{"title":"IMPLEMENTASI PENILAIAN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TATAP MUKA TERBATAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA","authors":"Asep Dudi Kurnia","doi":"10.51878/strategi.v2i1.887","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This article deals with the implementation of formative assessment in relation to students' learning motivation, especially English lessons in limited face-to-face learning conditions. The limited face-to-face learning is generally carried out in a short time so that teachers find it difficult to apply the formative assessment. Therefore, this study tries to explore the language assessment strategies carried out during the English lessons, and the extent to which students are motivated during the lessons. The research was conducted qualitatively with a case study design at a Madrasah Tsanawiyah in Ciamis, West Java. Observation and questionnaire were used to obtain data from a teacher and three students with different achievement. The data collected was analyzed qualitatively. Based on observation and questionnaire data, it can be seen that even in limited face-to-face learning conditions, formative assessment was still carried out in a shorter and simpler way, with the reduction of several aspects such as only teacher who gave questions to students and the HOTS application. There were several formative assessment strategies indicated such as questioning, discussion, presentation, making simple dialogues, role playing, and picture interpretation. These activities were of course adapted to the basic competencies that students must achieve, accompanied by feedback and reinforcement from the teacher. Appropriate criteria were also used to assess specific skills. During the formative assessment process, students felt enthusiastic and motivated, although some students still felt unconfident. To conclude, formative assessment is very necessary even in limited conditions of face-to-face learning, because in addition to understanding students’ achievement, their motivation will also increase. \nABSTRAKArtikel ini membahas tentang implementasi penilaian formatif yang dihubungkan dengan motivasi belajar siswa, khususnya pelajaran bahasa Inggris dalam kondisi pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas umumnya dilakukan secara singkat sehingga guru terkadang merasa kesulitan untuk menerapkan penilaian formatif. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba menggali strategi penilaian formatif yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran bahasa Inggris, serta sejauhmana siswa termotivasi dengan implementasi tersebut. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan desain studi kasus pada sebuah Madrasah Tsanawiyah di Ciamis, Jawa Barat. Observasi dan angket digunakan untuk memperoleh data dari seorang guru dan tiga orang siswa dengan prestasi berbeda. Data yang terkumpul lalu dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan data observasi dan angket, terlihat bahwa meskipun dalam kondisi pembelajaran tatap muka terbatas, penilaian formatif tetap dilakukan dalam porsi yang lebih singkat dan sederhana, dengan pengurangan beberapa aspek seperti pertanyaan yang hanya satu arah (guru kepada siswa) dan aplikasi pertanyaan HOTS. Ada beberapa strategi penilaian formatif dalam pembelajaran tatap muka terbatas seperti pertanyaan (questioning), diskusi, presentasi, membuat dialog sederhana, bermain peran (role play), dan picture interpretation. Aktivitas tersebut tentunya disesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang harus dicapai siswa, disertai oleh feedback/umpan balik dan juga penguatan. Kriteria penilaian yang sesuai juga digunakan untuk menilai keterampilan tertentu. Selama proses penilaian formatif, siswa pun merasa antusias dan termotivasi, meskipun sebagian siswa masih kurang percaya diri. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penilaian formatif sangatlah penting dilakukan, meskipun dalam kondisi yang terbatas, karena selain bisa mengetahui pencapaian siswa, motivasi mereka juga akan lebih meningkat.","PeriodicalId":235818,"journal":{"name":"STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-01-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.51878/strategi.v2i1.887","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
This article deals with the implementation of formative assessment in relation to students' learning motivation, especially English lessons in limited face-to-face learning conditions. The limited face-to-face learning is generally carried out in a short time so that teachers find it difficult to apply the formative assessment. Therefore, this study tries to explore the language assessment strategies carried out during the English lessons, and the extent to which students are motivated during the lessons. The research was conducted qualitatively with a case study design at a Madrasah Tsanawiyah in Ciamis, West Java. Observation and questionnaire were used to obtain data from a teacher and three students with different achievement. The data collected was analyzed qualitatively. Based on observation and questionnaire data, it can be seen that even in limited face-to-face learning conditions, formative assessment was still carried out in a shorter and simpler way, with the reduction of several aspects such as only teacher who gave questions to students and the HOTS application. There were several formative assessment strategies indicated such as questioning, discussion, presentation, making simple dialogues, role playing, and picture interpretation. These activities were of course adapted to the basic competencies that students must achieve, accompanied by feedback and reinforcement from the teacher. Appropriate criteria were also used to assess specific skills. During the formative assessment process, students felt enthusiastic and motivated, although some students still felt unconfident. To conclude, formative assessment is very necessary even in limited conditions of face-to-face learning, because in addition to understanding students’ achievement, their motivation will also increase.
