{"title":"Dimensi Sosial dalam Hudud","authors":"Nur Fauzi Radliatul Fatah, Ulfatun Wahidatun Nisa","doi":"10.21111/jios.v1i1.4","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Islam menaruh perhatian yang besar terhadap stabilitas sosial. Al-Qur’an dan sunnah merangkum secara komprehensif batasan untuk tindakan-tindakan apa saja yang dapat mendegradasi nilai-nilai moral dan sosial. Selama berabad-abad umat Islam terjaga dari degradasi nilai-nilai moral dan sosial karena menjauhi batasan-batasan tersebut. Karenanya, umat Islam dapat fokus membentuk dan mengembangkan peradabannya, sehingga unggul, dominan dan diadopsi dalam banyak aspek selama sekian abad. Namun, dalam pertikaian Barat dengan umat Islam sejak abad-19, Barat menitikberatkan pada perang pemikiran dan keyakinan. Berusaha untuk memisahkan umat Islam dari pembacaan yang benar terhadap al-Qur’an dan sunnah. Menyusupkan keraguan-keraguan agar umat Islam hidup sebagai bagian dari refleksi peradaban Barat. Mereka terus mendistorsi bagunan politik, sosial dan ekomoni Islam guna menimbulkan kekacauan pemikiran. Hal tersebut telah mengakibatkan pemutarbalikan berbagai konsep dan pertentangan metode sehingga menjauhkan kaum Muslim dari pemikiran Islam yang sejatinya menjadi aturan yang harus diterapkan.[1] Semua itu mengakibatkan lemahnya keyakinan umat muslim dan tumbuhnya keraguan-keraguan, sehingga terjadilah pengambilan total terhadap nilai-nilai Barat tanpa melihat lagi adanya kontradiksi dengan syariat Islam. \n \n","PeriodicalId":350593,"journal":{"name":"Journal of Islamic and Occidental Studies","volume":"208 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Islamic and Occidental Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21111/jios.v1i1.4","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Islam menaruh perhatian yang besar terhadap stabilitas sosial. Al-Qur’an dan sunnah merangkum secara komprehensif batasan untuk tindakan-tindakan apa saja yang dapat mendegradasi nilai-nilai moral dan sosial. Selama berabad-abad umat Islam terjaga dari degradasi nilai-nilai moral dan sosial karena menjauhi batasan-batasan tersebut. Karenanya, umat Islam dapat fokus membentuk dan mengembangkan peradabannya, sehingga unggul, dominan dan diadopsi dalam banyak aspek selama sekian abad. Namun, dalam pertikaian Barat dengan umat Islam sejak abad-19, Barat menitikberatkan pada perang pemikiran dan keyakinan. Berusaha untuk memisahkan umat Islam dari pembacaan yang benar terhadap al-Qur’an dan sunnah. Menyusupkan keraguan-keraguan agar umat Islam hidup sebagai bagian dari refleksi peradaban Barat. Mereka terus mendistorsi bagunan politik, sosial dan ekomoni Islam guna menimbulkan kekacauan pemikiran. Hal tersebut telah mengakibatkan pemutarbalikan berbagai konsep dan pertentangan metode sehingga menjauhkan kaum Muslim dari pemikiran Islam yang sejatinya menjadi aturan yang harus diterapkan.[1] Semua itu mengakibatkan lemahnya keyakinan umat muslim dan tumbuhnya keraguan-keraguan, sehingga terjadilah pengambilan total terhadap nilai-nilai Barat tanpa melihat lagi adanya kontradiksi dengan syariat Islam.