{"title":"THE IMPORTANCE OF SOCIALIZATION OF POSYANDU TO IMPROVE POSYANDU VISITING, KNOWLEDGE, AND COMMUNITY ATTITUDE TO IMPROVE IMMUNIZATION ACHIEVEMENTS","authors":"Welhan Chau, Y. Firmansyah","doi":"10.24912/jmstkik.v5i2.9304","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Data from WHO shows that every year in the world, there are 1.5 million infant deaths one week old and 1.4 million stillbirths due to not getting immunized. Infant Mortality Rate (IMR) is one of the most critical indicators that determine the degree of health and welfare of a community. This research was conducted to assess the importance of the socialization of posyandu activities and the role of cadres to invite citizens to come to Posyandu because one of the factors that encourage the completeness of immunization is the presence of mothers to Posyandu in addition to other factors that might play a role such as mothers' knowledge and attitudes towards immunization. The design of this study is a quantitative analytic cross-sectional approach carried out in Posyandu Teratai 1, in the January 2020 period. The sample of this study is all mothers who have 5-year-old babies who are in the coverage area of the Posyandu Teratai 1. The independent variable is the routine or non-routine of the respondents present during the implementation of Posyandu Teratai 1, their knowledge and attitudes towards immunization. The dependent variable in this study is the child's immunization status—the statistical analysis used Chi-square with Yates Correction or Fisher Exact alternative test. Results Statistical test results show that routine attendance at the Posyandu (p-value <0.001) plays a substantial role in completing immunization. While knowledge and attitudes do not represent a significant role, but they still have a particular influence on the completeness of immunization (p-values: 0.098 and 0.240). A factor that has a role in increasing the number of immunization outcomes in an area is to encourage the presence of mothers to come to Posyandu routinely. AbstrakData WHO menunjukkan bahwa setiap tahun di dunia terdapat 1,5 juta kematian bayi usia satu minggu dan 1,4 juta bayi lahir mati karena tidak diimunisasi. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator terpenting yang menentukan derajat kesehatan dan kesejahteraan suatu masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pentingnya sosialisasi kegiatan posyandu dan peran kader untuk mengajak warga datang ke posyandu karena salah satu faktor yang mendorong kelengkapan imunisasi adalah kehadiran ibu ke posyandu disamping faktor lain yaitu mungkin memainkan peran seperti pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu Teratai 1 periode Januari 2020. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 5 tahun yang berada di wilayah cakupan Posyandu Teratai 1. Variabel bebasnya adalah rutin atau tidak rutinnya responden yang hadir selama pelaksanaan Posyandu Teratai 1, pengetahuan dan sikap mereka terhadap imunisasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status imunisasi anak—analisis statistik menggunakan uji Chi-square dengan Yates Correction atau uji alternatif Fisher Exact. Hasil Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kehadiran rutin di Posyandu (p-value <0,001) berperan penting dalam menyelesaikan imunisasi. Sedangkan pengetahuan dan sikap tidak memiliki peran yang signifikan, tetapi masih memiliki pengaruh khusus terhadap kelengkapan imunisasi (p-values: 0,098 dan 0,240). Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan angka luaran imunisasi di suatu daerah adalah mendorong kehadiran ibu untuk datang ke posyandu secara rutin. Kata kunci: imunisasi; posyandu; kader; pengetahuan; kehadiran","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jmstkik.v5i2.9304","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Data from WHO shows that every year in the world, there are 1.5 million infant deaths one week old and 1.4 million stillbirths due to not getting immunized. Infant Mortality Rate (IMR) is one of the most critical indicators that determine the degree of health and welfare of a community. This research was conducted to assess the importance of the socialization of posyandu activities and the role of cadres to invite citizens to come to Posyandu because one of the factors that encourage the completeness of immunization is the presence of mothers to Posyandu in addition to other factors that might play a role such as mothers' knowledge and