Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Berbasis Silase Jerami Jagung dengan Level yang Berbeda terhadap Konsumsi, Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar Sapi Bali Penggemukan
Maria Elisabeth Babu, E. D. Sulistijo, G. Maranatha
{"title":"Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Berbasis Silase Jerami Jagung dengan Level yang Berbeda terhadap Konsumsi, Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar Sapi Bali Penggemukan","authors":"Maria Elisabeth Babu, E. D. Sulistijo, G. Maranatha","doi":"10.57089/jplk.v4i4.1181","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian dilaksanakan di UPT Laboratorium Lapangan Lahan Kering, Universitas Nusa Cendana Kupang tanggal 25 Januari sampai 8 April 2021. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbasis silase jerami jagung dengan level yang berbeda terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar serta lemak kasar sapi Bali penggemukan. Digunakan 12 ekor sapi Bali jantan dengan kisaran umur 1-1,5 tahun dan bobot badan 66-93kg dengan rataan 80,16kg serta (KV) koefisien variasi sebesar 10,28%. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: P0; pakan silase jerami jagung (80%) + konsentrat (20%), P1; pakan silase jerami jagung (60%) + konsentrat (40%), P2; pakan silase jerami jagung (40%) + konsentrat (60%), P3; pakan silase jerami jagung (20%) + konsentrat (80%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan bila ada pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan konsumsi serat kasar (g/e/h) : P0; 539,85, P1; 485,16, P2; 411,21, P3; 434,81. Konsumsi lemak kasar (g/e/h) : P0; 67,75, P1; 71,55, P2; 71,03, P3; 87,86. Kecernaan serat kasar (%) : P0; 56,0, P1; 58,37, P2; 59,19, P3; 60,23. Kecernaan lemak kasar (%) : P0; 42,03, P1; 45,28, P2; 53,60, P3; 49,18. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan P0-P3 berbeda nyata (P<0,05) dan P0-P2 berbeda sangat nyata (P<0,01) pada konsumsi serat kasar, sedangkan konsumsi lemak kasar, kecernaan serat kasar serta kecernaan lemak kasar berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Pembahasan diatas disimpulkan bahwa pemberian pakan komplit berbasis silase jerami jagung selama 9 minggu berpengaruh positif terhadap konsumsi serat kasar dengan perlakuan P2 silase jerami jagung (40%) + konsentrat (60%) dan P3 silase jerami jagung (20%) + konsentrat (80%) memiliki kecenderungan hasil terbaik sedangkan konsumsi lemak kasar, kecernaan serat kasar dan lemak kasar memberi pengaruh yang relatif sama.","PeriodicalId":251106,"journal":{"name":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1181","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian dilaksanakan di UPT Laboratorium Lapangan Lahan Kering, Universitas Nusa Cendana Kupang tanggal 25 Januari sampai 8 April 2021. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbasis silase jerami jagung dengan level yang berbeda terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar serta lemak kasar sapi Bali penggemukan. Digunakan 12 ekor sapi Bali jantan dengan kisaran umur 1-1,5 tahun dan bobot badan 66-93kg dengan rataan 80,16kg serta (KV) koefisien variasi sebesar 10,28%. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: P0; pakan silase jerami jagung (80%) + konsentrat (20%), P1; pakan silase jerami jagung (60%) + konsentrat (40%), P2; pakan silase jerami jagung (40%) + konsentrat (60%), P3; pakan silase jerami jagung (20%) + konsentrat (80%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan bila ada pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan konsumsi serat kasar (g/e/h) : P0; 539,85, P1; 485,16, P2; 411,21, P3; 434,81. Konsumsi lemak kasar (g/e/h) : P0; 67,75, P1; 71,55, P2; 71,03, P3; 87,86. Kecernaan serat kasar (%) : P0; 56,0, P1; 58,37, P2; 59,19, P3; 60,23. Kecernaan lemak kasar (%) : P0; 42,03, P1; 45,28, P2; 53,60, P3; 49,18. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan P0-P3 berbeda nyata (P<0,05) dan P0-P2 berbeda sangat nyata (P<0,01) pada konsumsi serat kasar, sedangkan konsumsi lemak kasar, kecernaan serat kasar serta kecernaan lemak kasar berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Pembahasan diatas disimpulkan bahwa pemberian pakan komplit berbasis silase jerami jagung selama 9 minggu berpengaruh positif terhadap konsumsi serat kasar dengan perlakuan P2 silase jerami jagung (40%) + konsentrat (60%) dan P3 silase jerami jagung (20%) + konsentrat (80%) memiliki kecenderungan hasil terbaik sedangkan konsumsi lemak kasar, kecernaan serat kasar dan lemak kasar memberi pengaruh yang relatif sama.