{"title":"Mengkritisi Teori Naskh dengan Pendekatan Maqashid: Telaah Pemikiran Jasser Auda","authors":"Hamdiah Latif","doi":"10.22373/jim.v19i1.12393","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"As an important part within the field studies of the Al-Qur'an (‘ulūmul Qur’ān), the theory of annulment (naskh) has been broadly discussed and criticized, either by Ushuliy or Mufassirin, since classical period on possibility of naskh occurrence within Al-Qur’an as well as its types and model as the example. Turning from this point, this article would like to talk about ideas on annulement (naskh) in which is broadly criticized by many contemporary Moslem scholars, i.e. a well known Muslim contemporary scholar from Egypt, Jasser Auda (1966 - now), trough maqashid (purposes of sharia) approach. By using bibliographical studies, this article would like to criticize dig on thoughts proposed and developed by Jasser Auda pertaining to the theory of naskh from the maqasid approach which could help us to get a more comprehensive understanding and discussion dealing with naskh theory in Al-Qur’an.ABSTRAKSebagai bagian penting dalam kajian studi Al-Qur'an ('ulūmul Qur'ān), teori pembatalan (naskh) telah banyak dibahas dan dikritisi secara luas, baik oleh ahli Ushuliy maupun Mufassirin, sejak periode klasik tentang kemungkinan kejadian naskh dalam Al-Qur'an serta jenis dan modelnya sebagai contoh. Berangkat dari poin ini, artikel ini ingin membahas tentang gagasan tentang pembatalan (naskh) yang banyak dikritik oleh para ulama kontemporer, diantaranya oleh seorang sarjana kontemporer Muslim terkenal asal Mesir, Jasser Auda (1966 - sekarang), melalui pendekatan maqashid (tujuan syariah). Dengan menggunakan kajian kepustakaan, artikel ini hendak menggali secara kritis pemikiran-pemikiran yang dikemukakan dan dikembangkan oleh Jasser Auda mengenai teori naskh dari pendekatan maqashid yang dapat membantu kita untuk mendapatkan pemahaman dan pembahasan yang lebih komprehensif mengenai teori naskh dalam Al-Qur'an. ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"95 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/jim.v19i1.12393","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
As an important part within the field studies of the Al-Qur'an (‘ulūmul Qur’ān), the theory of annulment (naskh) has been broadly discussed and criticized, either by Ushuliy or Mufassirin, since classical period on possibility of naskh occurrence within Al-Qur’an as well as its types and model as the example. Turning from this point, this article would like to talk about ideas on annulement (naskh) in which is broadly criticized by many contemporary Moslem scholars, i.e. a well known Muslim contemporary scholar from Egypt, Jasser Auda (1966 - now), trough maqashid (purposes of sharia) approach. By using bibliographical studies, this article would like to criticize dig on thoughts proposed and developed by Jasser Auda pertaining to the theory of naskh from the maqasid approach which could help us to get a more comprehensive understanding and discussion dealing with naskh theory in Al-Qur’an.ABSTRAKSebagai bagian penting dalam kajian studi Al-Qur'an ('ulūmul Qur'ān), teori pembatalan (naskh) telah banyak dibahas dan dikritisi secara luas, baik oleh ahli Ushuliy maupun Mufassirin, sejak periode klasik tentang kemungkinan kejadian naskh dalam Al-Qur'an serta jenis dan modelnya sebagai contoh. Berangkat dari poin ini, artikel ini ingin membahas tentang gagasan tentang pembatalan (naskh) yang banyak dikritik oleh para ulama kontemporer, diantaranya oleh seorang sarjana kontemporer Muslim terkenal asal Mesir, Jasser Auda (1966 - sekarang), melalui pendekatan maqashid (tujuan syariah). Dengan menggunakan kajian kepustakaan, artikel ini hendak menggali secara kritis pemikiran-pemikiran yang dikemukakan dan dikembangkan oleh Jasser Auda mengenai teori naskh dari pendekatan maqashid yang dapat membantu kita untuk mendapatkan pemahaman dan pembahasan yang lebih komprehensif mengenai teori naskh dalam Al-Qur'an.
作为《古兰经》(' ulūmul Qur' ān)实地研究的重要组成部分,自古典时期以来,无论是乌苏里利还是穆法西林,都对《古兰经》中naskh发生的可能性及其类型和模式进行了广泛的讨论和批评。从这一点出发,本文想谈谈被许多当代穆斯林学者广泛批评的关于解除婚姻(naskh)的观点,例如来自埃及的著名当代穆斯林学者Jasser Auda (1966 - now),通过maqashid(伊斯兰教法的目的)方法。本文试图通过文献研究的方法,从马卡西德的角度,对奥达提出和发展的纳斯赫理论进行批判挖掘,有助于我们对《古兰经》纳斯赫理论有一个更全面的认识和讨论。[摘要]sebagai bagian penting dalam kajian studi Al-Qur' ān, teori pembatalan (naskh) telah banyak dibahas dan dikritisi secara luas, baik oleh ahli Ushuliy maupun mufassiin, sejak period kllasik tentankemungkinan kejadian naskh dalam al - quuran serta jenis dan modelnya sebagai contoh。Berangkat dari point ini, artikel ini in membahas tentang gagasan tentang pembatalan (naskh) yang banyak dikritik oleh para ulama kontemporer, diantaranya oleh seorang sarjana kontemporer穆斯林terkenal asir, Jasser Auda (1966 - sekarang), melalui pendekatan maqashid (tujuan syariah)。这句话的意思是:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说。”