Pelatihan Pembuatan Lele Kering dan Pemasaran Daring pada Sektor Agrobisnis Perikanan di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan)

Putri Noviana T., M. Mardhatillah
{"title":"Pelatihan Pembuatan Lele Kering dan Pemasaran Daring pada Sektor Agrobisnis Perikanan di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan)","authors":"Putri Noviana T., M. Mardhatillah","doi":"10.19105/pjce.v3i1.4946","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This article observes training on producing dried catfish and seeling them online among catfish business owners at Bugih Village, Pamekasan Regency. Catfish cultivation in the area has been running so good that it is also processed into the dried catfish. Catfish cultivation and its processed products can be  highly potential goods to sell amid the community's economic difficulties due to the COVID-19 pandemic. Catfish, which has been so far known only as fish eaten with rice in a meal, can be further processed such as becoming dried fish. The dried fish can increase public interest due to its durability. Those who don’t eat catfish in any common way can also be interested to taste the dried one. However, its market target is still limited to Pamekasan local area so that PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) participants in the area initiated to train the catfish sellers to dry the catfish and use online selling to enlarge potential customers and selling. We use SWOT analysis to capture the community service agenda after explaining the program quite detail. It reveals that catfish businessmen in the area are interested in processing dried catfish due to easy making process and economic potential of the product. They are also enthusiast to use online marketing wishing that it can increase income and help them dealing with economic difficulties during Covid-19 pandemic. \n(Artikel ini menyoroti pelatihan pembuatan lele kering dan pemasaran daring di kalangan para pebisnis lele di Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan.  Budidaya lele di Kelurahan Bugih Kabupaten Pamekasan berjalan cukup baik, bahkan ada yang sudah membuat lele kering. Budidaya lele dan olahan produknya sangatlah potensial untuk dijual di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19. Lele yang selama ini hanya dikenal sebagai lauk yang biasa dimakan bersama nasi dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti ikan kering. Lele kering berpotensi meningkatkan minat beli  masyarakat karena sifatnya yang tahan lama. Mereka yang tidak mau mengonsumsi lele seperti biasa juga mungkin tertarik mencicipi lele kering. Akan tetapi, pemasaran lele kering ini masih terbatas di wilayah lokal Pamekasan saja sehingga peserta PKM daerah setempat berinisiatif mengadakan pelatihan pembuatan lele kering dan pemasarannya secara daring untuk menambah pembeli potensial dan jumlah penjualan. Kami menggunakan anailsis SWOT untuk memotret pengabdian masyarakat tersebut setelah menjelaskannya cukup detail).","PeriodicalId":243159,"journal":{"name":"PERDIKAN (Journal of Community Engagement)","volume":"103 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-08-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"PERDIKAN (Journal of Community Engagement)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.19105/pjce.v3i1.4946","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

This article observes training on producing dried catfish and seeling them online among catfish business owners at Bugih Village, Pamekasan Regency. Catfish cultivation in the area has been running so good that it is also processed into the dried catfish. Catfish cultivation and its processed products can be  highly potential goods to sell amid the community's economic difficulties due to the COVID-19 pandemic. Catfish, which has been so far known only as fish eaten with rice in a meal, can be further processed such as becoming dried fish. The dried fish can increase public interest due to its durability. Those who don’t eat catfish in any common way can also be interested to taste the dried one. However, its market target is still limited to Pamekasan local area so that PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) participants in the area initiated to train the catfish sellers to dry the catfish and use online selling to enlarge potential customers and selling. We use SWOT analysis to capture the community service agenda after explaining the program quite detail. It reveals that catfish businessmen in the area are interested in processing dried catfish due to easy making process and economic potential of the product. They are also enthusiast to use online marketing wishing that it can increase income and help them dealing with economic difficulties during Covid-19 pandemic. (Artikel ini menyoroti pelatihan pembuatan lele kering dan pemasaran daring di kalangan para pebisnis lele di Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan.  Budidaya lele di Kelurahan Bugih Kabupaten Pamekasan berjalan cukup baik, bahkan ada yang sudah membuat lele kering. Budidaya lele dan olahan produknya sangatlah potensial untuk dijual di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19. Lele yang selama ini hanya dikenal sebagai lauk yang biasa dimakan bersama nasi dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti ikan kering. Lele kering berpotensi meningkatkan minat beli  masyarakat karena sifatnya yang tahan lama. Mereka yang tidak mau mengonsumsi lele seperti biasa juga mungkin tertarik mencicipi lele kering. Akan tetapi, pemasaran lele kering ini masih terbatas di wilayah lokal Pamekasan saja sehingga peserta PKM daerah setempat berinisiatif mengadakan pelatihan pembuatan lele kering dan pemasarannya secara daring untuk menambah pembeli potensial dan jumlah penjualan. Kami menggunakan anailsis SWOT untuk memotret pengabdian masyarakat tersebut setelah menjelaskannya cukup detail).
Covid-19大流行期间对干鲶鱼生产和渔业产业在线营销的培训(帕米西摄政专题研究)
本文观察了帕梅卡桑摄制区Bugih村鲶鱼企业主在生产干鲶鱼和在网上销售鲶鱼方面的培训。该地区的鲶鱼养殖一直运行良好,因此也被加工成干鲶鱼。在新冠疫情造成的社区经济困难中,鲶鱼养殖及其加工产品可能是极具潜力的销售产品。迄今为止,人们只知道鲶鱼是和米饭一起吃的鱼,但它可以进一步加工,比如做成鱼干。由于鱼干的持久性,可以增加公众的兴趣。那些平时不吃鲶鱼的人也会有兴趣尝尝干鲶鱼。然而,其市场目标仍然局限于Pamekasan当地,因此该地区的PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat)参与者开始培训鲶鱼卖家晾晒鲶鱼,并利用网上销售来扩大潜在客户和销售。在详细解释了项目后,我们使用SWOT分析来捕捉社区服务议程。说明该地区鲶鱼商人对干鲶鱼加工有兴趣,因为该产品制作工艺简单,经济潜力大。他们也热衷于使用网络营销,希望它能增加收入,帮助他们应对新冠疫情期间的经济困难。(我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Budidaya leele di Kelurahan Bugih Kabupaten Pamekasan berjalan cucuup baik, bakan ada yang sudah成员lelekering。Budidaya lele danolahan产品sangatlah潜在的untuk双双,tengah kesulitan经济kkarena大流行Covid-19。乐乐杨selama ini hanya dikenal sebagai lauk yang biasa dimakan bersama nasi dapat dikembangkan menjadi产品olahan seperti ikkan kering。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Mereka yang tidak mao mengonsumsi leele seperti bias juga mungkin tertarik mencicipi lekering。Akan tetapi, pemasaran lelei masih terbatas di wilayah本地Pamekasan saja seingga peserta PKM daerah seperinisii mengadakan pelatihan pemasarannya secara daring untuk menambah pembeli潜在的dan jumlah penjualan。卡米·蒙古纳坎分析SWOT分析(图1)。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信