajaran agama dan tradisi. Dalam konteks ini, unit pendidikan di dalam naungan Pondok Pesantren Al-Fithrah yang merupakan pondok pesantren afiliasi Nahdhatul Ulama (NU) menerapkan kebijakan single sex class tersebut karena alasan ajaran agama Islam dan tradisi mono sex yang telah berlaku di pesantren. Lalu bagaimanakah persepsi kesetaraan gender di lingkungan pesantren yang menerapkan hal tersebut. Untuk menjawab hal tersebut, maka penelitian lapangan di Penddikan Diniyah Formal Pondok Pesantren Al Fithrah, Surabaya, dengan menggunakan pendekatan gender dan fenomenologi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pesantren tidak membeda-bedakan perlakuan pada kualitas pendidikan santri putra dan santri putri. Perempuan di PDF Ulya Al Fithrah juga terlihat berperan aktif srta tidak menjadi kelompok kelas kedua. Penelitian ini juga mengkonfirmasi segregasi gender atau pemisahan antara laki-laki dengan perempuan dalam sistem pembelajaran dianggap tidak menyalahi dengan konsep kesetaraan gender yang diyakini pesantren. Pada kebijakan dan manajemen peserta didik, PDF Ulya Al Fithrah menyetarakan kebutuhan pendidikan baik santri putra maupun putri Walaupun juga ditemukan bahwa pada PDF Putra Al Fithrah tidak terdapat ustadzah sedangkan pada PDF putri terdapat ustadz laki-laki. Kebijakan single classroom lebih didasarkan pada tradisi pesantren dibanding dengan diskriminasi gender.","PeriodicalId":443910,"journal":{"name":"Journal of Nahdlatul Ulama Studies","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Nahdlatul Ulama Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35672/jnus.v1i1.9","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

Isu gender menjadi isu yang terus dibcarakan dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan dengan menggunakan sistem single sex classroom menjadi perhatian dalam isu ini. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang memisahkan peserta didik berdasarkan jenis kelamin. Adanya pemisahan laki-laki dan perempuan dalam hal pembelajaran serta kegiatan-kegiatan lainnya tersebut berdasarkan beberapa alasan, di antaranya adalah alasan ajaran agama dan tradisi. Dalam konteks ini, unit pendidikan di dalam naungan Pondok Pesantren Al-Fithrah yang merupakan pondok pesantren afiliasi Nahdhatul Ulama (NU) menerapkan kebijakan single sex class tersebut karena alasan ajaran agama Islam dan tradisi mono sex yang telah berlaku di pesantren. Lalu bagaimanakah persepsi kesetaraan gender di lingkungan pesantren yang menerapkan hal tersebut. Untuk menjawab hal tersebut, maka penelitian lapangan di Penddikan Diniyah Formal Pondok Pesantren Al Fithrah, Surabaya, dengan menggunakan pendekatan gender dan fenomenologi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pesantren tidak membeda-bedakan perlakuan pada kualitas pendidikan santri putra dan santri putri. Perempuan di PDF Ulya Al Fithrah juga terlihat berperan aktif srta tidak menjadi kelompok kelas kedua. Penelitian ini juga mengkonfirmasi segregasi gender atau pemisahan antara laki-laki dengan perempuan dalam sistem pembelajaran dianggap tidak menyalahi dengan konsep kesetaraan gender yang diyakini pesantren. Pada kebijakan dan manajemen peserta didik, PDF Ulya Al Fithrah menyetarakan kebutuhan pendidikan baik santri putra maupun putri Walaupun juga ditemukan bahwa pada PDF Putra Al Fithrah tidak terdapat ustadzah sedangkan pada PDF putri terdapat ustadz laki-laki. Kebijakan single classroom lebih didasarkan pada tradisi pesantren dibanding dengan diskriminasi gender.
性别问题已经成为教育领域持续存在的问题。在这个问题上,使用单性教室系统的教育系统引起了关注。该系统是将学习者分开的基于性别的教育体系。在学习和其他活动中,男人和女人的分离是基于几个原因,其中一个原因是宗教教义和传统。在这种背景下,位于贝德伦·菲特拉(al那么在寄宿学校里,性别平等的观念是如何适用于这一点的呢?为了回答这一问题,泗水matanah官方的吉达扬·菲特拉小屋的实地研究采用了性别和现型的方法。这项研究发现表明,寄宿学校对儿子和女儿的教育质量没有差别。在PDF Ulya Al Fithrah中,妇女在srta不属于第二类。这项研究还证实,学习系统中的性别隔离或性别分离被认为与所谓的伊斯兰寄宿学校的性别平等概念没有错。在教师政策和管理方面,PDF Ulya Al Fithrah将儿子和女儿的教育需求等同起来,但也发现在PDF Al Fithrah中没有ustadzah,而在PDF中有男性ustadz。单教室政策更多的是基于寄宿学校的传统,而不是性别歧视。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书