INTERVENSI ILUMINANSI DAN OTOMATISASI ON/OFF LAMPU RUANG KELAS UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN VISUAL DAN HEMAT ENERGI

Endah Setyaningsih, Yohanes Calvinus, Joni Fat, Fransisca Iriani Roesmaladewi
{"title":"INTERVENSI ILUMINANSI DAN OTOMATISASI ON/OFF LAMPU RUANG KELAS UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN VISUAL DAN HEMAT ENERGI","authors":"Endah Setyaningsih, Yohanes Calvinus, Joni Fat, Fransisca Iriani Roesmaladewi","doi":"10.24912/jmstkik.v6i2.22721","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"the quality of room lighting are the level of lighting/illuminance, light color, and glare. The classroom as a place for learning and teaching requires quality lighting. This study uses a classroom for case studies, namely at Perti Tomang Islamic Vocational School, West Jakarta, but is limited in terms of illuminance. Based on measurements, the illuminance of this classroom does not meet SNI room lighting standards. For this reason, illumination interventions are needed in the classroom, in the form of increased lighting. Improved lighting has an impact on increasing the use of electric power, for this reason efforts are needed to save energy. The problem is how to increase lighting and save energy at the same time. The purpose of this study was to determine the number of classroom lamps so that they achieve illuminance according to SNI, but still achieve energy saving. The research method is to make a classroom model with lighting that meets SNI and there are automation on/off room lights. The step is in the form of a simulation using dialux software, so that the number of lights that must be added can be known. The method for saving energy is by installing an on/off automation system for classroom lights. The results obtained from this study are an increase in average illuminance from 213.8 lux to 350 lux and is in accordance with SNI, so that visual comfort can be achieved. The on/off automation intervention was carried out by installing 3 motion sensors with the Doppler effect microwave sensor type in the classroom. The lights will turn on if there is movement of students or teachers entering the room, and the lights will turn off if there are no students or teachers. Thus, the lamp is not continuously lit for 10 hours. Based on this intervention, 14,004 KWH of electrical energy can be saved for 1 (one) month.\nKeywords: intervention; illuminance; light on/off automation; visual comfort; energy saving\nAbstrak\nKenyamanan visual adalah rasa nyaman dari indra penglihatan seseorang terhadap pencahayaan ruangan yang berkualitas. Parameter yang menentukan pencahayaan ruang berkualitas yaitu tingkat pencahayaan/iluminansi, warna cahaya, dan kesilauan. Ruang kelas sebagai tempat belajar, memerlukan pencahayaan yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan ruang kelas untuk studi kasus, yaitu di SMK Islam Perti Tomang Jakarta Barat, namun dibatasi tentang iluminansi. Berdasarkan hasil pengukuran, iluminansi rata-rata ruangan kelas ini, belum memenuhi standar pencahayaan ruang sesuai SNI. Untuk itu diperlukan intervensi iluminansi pada ruang kelas, berupa peningkatan pencahayaan. Peningkatan pencahayaan berdampak pada peningkatan penggunaan daya listrik, untuk itu diperlukan usaha penghematan energi. Permasalahannya adalah bagaimana melakukan peningkatan pencahayaan dan sekaligus hemat energi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah lampu ruang kelas sehingga mencapai iluminansi sesuai SNI, namun hemat energi. Metoda penelitian adalah membuat model ruang kelas dengan pencahayaan yang memenuhi SNI dan ada otomatisasi on/off lampu ruang. Langkahnya berupa simulasi dengan menggunakan software dialux, sehingga dapat diketahui jumlah lampu yang harus ditambahkan. Metode untuk penghematan energi berupa pemasangan sistem otomatisasi on/off lampu ruang kelas. Hasil penelitian adalah adanya peningkatan iluminansi rata-rata dari 213,8 lux menjadi 350 lux yang telah sesuai SNI, sehingga kenyamanan visual dapat tercapai. Intervensi otomatisasi on/off, dilakukan dengan pemasangan berupa 3 sensor gerak dengan tipe sensor gelombang mikro efek Doppler pada ruangaan kelas. Lampu akan menyala jika ada gerakan siswa atau guru yang memasuki ruangan, dan lampu akan mati jika tidak ada siswa atau guru. Jadi lampu tidak terus menerus menyala selama 10 jam.  Adanya intervensi ini, terjadi penghematan energi listrik sebesar 14,004 KWH selama 1 (satu) bulan.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jmstkik.v6i2.22721","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

