{"title":"Pengaruh Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Pengawet Alami Daging Ayam","authors":"Nurlama Siregar, R. Riyanto, D. Anggraeni","doi":"10.31289/jibioma.v3i2.735","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Daging ayam merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan protein dan air yang tinggi, yang cepat mengalami pembusukan. Daun salam merupakan salah satu bahan alami karena dapat digunakan sebagai pengawet karena mengandung minyak atsiri, air, tanin, dan flavonoid yang dapat mencegah bakteri patogen penyebab pembusukan makanan. Ibu rumah tangga sering menggunakan daun salam untuk mengawetkan unggas, yang kerapatan ekstrak dan waktu perendamannya tidak diketahui. Parameter yang diamati adalah kombinasi warna, tekstur dan rasa ayam. Untuk perlakuan ayam digunakan ekstrak daun salam (Cygizium polyanthemum) dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, dan perlakuan diulang 4 kali selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang paling efektif digunakan sebagai pengawet alami unggas adalah perendaman dalam konsentrat ekstrak 60% selama 2 jam","PeriodicalId":340657,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA)","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31289/jibioma.v3i2.735","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Daging ayam merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan protein dan air yang tinggi, yang cepat mengalami pembusukan. Daun salam merupakan salah satu bahan alami karena dapat digunakan sebagai pengawet karena mengandung minyak atsiri, air, tanin, dan flavonoid yang dapat mencegah bakteri patogen penyebab pembusukan makanan. Ibu rumah tangga sering menggunakan daun salam untuk mengawetkan unggas, yang kerapatan ekstrak dan waktu perendamannya tidak diketahui. Parameter yang diamati adalah kombinasi warna, tekstur dan rasa ayam. Untuk perlakuan ayam digunakan ekstrak daun salam (Cygizium polyanthemum) dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, dan perlakuan diulang 4 kali selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang paling efektif digunakan sebagai pengawet alami unggas adalah perendaman dalam konsentrat ekstrak 60% selama 2 jam