{"title":"PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DESA GIRITENGAH UNTUK MEWUJUDKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN","authors":"Titin Fatimah, F. I. Dewi, Endah Setyaningsih","doi":"10.24912/jmstkik.v6i2.23011","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The Covid-19 pandemic that has hit the world since the end of 2019 has had a very significant impact. However, apart from the impacts and challenges posed by Covid-19, it turns out that there are positive opportunities for rural areas, because they have proven to be more resilient in facing difficulties during the pandemic. The Borobudur area is a world heritage area that needs to be preserved. Currently Borobudur is one of the 5 Super Priority Tourism Destinations set by the Ministry of Tourism and Creative Economy. Currently the tourism trend in the Borobudur area is starting to develop in the form of alternative tours to the surrounding villages. The problem is the current development and management for the 20 potential villages are insufficient. For this reason, a strategy is needed to develop villages in the Borobudur area to become qualified tourism destinations. One of these villages was chosen as the research locus/place, namely Giritengah Village. Based on previous research, it was found that Giritengah village has problems including: a lack of quality human resources and a lack of awareness and participation of residents. It can be seen the lack of harmony in the relationship between communities, so that it becomes an obstacle in managing village tourism. In addition, the lack of facilities to support tourism activities at each existing destination, so it is necessary to prepare tourist facilities to support comfort and safety, both during the day and at night. The aim of the research is to formulate the development concept of rural tourism destinations which includes designing tourism destination and its supporting facilities, and then strengthening tourism awareness behavior for the local community. The research method used: mixed qualitative and quantitative methods (mix-method). Data collection techniques used field observations, interviews, literature studies, Focus Group Discussions (FGD), questionnaires and simulations. The results obtained are an increase in the tourism awareness of the Giritengah community, tourism destination design, and area lighting design for selected destination.\nKeywords: destination development; tourist village; area lighting design; sustainable tourism; Borobudur\nAbstrak\nPandemi Covid-19 yang melanda dunia yang terjadi sejak akhir 2019 memberikan dampak yang sangat signifikan. Namun, selain dampak dan tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19, ternyata ada peluang positif bagi pedesaan, karena terbukti lebih tangguh menghadapi kesulitan selama masa pandemi. Kawasan Borobudur merupakan sebuah kawasan world heritage yang perlu dilestarikan. Saat ini Borobudur menjadi salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan Kemenparekraf. Saat ini tren wisata di kawasan Borobudur mulai berkembang berupa wisata alternatif ke desa sekitarnya. Permasalahannya, pengembangan dan pengelolaan lebih lanjut untuk 20 desa di Borobudur belum optimal. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan desa-desa di Kawasan Borobudur untuk menjadi destinasi pariwisata yang berkualitas. Salah satu desa tersebut dipilih sebagai lokus/tempat riset, yaitu Desa Giritengah. Berdasarkan riset sebelumnya ditemukan, Desa Giritengah memiliki permasalahan antara lain: kurangnya kualitas SDM pengelola dan kurangnya kesadaran dan partisipasi warga, dapat dilihat kekurangharmonisan hubungan antar komunitas, sehingga menjadi kendala dalam pengelolaan pariwisata desa. Selain itu, minimnya fasilitas penunjang kegiatan wisata pada masing-masing destinasi yang ada, sehingga perlu penyiapan fasilitas wisata untuk mendukung kenyamanan dan keamanan, baik wisata di siang hari maupun malam hari. Tujuan penelitian untuk menyusun konsep pengembangan destinasi wisata pedesaan yang meliputi penataan kawasan objek kunjungan, fasilitas pendukung, dan penguatan perilaku sadar wisata bagi pengelola dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif (mix-method). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, wawancara, studi literatur dan Focus Group Discussion (FGD), kuesioner dan simulasi. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan sadar wisata masyarakat Giritengah, desain kawasan, dan desain pencahayaan kawasan destinasi terpilih.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jmstkik.v6i2.23011","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The Covid-19 pandemic that has hit the world since the end of 2019 has had a very significant impact. However, apart from the impacts and challenges posed by Covid-19, it turns out that there are positive opportunities for rural areas, because they have proven to be more resilient in facing difficulties during the pandemic. The Borobudur area is a world heritage area that needs to be preserved. Currently Borobudur is one of the 5 Super Priority Tourism Destinations set by the Ministry of Tourism and Creative Economy. Currently the tourism trend in the Borobudur area is starting to develop in the form of alternative tours to the surrounding villages. The problem is the current development and management for the 20 potential villages are insufficient. For this reason, a strategy is needed to develop villages in the Borobudur area to become qualified tourism destinations. One of these villages was chosen as the research locus/place, namely Giritengah Village. Based on previous research, it was found that Giritengah village has problems including: a lack of quality human resources and a lack of awareness and participation of residents. It can be seen the lack of harmony in the relationship between communities, so that it becomes an obstacle in managing village tourism. In addition, the lack of facilities to support tourism activities at each existing destination, so it is necessary to prepare tourist facilities to support comfort and safety, both during the day and at night. The aim of the research is to formulate the development concept of rural tourism destinations which includes designing tourism destination and its supporting facilities, and then strengthening tourism awareness behavior for the local community. The research method used: mixed qualitative and quantitative methods (mix-method). Data collection techniques used field observations, interviews, literature studies, Focus Group Discussions (FGD), questionnaires and simulations. The results obtained are an increase in the tourism awareness of the Giritengah community, tourism destination design, and area lighting design for selected destination.
