Penerapan Pembelajaran Fisika Dengan Kegiatan Laboratorium Desain Pada Konsep Kalor Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa STKIP Bima
{"title":"Penerapan Pembelajaran Fisika Dengan Kegiatan Laboratorium Desain Pada Konsep Kalor Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa STKIP Bima","authors":"M. Subhan, E. Rahmawati","doi":"10.33627/GE.V2I1.139","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pembelajaran Laboratorium adalah suatu tempat untuk memberikan kepastian atau menguatkan informasi, menentukan hubungan sebab akibat, menunjukkan gejala, memverivikasi (konsep, teori, hukum, rumus) mengembangkan keterampilan proses, membantu siswa belajar menggunakan metoda ilmiah dalam memecahkan masalah dan untuk melaksanakan penelitian. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari lima tahap yaitu; Perencanaan, Tindakan, Observasi, Evaluasi dan Refleksi. Data keterampilan proses sains siswa diperoleh melalui observasi sedangkan data pemahaman kosep fisika siswa diperoleh melalui tes evalusi belajar di setiap akhir siklus dengan model soal subyektif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil rata-rata dari Keterampilan Proses Sain Siswa untuk siklus I sebesar 64 % kategori cukup dan di siklus II sebesar 76 % dengan kategori baik, sedangkan hasil observasi aktivitas dan evaluasi pembelajaran pada siklus I adalah 70,6 % cukup aktif siklus II 82,4 % kategori aktif dan pemahaman konsep adalah 82,76 % dari jumlah keseluruhan 29 siswa dan masih dalam kategori belum tuntas. Pada siklus II terlihat perubahan yang signifikan untuk keterampilan proses 82,4 % sudah dalam kategori aktif, sedangkan untuk pemahaman konsep menigkat menjadi 86,21 sudah di kategorikan Tuntas","PeriodicalId":279906,"journal":{"name":"GRAVITY EDU ( JURNAL PENDIDIKAN FISIKA )","volume":"111 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-04-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"GRAVITY EDU ( JURNAL PENDIDIKAN FISIKA )","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33627/GE.V2I1.139","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pembelajaran Laboratorium adalah suatu tempat untuk memberikan kepastian atau menguatkan informasi, menentukan hubungan sebab akibat, menunjukkan gejala, memverivikasi (konsep, teori, hukum, rumus) mengembangkan keterampilan proses, membantu siswa belajar menggunakan metoda ilmiah dalam memecahkan masalah dan untuk melaksanakan penelitian. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari lima tahap yaitu; Perencanaan, Tindakan, Observasi, Evaluasi dan Refleksi. Data keterampilan proses sains siswa diperoleh melalui observasi sedangkan data pemahaman kosep fisika siswa diperoleh melalui tes evalusi belajar di setiap akhir siklus dengan model soal subyektif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil rata-rata dari Keterampilan Proses Sain Siswa untuk siklus I sebesar 64 % kategori cukup dan di siklus II sebesar 76 % dengan kategori baik, sedangkan hasil observasi aktivitas dan evaluasi pembelajaran pada siklus I adalah 70,6 % cukup aktif siklus II 82,4 % kategori aktif dan pemahaman konsep adalah 82,76 % dari jumlah keseluruhan 29 siswa dan masih dalam kategori belum tuntas. Pada siklus II terlihat perubahan yang signifikan untuk keterampilan proses 82,4 % sudah dalam kategori aktif, sedangkan untuk pemahaman konsep menigkat menjadi 86,21 sudah di kategorikan Tuntas