Alfiani Yogaturida Isnaini, Latif Budi Suparma, S. Utomo
{"title":"PERANCANGAN PERKERASAN JALAN LINGKAR KOTA KABUPATEN WONOGIRI","authors":"Alfiani Yogaturida Isnaini, Latif Budi Suparma, S. Utomo","doi":"10.26593/JH.V5I2.3372.119-128","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract The city ring road of Wonogiri Regency should be constructed based on a pavement design which ensure safety, convenience, but still economical. For this reason, a road pavement design method is needed to be applied in this road design process. The MDP 2017 and AASHTO 1993 road pavement design methods are methods that are often used in Indonesia to design concrete slab for pavement. This study uses both methods to determine the thickness of the concrete slab on the pavement of the Wonogiri Regency City Ring Road. The results of this study indicate that the concrete slab thickness for pavement calculated by MDP 2017 is 31 cm, while that calculated with AASHTO 1993 is 32.25 cm. The difference in the thickness of the concrete plates obtained from these two methods is relatively small. Keywords: road pavement, pavement design, concrete slab, road pavement thickness Abstrak Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangun berdasarkan rancangan perkerasan jalan yang aman, nyaman, namun tetap ekonomis. Untuk itu, diperlukan suatu metode perancangan perkerasan jalan yang tepat untuk diterapkan pada proses perancangan jalan ini. Metode-metode perancangan perkerasan jalan MDP 2017 dan AASHTO 1993 merupakan metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan. Studi ini menggunakan kedua metode tersebut untuk menentukan tebal pelat beton pada perkerasan jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm. Beda tebal pelat beton yang diperoleh dari kedua metode ini relatif kecil. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, perancangan perkerasan, pelat beton, tebal perkerasan jalan","PeriodicalId":122843,"journal":{"name":"Jurnal HPJI","volume":"109 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal HPJI","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26593/JH.V5I2.3372.119-128","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Abstract
Abstract The city ring road of Wonogiri Regency should be constructed based on a pavement design which ensure safety, convenience, but still economical. For this reason, a road pavement design method is needed to be applied in this road design process. The MDP 2017 and AASHTO 1993 road pavement design methods are methods that are often used in Indonesia to design concrete slab for pavement. This study uses both methods to determine the thickness of the concrete slab on the pavement of the Wonogiri Regency City Ring Road. The results of this study indicate that the concrete slab thickness for pavement calculated by MDP 2017 is 31 cm, while that calculated with AASHTO 1993 is 32.25 cm. The difference in the thickness of the concrete plates obtained from these two methods is relatively small. Keywords: road pavement, pavement design, concrete slab, road pavement thickness Abstrak Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangun berdasarkan rancangan perkerasan jalan yang aman, nyaman, namun tetap ekonomis. Untuk itu, diperlukan suatu metode perancangan perkerasan jalan yang tepat untuk diterapkan pada proses perancangan jalan ini. Metode-metode perancangan perkerasan jalan MDP 2017 dan AASHTO 1993 merupakan metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan. Studi ini menggunakan kedua metode tersebut untuk menentukan tebal pelat beton pada perkerasan jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm. Beda tebal pelat beton yang diperoleh dari kedua metode ini relatif kecil. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, perancangan perkerasan, pelat beton, tebal perkerasan jalan
[摘要]武根里县环城道路的道路设计应以安全、方便、经济为基础。因此,在道路设计过程中需要采用一种道路路面设计方法。MDP 2017和AASHTO 1993道路路面设计方法是印度尼西亚经常使用的设计路面混凝土板的方法。本研究使用这两种方法来确定武尻里摄政城市环路路面混凝土板的厚度。研究结果表明,MDP 2017计算的路面混凝土板厚为31 cm, AASHTO 1993计算的路面混凝土板厚为32.25 cm。这两种方法得到的混凝土板厚度差异相对较小。关键词:道路路面,路面设计,混凝土板,路面厚度abstract: Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangan berdasarkan rancangan perkerasan Jalan yang aman, nyaman, namun tetap economics。Untuk itu, diperlukan suatu mede perancangan perkerasan jalan yang tepat Untuk diiterapkan pada proproperancangan jalan ini。2017丹AASHTO 1993 merupakan Metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan这是一项研究,它是一种新的研究方法,但它是一种新的研究方法,它是一种新的研究方法,它是一种新的研究方法。Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm。贝达尔·帕尔佩尔与杨·佩尔佩尔的关系是相对的。Kata-kata kunci: perkerasan jalan perancangan perkerasan pelat beton tebal perkerasan jalan