Keywords: destination development; tourist village; area lighting design; sustainable tourism; Borobudur
Abstrak
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia yang terjadi sejak akhir 2019 memberikan dampak yang sangat signifikan. Namun, selain dampak dan tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19, ternyata ada peluang positif bagi pedesaan, karena terbukti lebih tangguh menghadapi kesulitan selama masa pandemi. Kawasan Borobudur merupakan sebuah kawasan world heritage yang perlu dilestarikan. Saat ini Borobudur menjadi salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan Kemenparekraf. Saat ini tren wisata di kawasan Borobudur mulai berkembang berupa wisata alternatif ke desa sekitarnya. Permasalahannya, pengembangan dan pengelolaan lebih lanjut untuk 20 desa di Borobudur belum optimal. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan desa-desa di Kawasan Borobudur untuk menjadi destinasi pariwisata yang berkualitas. Salah satu desa tersebut dipilih sebagai lokus/tempat riset, yaitu Desa Giritengah. Berdasarkan riset sebelumnya ditemukan, Desa Giritengah memiliki permasalahan antara lain: kurangnya kualitas SDM pengelola dan kurangnya kesadaran dan partisipasi warga, dapat dilihat kekurangharmonisan hubungan antar komunitas, sehingga menjadi kendala dalam pengelolaan pariwisata desa. Selain itu, minimnya fasilitas penunjang kegiatan wisata pada masing-masing destinasi yang ada, sehingga perlu penyiapan fasilitas wisata untuk mendukung kenyamanan dan keamanan, baik wisata di siang hari maupun malam hari. Tujuan penelitian untuk menyusun konsep pengembangan destinasi wisata pedesaan yang meliputi penataan kawasan objek kunjungan, fasilitas pendukung, dan penguatan perilaku sadar wisata bagi pengelola dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif (mix-method). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, wawancara, studi literatur dan Focus Group Discussion (FGD), kuesioner dan simulasi. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan sadar wisata masyarakat Giritengah, desain kawasan, dan desain pencahayaan kawasan destinasi terpilih.
2019年底以来席卷全球的新冠肺炎疫情影响非常重大。然而,除了2019冠状病毒病带来的影响和挑战之外,事实证明,农村地区也面临着积极的机遇,因为事实证明,在大流行期间,农村地区在面对困难时具有更强的抵御能力。婆罗浮屠地区是世界遗产,需要保护。目前,婆罗浮屠是旅游和创意经济部制定的5个超级优先旅游目的地之一。目前,婆罗浮屠地区的旅游趋势开始以周边村庄的替代旅游形式发展。问题是目前对这20个潜在村庄的开发和管理不足。因此,需要制定一项战略,将婆罗浮屠地区的村庄发展成为合格的旅游目的地。其中一个村庄被选为研究地点,即吉里腾加村。根据之前的研究发现,Giritengah村存在的问题包括:缺乏优质的人力资源,缺乏居民的意识和参与。可见社区关系的不和谐,成为村落旅游管理的障碍。此外,每个现有目的地都缺乏支持旅游活动的设施,因此有必要准备旅游设施,以支持白天和晚上的舒适和安全。研究的目的是制定乡村旅游目的地的开发理念,包括设计旅游目的地及其配套设施,然后加强当地社区的旅游意识行为。采用的研究方法:定性与定量混合方法(mix-method)。数据收集技术包括实地观察、访谈、文献研究、焦点小组讨论、问卷调查和模拟。所获得的结果是提高了吉里腾加社区的旅游意识,旅游目的地设计,以及选定目的地的区域照明设计。关键词:目的地开发;旅游村;区域照明设计;可持续的旅游;博罗布杜摘要2019年大流行Covid-19杨melanda dunia yang terjadi sejak akhir 2019成员kan dampak yang sangat significance。Namun, selain danpak dan tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19, ternyata ada peluang positiv pedesaan, karena terbukti lebih tanggui menghadapi kesulitan selama masa大流行。川山婆罗浮屠世界遗产。婆罗浮屠(Borobudur), menjadi salah satu dari。种子ini tren wisata di kawasan婆罗浮屠mulai berkembang berupa wisata alternatif ke desa sekitarnya。Permasalahannya, pengembangan和pengelolaan lebih lanjut untuk 20 desa di婆罗浮屠belum最佳。在川山婆罗浮屠上,我们的目标是“目的地”,“目的地”是“目的地”。Salah satu desa teresbut dipilih sebagai lokus/临时访问,yyitu desa Giritengah。Berdasarkan riset sebelumnya ditemukan, Desa Giritengah memiliki permasalahan anpariwisata Desa: kurangnya kualitas SDM pengelola dankurangnya kesadaran danpartisipasi warga, dapat dililhat kekurangharmonisan hubungan antar komunitas, sehinga menjadi kendala dalam pengelolaan pariwisata Desa。Selain itu, minimnya fasilitas penunjang kegiatan wisata pada masing-masing destinas yang ada, sehinga perlu penia japan fasilitas wisata untuk mendukung kenyamanan dan keamanan, baik wisata di siang hari maupun malam hari。Tujuan penelitian untuk menyusun konsep pengembangan destinasi wisata pedesaan yang meliputi penataan kawasan objek kunjungan, fasilitas pendukung, dan penguin an peraku sadar wisata bagi pengelola dan masyarakat。penelitian, menggunakan, Metode, gabungan, antara, qualitatif and kuantitatif(混合法)。研究数据,研究文献,焦点小组讨论(FGD),研究数据,模拟。Hasil yang didapatkan adalah peningkatan sadar wisata masyarakat Giritengah, desain kawasan, dan desain pencahayaan kawasan destinasi terpilih。