{"title":"The Journey of Finding Paths in Javanese Court Dance by Sensory and Somatic Experiences of Taiwanese","authors":"Ching‐Ching Mai","doi":"10.24821/jousa.v8i2.6151","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Is it possible to discover the spirit of another culture just by feeling without knowing? What happened when Taiwanese met the Javanese court dances with body and senses only? Can we compare Srimpi (one of the court dance forms of Java) and Tai Chi Chuan of China? How to learn and feel the dance culture? In the Javanese court dance workshop, my classmates and I were in our own “webs of senses” instead of “webs of meanings” to embody a little bit of Javanese court in Taiwan. To listen to gamelan music, to touch the sampur (a long strip of cloth used while dancing) and floor, to shape the body in the frame, to feel other dancers’ movements; all that confused us and made us get lost in the contexts of Java for a long time. Finding paths to learn the dances is a personal journey for one’s own and via which one may understand more about different cultures and more about oneself as well. I will share the experiences of some learners, including myself, to discuss the meanings of what we suffered and what we rebuilt. Perjalanan Menemukan Tuntunan dalam Menarikan Tarian Keraton Jawa melalui Pengalaman Sensori dan Somatik Orang Taiwan. Mungkinkah menemukan semangat budaya lain hanya dengan merasakan tanpa mengetahui? Apa yang terjadi ketika orang Taiwan bertemu dengan tarian keraton Jawa hanya dengan tubuh dan indera mereka? Bisakah kita membandingkan Srimpi (salah satu tarian keraton Jawa) dengan Tai Chi Chuan dari Cina? Bagaimana cara mempelajari dan merasakan budaya dari sebuah tarian? Dalam lokakarya tari keraton Jawa, saya dan teman-teman sekelas berada dalam “perangkap indera” kami sendiri, bukannya “perangkap makna” untuk mewujudkan sedikit keraton Jawa di Taiwan. Mendengarkan musik gamelan, menyentuh sampur dan lantai, membentuk tubuh agar sesuai bingkai, merasakan gerakan penari lain; semua membingungkan kami dan membuat kami tersesat dalam konteks Jawa untuk waktu yang lama. Menemukan tuntunan untuk mempelajari tarian adalah perjalanan yang bersifat pribadi, dan melalui perjalanan tersebut seseorang dapat memahami lebih banyak tentang budaya yang berbeda maupun tentang diri sendiri. Saya akan membagikan pengalaman beberapa pelajar Taiwan, termasuk saya sendiri, untuk menjelaskan kesulitan yang telah kami lalui dan apa yang berhasil kami bangun kembali. ","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-06-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Urban Society's Arts","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24821/jousa.v8i2.6151","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Is it possible to discover the spirit of another culture just by feeling without knowing? What happened when Taiwanese met the Javanese court dances with body and senses only? Can we compare Srimpi (one of the court dance forms of Java) and Tai Chi Chuan of China? How to learn and feel the dance culture? In the Javanese court dance workshop, my classmates and I were in our own “webs of senses” instead of “webs of meanings” to embody a little bit of Javanese court in Taiwan. To listen to gamelan music, to touch the sampur (a long strip of cloth used while dancing) and floor, to shape the body in the frame, to feel other dancers’ movements; all that confused us and made us get lost in the contexts of Java for a long time. Finding paths to learn the dances is a personal journey for one’s own and via which one may understand more about different cultures and more about oneself as well. I will share the experiences of some learners, including myself, to discuss the meanings of what we suffered and what we rebuilt. Perjalanan Menemukan Tuntunan dalam Menarikan Tarian Keraton Jawa melalui Pengalaman Sensori dan Somatik Orang Taiwan. Mungkinkah menemukan semangat budaya lain hanya dengan merasakan tanpa mengetahui? Apa yang terjadi ketika orang Taiwan bertemu dengan tarian keraton Jawa hanya dengan tubuh dan indera mereka? Bisakah kita membandingkan Srimpi (salah satu tarian keraton Jawa) dengan Tai Chi Chuan dari Cina? Bagaimana cara mempelajari dan merasakan budaya dari sebuah tarian? Dalam lokakarya tari keraton Jawa, saya dan teman-teman sekelas berada dalam “perangkap indera” kami sendiri, bukannya “perangkap makna” untuk mewujudkan sedikit keraton Jawa di Taiwan. Mendengarkan musik gamelan, menyentuh sampur dan lantai, membentuk tubuh agar sesuai bingkai, merasakan gerakan penari lain; semua membingungkan kami dan membuat kami tersesat dalam konteks Jawa untuk waktu yang lama. Menemukan tuntunan untuk mempelajari tarian adalah perjalanan yang bersifat pribadi, dan melalui perjalanan tersebut seseorang dapat memahami lebih banyak tentang budaya yang berbeda maupun tentang diri sendiri. Saya akan membagikan pengalaman beberapa pelajar Taiwan, termasuk saya sendiri, untuk menjelaskan kesulitan yang telah kami lalui dan apa yang berhasil kami bangun kembali.
有没有可能在不了解的情况下,仅仅凭感觉就能发现另一种文化的精神呢?当台湾人遇到爪哇宫廷舞时,只有身体和感官会发生什么?我们可以比较一下斯林比(爪哇的一种宫廷舞蹈)和中国的太极拳吗?如何学习和感受舞蹈文化?在爪哇宫廷舞工作坊里,我和我的同学们在我们自己的“感官之网”而不是“意义之网”中去体现一点台湾的爪哇宫廷。听佳美兰音乐,触摸桑普尔(一种跳舞时使用的长条布)和地板,在框架中塑造身体,感受其他舞者的动作;所有这些都让我们感到困惑,让我们在Java环境中迷失了很长一段时间。寻找学习舞蹈的路径是一个人的个人旅程,通过它你可以更多地了解不同的文化,也更多地了解自己。我将分享一些学习者的经历,包括我自己,来讨论我们所遭受的和我们重建的意义。Perjalanan Menemukan Tuntunan dalam Menarikan ian Keraton爪哇melalui Pengalaman Sensori dan Somatik Orang台湾。光明,光明,光明,光明,光明,光明,光明,光明?Apa yang terjadi ketika orang台湾bertemu dengan an an keraton爪哇汉尼亚dengan tubuh danindera mereka?比萨卡·基多·斯林皮(salah satu will keraton爪哇)登根太极在中国?Bagaimana cara mempelajari dan merasakan budaya dari sebuah ?Dalam lokakarya tari keraton Jawa, saya dan teman-teman sekelas berada Dalam " perangkap indera " kami sendiri, bukannya " perangkap makna " untuk mewujudkan sedikit keraton Jawa di Taiwan。menmenentuh sampur dan lantai, menbentuk tubuh agar sesuai bingkai, merasakan gerakan penari lain;梵天,梵天,梵天,梵天,梵天,梵天,梵天。我的意思是说,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾,台湾