the quality of room lighting are the level of lighting/illuminance, light color, and glare. The classroom as a place for learning and teaching requires quality lighting. This study uses a classroom for case studies, namely at Perti Tomang Islamic Vocational School, West Jakarta, but is limited in terms of illuminance. Based on measurements, the illuminance of this classroom does not meet SNI room lighting standards. For this reason, illumination interventions are needed in the classroom, in the form of increased lighting. Improved lighting has an impact on increasing the use of electric power, for this reason efforts are needed to save energy. The problem is how to increase lighting and save energy at the same time. The purpose of this study was to determine the number of classroom lamps so that they achieve illuminance according to SNI, but still achieve energy saving. The research method is to make a classroom model with lighting that meets SNI and there are automation on/off room lights. The step is in the form of a simulation using dialux software, so that the number of lights that must be added can be known. The method for saving energy is by installing an on/off automation system for classroom lights. The results obtained from this study are an increase in average illuminance from 213.8 lux to 350 lux and is in accordance with SNI, so that visual comfort can be achieved. The on/off automation intervention was carried out by installing 3 motion sensors with the Doppler effect microwave sensor type in the classroom. The lights will turn on if there is movement of students or teachers entering the room, and the lights will turn off if there are no students or teachers. Thus, the lamp is not continuously lit for 10 hours. Based on this intervention, 14,004 KWH of electrical energy can be saved for 1 (one) month. Keywords: intervention; illuminance; light on/off automation; visual comfort; energy saving Abstrak Kenyamanan visual adalah rasa nyaman dari indra penglihatan seseorang terhadap pencahayaan ruangan yang berkualitas. Parameter yang menentukan pencahayaan ruang berkualitas yaitu tingkat pencahayaan/iluminansi, warna cahaya, dan kesilauan. Ruang kelas sebagai tempat belajar, memerlukan pencahayaan yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan ruang kelas untuk studi kasus, yaitu di SMK Islam Perti Tomang Jakarta Barat, namun dibatasi tentang iluminansi. Berdasarkan hasil pengukuran, iluminansi rata-rata ruangan kelas ini, belum memenuhi standar pencahayaan ruang sesuai SNI. Untuk itu diperlukan intervensi iluminansi pada ruang kelas, berupa peningkatan pencahayaan. Peningkatan pencahayaan berdampak pada peningkatan penggunaan daya listrik, untuk itu diperlukan usaha penghematan energi. Permasalahannya adalah bagaimana melakukan peningkatan pencahayaan dan sekaligus hemat energi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah lampu ruang kelas sehingga mencapai iluminansi sesuai SNI, namun hemat energi. Metoda penelitian adalah membuat model ruang kelas dengan pencahayaan yang memenuhi SNI dan ada otomatisasi on/off lampu ruang. Langkahnya berupa simulasi dengan menggunakan software dialux, sehingga dapat diketahui jumlah lampu yang harus ditambahkan. Metode untuk penghematan energi berupa pemasangan sistem otomatisasi on/off lampu ruang kelas. Hasil penelitian adalah adanya peningkatan iluminansi rata-rata dari 213,8 lux menjadi 350 lux yang telah sesuai SNI, sehingga kenyamanan visual dapat tercapai. Intervensi otomatisasi on/off, dilakukan dengan pemasangan berupa 3 sensor gerak dengan tipe sensor gelombang mikro efek Doppler pada ruangaan kelas. Lampu akan menyala jika ada gerakan siswa atau guru yang memasuki ruangan, dan lampu akan mati jika tidak ada siswa atau guru. Jadi lampu tidak terus menerus menyala selama 10 jam.  Adanya intervensi ini, terjadi penghematan energi listrik sebesar 14,004 KWH selama 1 (satu) bulan.
