GERAKAN REVOLUSI HIJAU PESANTREN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN EKOLOGI

Ribut Baidi, Ahmad Ahmad, Moh. Soheh
{"title":"GERAKAN REVOLUSI HIJAU PESANTREN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN EKOLOGI","authors":"Ribut Baidi, Ahmad Ahmad, Moh. Soheh","doi":"10.31102/ahsanamedia.9.2.2023.51-61","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kerusakan ekologi merupakan problem mendasar dan merata di Indonesia. Hal ini disebabkan aktifitas bisnis lingkungan yang dilakukan oleh pemodal individu maupun korporasi. Disisi lain, kerusakan ekologi juga disebabkan oleh aktifitas pertanian yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk atau zat kimia yang berlebihan untuk mendongkrak produktifitas hasil pertanian, dan juga pemanfaatan sumber mata air melalui program irigasi yang justru mematikan sumber air itu sendiri. Kerusakan ekologi akan berdampak terhadap rusaknya lahan pertanian dan akan menimbulkan potensi krisis pangan yang krusial diberbagai wilayah, inilah yang menjadi alasan peneliti melakukan penelitian ini. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan analisis data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika kerusakan ekologi, secara langsung membuka ruang pesantren ikut andil menggagas revolusi hijau sebagai gerakan pertanian ramah lingkungan dalam rangka mencegah dan mengantisipasi pencemaran dan kerusakan serta mencegah munculnya krisis pangan akibat lahan pertanian yang rusak. Pesantren dalam hal ini dituntut mengaplikasikan konsep dan ajaran keagamaan Islam yang tidak hanya bermuara terhadap penguatan spiritual keagamaan, relasi kemasyarakatan dan kemanusiaan, tetapi juga berperan serta menjaga lingkungan sebagai relasi kehidupan umat manusia. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pesantren hendaknya memiliki kepedulian yang lebih terhadap ekologi dan lahan hijau di pesantren.","PeriodicalId":143258,"journal":{"name":"AHSANA MEDIA","volume":"61 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-03-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"AHSANA MEDIA","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31102/ahsanamedia.9.2.2023.51-61","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Kerusakan ekologi merupakan problem mendasar dan merata di Indonesia. Hal ini disebabkan aktifitas bisnis lingkungan yang dilakukan oleh pemodal individu maupun korporasi. Disisi lain, kerusakan ekologi juga disebabkan oleh aktifitas pertanian yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk atau zat kimia yang berlebihan untuk mendongkrak produktifitas hasil pertanian, dan juga pemanfaatan sumber mata air melalui program irigasi yang justru mematikan sumber air itu sendiri. Kerusakan ekologi akan berdampak terhadap rusaknya lahan pertanian dan akan menimbulkan potensi krisis pangan yang krusial diberbagai wilayah, inilah yang menjadi alasan peneliti melakukan penelitian ini. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan analisis data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika kerusakan ekologi, secara langsung membuka ruang pesantren ikut andil menggagas revolusi hijau sebagai gerakan pertanian ramah lingkungan dalam rangka mencegah dan mengantisipasi pencemaran dan kerusakan serta mencegah munculnya krisis pangan akibat lahan pertanian yang rusak. Pesantren dalam hal ini dituntut mengaplikasikan konsep dan ajaran keagamaan Islam yang tidak hanya bermuara terhadap penguatan spiritual keagamaan, relasi kemasyarakatan dan kemanusiaan, tetapi juga berperan serta menjaga lingkungan sebagai relasi kehidupan umat manusia. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pesantren hendaknya memiliki kepedulian yang lebih terhadap ekologi dan lahan hijau di pesantren.
寄宿学校绿色革命运动,以防止生态破坏
生态破坏是印度尼西亚的一个基本和普遍问题。这是由个人投资者和企业所从事的环境商业活动造成的。另一方面,生态上的破坏也是由农业活动引起的,比如过度使用化肥或化学物质来提高农业生产力,以及通过灌溉计划对泉水的利用,这些灌溉计划导致水源本身的丧失。生态破坏将导致农业损失,并将导致该地区的潜在关键粮食危机,这就是研究人员开展这项研究的原因。本研究的研究方法是一种定性的数据收集技术,即采访、观察和文献数据分析。研究结果表明,直接开放伊斯兰学校的生态破坏问题将绿色革命作为一项环保农业运动的一部分引入,以防止和防止农业破坏导致的粮食危机。其中的体制需要应用伊斯兰教的宗教概念和教义,这些概念和教义不仅转化为宗教的精神强化、公共关系和人道主义,而且还参与维持环境作为人类生活的关系。研究结果表明,寄宿学校应该更关心寄宿学校的生态和绿色土地。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信