{"title":"PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI SEKOLAH DASAR DENGAN GANGGUAN NEUROPSIYCHOLOGY","authors":"Asep Ediana Latip, Asep Supena","doi":"10.32678/PRIMARY.V10I02.1290","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Potensi peserta didik yang beragam dalam suatu kelas pembelajaran merupakan hal yang perlu dipahami oleh seorang guru kelas. Kemampuan memahami keragaman potensi peserta didik merupakan bagian dari kompetensi pedagogik guru. Kajian ini bertujuan untuk memberikan informasi berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar dengan peserta didik yang mengalami gangguan neuropsichology. Apalagi dengan diterapkannya kebijakan pelaksanaan pendidikan inklusi, suatu keharusan bagi guru kelas untuk memahami pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu pada kelas inklusi. Pada kelas inklusi dapat dipastikan terdapat peserta didik yang mengalami gangguan neuropsychology, seperti terdapat siswa yang mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), learning disabilities, autis, dan/atau tunagrahita, tunarungu, tunadaksa, tunawicara, tunanetra, tunalaras, serta tunaganda, meskipun pada kelas noninklusi, keragaman potensi peserta didik juga perlu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang developmentally appropriate practice dengan tingkatan pendidikan sekolah dasar. Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di kelas dengan terdapat siswa yang mengalami gangguan neuropsichology, atau pada sekolah dasar inklusi tentu membutuhkan setting pembelajaran yang bervariasi, misalnya menciptakan lingkungan belajar yang interatif (interactive learning environment) antara siswa dengan siswa atau antara guru dengan siswa. Pembahasan ini dilakukan dengan me-review literatur yang relevan, selanjutnya disintesis dan digeneralisasi sehingga diperoleh formula efektif dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar inklusi.","PeriodicalId":356649,"journal":{"name":"Primary : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Primary : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.32678/PRIMARY.V10I02.1290","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Potensi peserta didik yang beragam dalam suatu kelas pembelajaran merupakan hal yang perlu dipahami oleh seorang guru kelas. Kemampuan memahami keragaman potensi peserta didik merupakan bagian dari kompetensi pedagogik guru. Kajian ini bertujuan untuk memberikan informasi berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar dengan peserta didik yang mengalami gangguan neuropsichology. Apalagi dengan diterapkannya kebijakan pelaksanaan pendidikan inklusi, suatu keharusan bagi guru kelas untuk memahami pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu pada kelas inklusi. Pada kelas inklusi dapat dipastikan terdapat peserta didik yang mengalami gangguan neuropsychology, seperti terdapat siswa yang mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), learning disabilities, autis, dan/atau tunagrahita, tunarungu, tunadaksa, tunawicara, tunanetra, tunalaras, serta tunaganda, meskipun pada kelas noninklusi, keragaman potensi peserta didik juga perlu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang developmentally appropriate practice dengan tingkatan pendidikan sekolah dasar. Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di kelas dengan terdapat siswa yang mengalami gangguan neuropsichology, atau pada sekolah dasar inklusi tentu membutuhkan setting pembelajaran yang bervariasi, misalnya menciptakan lingkungan belajar yang interatif (interactive learning environment) antara siswa dengan siswa atau antara guru dengan siswa. Pembahasan ini dilakukan dengan me-review literatur yang relevan, selanjutnya disintesis dan digeneralisasi sehingga diperoleh formula efektif dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar inklusi.