Nabila Yuli Firdaus, Nasidatul Usriyah, Najwa Muqoddas, Nurul Huda Farisya, Orisa Sativa Nathifah, Muhammad Reza Ali Syah, Mujiburrohman Mujiburrohman, Noer Fauzi, R. Astuti
{"title":"Pemanfaatan potensi bambu sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis Asset Based Community Development di Desa Bringsang Giligenting","authors":"Nabila Yuli Firdaus, Nasidatul Usriyah, Najwa Muqoddas, Nurul Huda Farisya, Orisa Sativa Nathifah, Muhammad Reza Ali Syah, Mujiburrohman Mujiburrohman, Noer Fauzi, R. Astuti","doi":"10.19105/pjce.v4i2.6868","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Bamboo is a very useful plant for the community's economic life. Traditionally, generally, bamboo can be used for various purposes, such as household utensils, handicrafts, and foodstuffs. Currently, the potential in the form of bamboo is abundant but still needs to be utilized by the community in Bringsang Village. Giligenting District, Sumenep Regency. This service-based research aims to carry out training and mentoring programs for the community regarding the utilization of bamboo assets as souvenirs with high economic value. The approach in this study uses the Aset Based Community Development (ABCD) method, which focuses on local assets, potential and domestic strengths. This research starts with production training, product branding training, and online and offline Marketing Training. This service-based research succeeded in creating souvenirs from bamboo in the form of key chains, decorative lights, figures, food plates, and drinking bottles with the branding \"BAMBRING\" Souvenirs typical of Bringsang. Through the role of Karang Taruna as a local group, this production process has the full support of the village government and other stakeholders. This product can be an alternative livelihood for the local community so that it can create products that have an impact on increasing mutual welfare.(Bambu merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Secara tradisional, umumnya bambu dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan bahan makanan. Saat ini, Potensi berupa bambu jumlahnya sangat melimpah namun masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Bringsang. Kec. Giligenting, Kab. Sumenep. Penelitian berbasis pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan aset bambu menjadi kerajinan souvenir bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode Aset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada aset, potensi dan kekuatan lokal domestik. Penelitian ini dimulai dari pelatihan produksi, pelatihan branding produk, dan Pelatihan Pemasaran secara online dan offline. Penelitian berbasis pengabdian ini berhasil menciptakan souvenir dari bambu berupa gantungan kunci, lampu hias, figura, tepak makan, dan botol minum dengan branding “BAMBRING” Souvenir khas Bringsang. Melalui peran Karang Taruna sebagai local group, proses produksi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan stakeholders lainnya. Produk ini dapat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat setempat sehingga dapat menciptakan produktifitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bersama).","PeriodicalId":243159,"journal":{"name":"PERDIKAN (Journal of Community Engagement)","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"PERDIKAN (Journal of Community Engagement)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.19105/pjce.v4i2.6868","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Bamboo is a very useful plant for the community's economic life. Traditionally, generally, bamboo can be used for various purposes, such as household utensils, handicrafts, and foodstuffs. Currently, the potential in the form of bamboo is abundant but still needs to be utilized by the community in Bringsang Village. Giligenting District, Sumenep Regency. This service-based research aims to carry out training and mentoring programs for the community regarding the utilization of bamboo assets as souvenirs with high economic value. The approach in this study uses the Aset Based Community Development (ABCD) method, which focuses on local assets, potential and domestic strengths. This research starts with production training, product branding training, and online and offline Marketing Training. This service-based research succeeded in creating souvenirs from bamboo in the form of key chains, decorative lights, figures, food plates, and drinking bottles with the branding "BAMBRING" Souvenirs typical of Bringsang. Through the role of Karang Taruna as a local group, this production process has the full support of the village government and other stakeholders. This product can be an alternative livelihood for the local community so that it can create products that have an impact on increasing mutual welfare.(Bambu merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Secara tradisional, umumnya bambu dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan bahan makanan. Saat ini, Potensi berupa bambu jumlahnya sangat melimpah namun masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Bringsang. Kec. Giligenting, Kab. Sumenep. Penelitian berbasis pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan aset bambu menjadi kerajinan souvenir bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode Aset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada aset, potensi dan kekuatan lokal domestik. Penelitian ini dimulai dari pelatihan produksi, pelatihan branding produk, dan Pelatihan Pemasaran secara online dan offline. Penelitian berbasis pengabdian ini berhasil menciptakan souvenir dari bambu berupa gantungan kunci, lampu hias, figura, tepak makan, dan botol minum dengan branding “BAMBRING” Souvenir khas Bringsang. Melalui peran Karang Taruna sebagai local group, proses produksi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan stakeholders lainnya. Produk ini dapat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat setempat sehingga dapat menciptakan produktifitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bersama).
竹子是一种对社区经济生活非常有用的植物。传统上,竹子通常可以用于各种用途,如家用器皿,手工艺品和食品。目前,竹材的潜力是丰富的,但仍需要由带桑村的社区加以利用。苏梅内普县吉利丁区。这项以服务为基础的研究旨在为社区开展关于利用竹资产作为高经济价值纪念品的培训和指导计划。本研究采用基于资产的社区发展(ABCD)方法,侧重于当地资产、潜力和国内优势。这项研究从生产培训、产品品牌培训和线上线下营销培训开始。这项以服务为基础的研究成功地用竹子制作了钥匙扣、装饰灯、人物、餐盘和饮水瓶等纪念品,并打上了“BAMBRING”的烙印。通过Karang Taruna作为一个地方团体的角色,这个生产过程得到了村政府和其他利益相关者的全力支持。这种产品可以成为当地社区的另一种生计,这样它就可以创造出对增加共同福利有影响的产品。Bambu merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan economi masyarakat。Secara traditional, umumnya bambu dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan bahan makanan。这是我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想。Kec。Giligenting,出租车。Sumenep。Penelitian berbasis pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan程序pelatihan dan pendampingan和kepaada masyarakat mengenai permanfaatan资产bambu menjadi kera济南纪念品berilai经济tinggi。以资产为基础的社区发展(ABCD)是指以资产为基础的社区发展(ABCD),以资产为基础的社区发展(ABCD)。pelatihan品牌产品,pelatihan品牌产品,pelatihan品牌产品,pelatihan品牌产品,pelatihan品牌产品线上和线下。Penelitian berbasis pengabdian ini berhasil menciptakan纪念品dari bambu berupa gantungan kunci, lampu hias, figura, tepak makan, danbotol mindengan品牌“BAMBRING”纪念品khas Bringsang。当地组织Melalui peran Karang Taruna sebagai,处理产品,并与利益相关者合作。Produk ini dapat menjadi alternatif mata penaharian masyarakat setempat sehinga dapat menciptakan produktifitas yang berdampak padingkatan kesejahteraan bersama)。