ABSTRAKArtikel ini membahas tentang implementasi penilaian formatif yang dihubungkan dengan motivasi belajar siswa, khususnya pelajaran bahasa Inggris dalam kondisi pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas umumnya dilakukan secara singkat sehingga guru terkadang merasa kesulitan untuk menerapkan penilaian formatif. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba menggali strategi penilaian formatif yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran bahasa Inggris, serta sejauhmana siswa termotivasi dengan implementasi tersebut. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan desain studi kasus pada sebuah Madrasah Tsanawiyah di Ciamis, Jawa Barat. Observasi dan angket digunakan untuk memperoleh data dari seorang guru dan tiga orang siswa dengan prestasi berbeda. Data yang terkumpul lalu dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan data observasi dan angket, terlihat bahwa meskipun dalam kondisi pembelajaran tatap muka terbatas, penilaian formatif tetap dilakukan dalam porsi yang lebih singkat dan sederhana, dengan pengurangan beberapa aspek seperti pertanyaan yang hanya satu arah (guru kepada siswa) dan aplikasi pertanyaan HOTS. Ada beberapa strategi penilaian formatif dalam pembelajaran tatap muka terbatas seperti pertanyaan (questioning), diskusi, presentasi, membuat dialog sederhana, bermain peran (role play), dan picture interpretation. Aktivitas tersebut tentunya disesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang harus dicapai siswa, disertai oleh feedback/umpan balik dan juga penguatan. Kriteria penilaian yang sesuai juga digunakan untuk menilai keterampilan tertentu. Selama proses penilaian formatif, siswa pun merasa antusias dan termotivasi, meskipun sebagian siswa masih kurang percaya diri. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penilaian formatif sangatlah penting dilakukan, meskipun dalam kondisi yang terbatas, karena selain bisa mengetahui pencapaian siswa, motivasi mereka juga akan lebih meningkat.
本文探讨了形成性评价的实施与学生学习动机的关系,特别是在有限的面对面学习条件下的英语课程。有限的面对面学习通常在短时间内进行,教师难以运用形成性评价。因此,本研究试图探讨在英语课堂上实施的语言评估策略,以及学生在课堂上的动机程度。该研究在西爪哇省Ciamis的一所伊斯兰学校Tsanawiyah进行了定性研究,采用了案例研究设计。采用观察法和问卷调查法,对1名教师和3名成绩不同的学生进行调查。对收集到的数据进行定性分析。通过观察和问卷调查数据可以看出,即使在有限的面对面学习条件下,形成性评估的进行仍然更短、更简单,减少了仅由教师向学生提问、HOTS应用等几个方面。有几种形成性评估策略,如提问,讨论,展示,进行简单的对话,角色扮演和图片解释。这些活动当然适应了学生必须达到的基本能力,并伴随着老师的反馈和强化。适当的标准也被用来评估特定的技能。在形成性评价过程中,学生们感到热情和动力,尽管有些学生仍然感到不自信。总之,形成性评估是非常必要的,即使在有限的条件下面对面的学习,因为除了了解学生的成绩,他们的动机也会增加。[摘要]文章摘要:文章的主要内容是:杨迪胡邦坎登根的动机是什么?杨迪胡邦坎的动机是什么?Pembelajaran tatap muka terbatas umumnya dilakukan secara singkat sehinga guru terkadang merasa kesulitan untuk menerapkan penaiaiformatim。奥列巴布图,penelitian ini mencoba menggali战略,penelitian形成yang mungkin dilakukan dalam penbelajan bahasa Inggris, serta sejauhmansisa termotivatias dendenand implementassesebut。在爪哇巴拉巴拉的一所宗教学校里,有一项关于宗教教育的研究。观测数据显示,数据显示,数据显示,数据显示,数据显示,数据显示,数据显示,数据显示,数据显示。数据阳特拉普拉鲁分析的质量。Berdasarkan数据观测站,terlihat bahwa meskipun dalam kondisi pembelajaran tatap muka terbatas, penaitetetap dilakukan dalam porsi yang lebih singkat dan sederhana, dengan pengurangan beberapa asperti pertanyaan yang hanya satu arah (guru kepadsiswa)和applikkasi pertanyaan HOTS。Ada beberapa strategi penpenajaran tatap muka terbatas seperti pertanaan(提问),讨论,展示,备忘录对话,bermain peran(角色扮演),和图片解释。Aktivitas tersebut tentunya disesuaian dengan Kompetensi Dasar yang harus dicapai siswa, disertai oleh feedback/ unpan balik dan juga penguatan。朝鲜半岛的阳阳节是juga digunakan untuk menilai keterampilan tertentu。塞拉玛(Selama)提出了一种新的方法,即:建立一种新的形式,一种新的形式,一种新的形式。Oleh karena itu, dapat dispulkan bahwa penilaih formatif sangatlah penting dilakukan, meskipun dalam kondisi yang terbatas, karena selain bisa mengetahui penapaian siswa, motivasi mereka juga akan lebih meningkat。