attitudes towards immunization. The design of this study is a quantitative analytic cross-sectional approach carried out in Posyandu Teratai 1, in the January 2020 period. The sample of this study is all mothers who have 5-year-old babies who are in the coverage area of the Posyandu Teratai 1. The independent variable is the routine or non-routine of the respondents present during the implementation of Posyandu Teratai 1, their knowledge and attitudes towards immunization. The dependent variable in this study is the child's immunization status—the statistical analysis used Chi-square with Yates Correction or Fisher Exact alternative test. Results Statistical test results show that routine attendance at the Posyandu (p-value <0.001) plays a substantial role in completing immunization. While knowledge and attitudes do not represent a significant role, but they still have a particular influence on the completeness of immunization (p-values: 0.098 and 0.240). A factor that has a role in increasing the number of immunization outcomes in an area is to encourage the presence of mothers to come to Posyandu routinely. AbstrakData WHO menunjukkan bahwa setiap tahun di dunia terdapat 1,5 juta kematian bayi usia satu minggu dan 1,4 juta bayi lahir mati karena tidak diimunisasi. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator terpenting yang menentukan derajat kesehatan dan kesejahteraan suatu masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pentingnya sosialisasi kegiatan posyandu dan peran kader untuk mengajak warga datang ke posyandu karena salah satu faktor yang mendorong kelengkapan imunisasi adalah kehadiran ibu ke posyandu disamping faktor lain yaitu mungkin memainkan peran seperti pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu Teratai 1 periode Januari 2020. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 5 tahun yang berada di wilayah cakupan Posyandu Teratai 1. Variabel bebasnya adalah rutin atau tidak rutinnya responden yang hadir selama pelaksanaan Posyandu Teratai 1, pengetahuan dan sikap mereka terhadap imunisasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status imunisasi anak—analisis statistik menggunakan uji Chi-square dengan Yates Correction atau uji alternatif Fisher Exact. Hasil Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kehadiran rutin di Posyandu (p-value <0,001) berperan penting dalam menyelesaikan imunisasi. Sedangkan pengetahuan dan sikap tidak memiliki peran yang signifikan, tetapi masih memiliki pengaruh khusus terhadap kelengkapan imunisasi (p-values: 0,098 dan 0,240). Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan angka luaran imunisasi di suatu daerah adalah mendorong kehadiran ibu untuk datang ke posyandu secara rutin. Kata kunci: imunisasi; posyandu; kader; pengetahuan; kehadiran
世卫组织的数据显示,世界上每年有150万名1周大的婴儿死亡,140万名因未接种疫苗而死产。婴儿死亡率是决定一个社区健康和福利程度的最关键指标之一。进行这项研究是为了评估posyandu活动社会化的重要性以及干部邀请公民来posyandu的作用,因为除了母亲对免疫接种的知识和态度等其他可能起作用的因素外,鼓励完成免疫接种的因素之一是posyandu的母亲在场。本研究的设计是在2020年1月期间在Posyandu Teratai 1进行的定量分析横断面方法。本研究的样本是在Posyandu Teratai 1覆盖范围内所有有5岁婴儿的母亲。自变量是在实施Posyandu Teratai 1期间出席的应答者的常规或非常规情况、他们对免疫接种的知识和态度。本研究的因变量为儿童免疫状况,统计分析采用卡方Yates校正或Fisher精确替代检验。结果统计检验结果显示,常规到Posyandu就诊(p值<0.001)对完成免疫接种有重要作用。虽然知识和态度不代表显著的作用,但它们仍然对免疫的完整性有特别的影响(p值:0.098和0.240)。在增加一个地区免疫结果数量方面发挥作用的一个因素是鼓励母亲定期到波尚度来。【摘要】数据:WHO menunjukkan bahwa - seap - tahuni - di - unika terdapa 1,5 juta - kematian - unika 1,5 juta - unika 1,4 juta - unika hir - mattika - unika - unika 1。Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah - satu indicator (merupakan - salah - satu),指的是在一个特定的时间点,在一个特定的时间点,在一个特定的时间点,在一个特定的时间点。Penelitian ini dilakukan untuk menilai pentingnya社会主义,社会主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义,政治主义分析,分析,分析,横向分析,分析,分析,分析,分析,分析,分析,分析,分析,分析,分析,分析,研究,1期,2020年1月。样本penelitian ini adalah seluruh ibu yang memoriliki bayi berusia 5 tahun yang berada di wilayah cakupan Posyandu Teratai 1。1 .变量bebasnya adalah rutin atatak rutinya响应yang hadir selama pelaksanaan Posyandu Teratai 1, pengetahuan dan sikap mereka terhadap imunisasi。变量terikat dalam penelitian ini adalis状态分析-分析统计孟古纳肯乌吉卡方邓甘耶茨校正乌吉替代费雪精确。Hasil Hasil uji统计menunjukkan bahwa kehadiran rutin di Posyandu (p值< 0.001)berperan penperam menyelesaikan imunisasi。Sedangkan pengetahuan dan sikap tidak memiliki peran yang signikan, tetapi masih memiliki pengaruh khusus terhadap kelengkapan imunisasi (p值:0,098和0,240)。萨拉赫是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子,是一名男子。Kata kunci: imunisasi;posyandu;就;pengetahuan;kehadiran