EFEKTIVITAS MINI PRIMER SET STR CODIS [FGA, CSF1PO & D21S11] DALAM DEGRADASI DNA EFEK PAPARAN SUHU TINGGI

Ahmad Yudianto, Ariyanto Wibowo, Indah Nuraini
{"title":"EFEKTIVITAS MINI PRIMER SET STR CODIS [FGA, CSF1PO & D21S11] DALAM DEGRADASI DNA EFEK PAPARAN SUHU TINGGI","authors":"Ahmad Yudianto, Ariyanto Wibowo, Indah Nuraini","doi":"10.24843/IJLFS.2019.V09.I01.P01","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Identifikasi forensik dengan pemeriksaan DNA yang dapat digunakan untuk menentukan asal usul anak; kasus paternitas; hubungan kekeluargaan; maupun identifikasi korban tak dikenal, semakin hari semakin diakui keberadaannya dalam menunjang penegakan hukum di tanah air. Hanya saja dalam perkembangannya pemeriksaan dengan menggunakan bahan DNA ini bukannya tanpa persoalan. Salah satu persoalan yang seringkali menjadi masalah yang serius bagi ahli DNA forensik maupun ahli DNA lainnya adalah kondisi DNA yang tergedradasi atau yang dikenal dengan istilah degraded DNA. Salah satu alternatif yang ditempuh dalam degradasi DNA  saat ini oleh ahli DNA forensik adalah melalui penggunaan mini primer set, yakni melalui metode pengurangan ukuran STR assays, pada pemeriksaan lokus DNA inti. Penelitian ini menggunakan mini primer CSF1PO, FGA & D21S11 pada bahan gigi molar dengan perlakuan paparan 5000C dalam waktu 20 dan 30 menit serta suhu 7500C dalam waktu 20 dan 30 menit. \nHasil yang didapatkan terjadi penurunan kadar DNA gigi yang bermankna (p<0.05) sebagai efek paparan suhu tinggi. Visualisasi hasil PCR didapatkan hanya lokus CSF1PO yang masih terdeteksi dengan mini primer pada paparan suhu 7500C selama 30 menit (paparan maksimal penelitian ini)  sehingga melalui lokus tersebut  sangat potensial dalam pemeriksaan identifikasi melalui analisis DNA terutama dalam kondisi terdegradasi efek paparan suhu tinggi, serta mempercepat proses identifikasi terutama pada kejadian bencana (mass disaster) maupun kasus-kasus kriminal lainnya.","PeriodicalId":185562,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS)","volume":"67 4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24843/IJLFS.2019.V09.I01.P01","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Identifikasi forensik dengan pemeriksaan DNA yang dapat digunakan untuk menentukan asal usul anak; kasus paternitas; hubungan kekeluargaan; maupun identifikasi korban tak dikenal, semakin hari semakin diakui keberadaannya dalam menunjang penegakan hukum di tanah air. Hanya saja dalam perkembangannya pemeriksaan dengan menggunakan bahan DNA ini bukannya tanpa persoalan. Salah satu persoalan yang seringkali menjadi masalah yang serius bagi ahli DNA forensik maupun ahli DNA lainnya adalah kondisi DNA yang tergedradasi atau yang dikenal dengan istilah degraded DNA. Salah satu alternatif yang ditempuh dalam degradasi DNA  saat ini oleh ahli DNA forensik adalah melalui penggunaan mini primer set, yakni melalui metode pengurangan ukuran STR assays, pada pemeriksaan lokus DNA inti. Penelitian ini menggunakan mini primer CSF1PO, FGA & D21S11 pada bahan gigi molar dengan perlakuan paparan 5000C dalam waktu 20 dan 30 menit serta suhu 7500C dalam waktu 20 dan 30 menit. Hasil yang didapatkan terjadi penurunan kadar DNA gigi yang bermankna (p<0.05) sebagai efek paparan suhu tinggi. Visualisasi hasil PCR didapatkan hanya lokus CSF1PO yang masih terdeteksi dengan mini primer pada paparan suhu 7500C selama 30 menit (paparan maksimal penelitian ini)  sehingga melalui lokus tersebut  sangat potensial dalam pemeriksaan identifikasi melalui analisis DNA terutama dalam kondisi terdegradasi efek paparan suhu tinggi, serta mempercepat proses identifikasi terutama pada kejadian bencana (mass disaster) maupun kasus-kasus kriminal lainnya.
用于高暴露效应的DNA降解的引语配方[FGA, CSF1PO和D21S11]
通过DNA检测可以用来确定孩子的起源的法医鉴定;鉴定案件;家庭关系;甚至受害者身份不明的身份也被越来越多地接受,帮助支持国内执法。只是在使用这些DNA材料进行的检查中并非没有问题。对法医和其他DNA专家来说,最严重的问题之一是脱氧核糖核酸(DNA)的脱氧核糖核酸状态。法医DNA学家目前进行DNA退化的另一种选择是在核脱氧核糖核酸检查中使用初级成套方法,即减少STR as说方法。本研究采用初级CSF1PO, FGA和D21S11的臼齿培养方法,在20和30分钟内暴露于5000多处,温度为7500C。所获得的结果是由于高温暴露而降低了单齿DNA (p<0.05)。可视化结果只是CSF1PO位点PCR得到初级迷你还检测到的最大暴露暴露温度7500C 30分钟(这项研究通过这些位点),尤其通过分析DNA鉴定检查中潜在的退化情况暴露在高温效应,尤其是在灾难性事件(识别和加快这一进程团灾难)和其他刑事案件。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书