照明干预与教室灯光自动化,以获得视觉和节能舒适
室内照明的质量是照明/照度,光色和眩光的水平。教室作为学习和教学的场所,需要高质量的照明。本研究使用一间教室进行个案研究,即雅加达西部的Perti Tomang伊斯兰职业学校,但照明有限。经测量,该教室的照度不符合SNI室内照明标准。出于这个原因,教室需要照明干预,以增加照明的形式。改善照明对增加电力的使用有影响,因此需要努力节约能源。问题是如何在增加照明的同时节约能源。本研究的目的是确定教室灯具的数量,使其在达到SNI照度的同时仍能达到节能的目的。研究方法是制作一个符合SNI要求的照明教室模型,并且有自动开/关房间灯。该步骤采用dialux软件模拟的形式,这样就可以知道必须添加的灯的数量。节约能源的方法是为教室的灯安装一个自动开关系统。本研究得到的结果是平均照度从213.8 lux增加到350 lux,符合SNI,从而达到视觉舒适。通过在教室内安装3个多普勒效应微波传感型运动传感器,实现自动干预的开/关。如果有学生或老师进入房间,灯就会打开,如果没有学生或老师,灯就会关闭。因此,灯不是连续点亮10小时。通过本次干预,1个月可节约电能14004千瓦时。关键词:干预;照度;自动开/关灯;视觉舒适;【摘要】肯尼亚人的视觉感知能力强,可感知能力强,可感知能力强。参数杨门门图坎,黄伯奎里塔,叶图亭卡特,潘克夏,卢明西,沃娜,丹克斯劳。Ruang kelas sebagai tempat belajar,成员lukan pencahayaan yang berkualitas。Penelitian ini menggunakan ruang kelas untuk studi kasus, yitu di SMK Islam Perti Tomang Jakarta Barat, namun dibatasi tentanuminansi。Berdasarkan hasil pengukuran, iluminansi rata-rata ruangan kelas ini, belum memenuhi standard penahayaan ruang sesuai SNI。Untuk itu diperlukan intervensi - iluminani padang kelas, berupa peningkatan pencahayaan。Peningkatan pencahayaan berdampak padingkatan penggunaan daya listrik, untuk itu diperlukan usaha penghamanenergi。Permasalahannya adalah bagaimana melakukan peningkatan pencahayaan dan sekaligus hemat energi。Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah lampu ruang kelas seingga menapai iluminansi sesuai SNI, namun hemat energy。元数据模型的数据集模型,如:dengan penhahahaan yang的数据集模型,如:SNI数据集的数据集模型。Langkahnya berupa simulasasdenan menggunakan软件dialux, seingga dapat diketahui jumlah lampu yang harus ditambahkan。方法:将彭氏能量分解为一种能量分解系统。Hasil penelitian adalah adanya peningkatan iluminansi rata-rata dari 213,8 lux menjadi 350 lux yang telah sesuai SNI, seingga kenyamanan visual dapat tercapan。介入性手术的开/关,dilakukan dengan pemasangan berupa 3传感器gerakan dengan type传感器gelombang微型多普勒padangangan kelas。Lampu阿坎人menyala吉卡ada红十字会内唯一一名gerakan siswa atau大师杨memasuki ruangan,丹Lampu阿坎人马蒂斯著名吉卡有些红十字会内唯一一名ada siswa atau大师。Jadi lampu tidak terus menerus menyala selama果酱。Adanya干预ini, terjadi penghman能源清单显示,1号(satu) bulan发电量为14,004千瓦时。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信