Implementasi Trilogi Ki Hadjar Dewantara di SD Taman Muda Jetis Yogyakarta

Wahyu Nugroho
{"title":"Implementasi Trilogi Ki Hadjar Dewantara di SD Taman Muda Jetis Yogyakarta","authors":"Wahyu Nugroho","doi":"10.31603/EDUKASI.V10I1.2031","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Permasalahan siswa sekolah dasar sudah sangat mengkhawatirkan. Kenakalan remaja, tindak kekerasan, serta pelecehan seksual tak terlepas dari tanggungjawab guru. Seorang guru memiliki peran untuk mengajar, mengayomi, membina, dan mengontrol karakter siswa secara optimal sehingga tercipta generasi yang berbudaya. SD Taman Muda di bawah naungan Yayasan Majelis Luhur Tamansiswa adalah lembaga pendidikan di Yogyakarta yang sangat berpegang teguh pada Trilogi Ki Hajar Dewantara, 1) Ing ngarsa sung tuladha; 2) Ing madya mangun karsa; 3) Tutwuri handayani. Trilogi ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan untuk membentuk siswa yang berkarakter. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis bagaimana guru kelas rendah pada SD tersebut menerapkan Trilogi Ki Hadjar Dewantara untuk mengembangkan karakter siswa. Kelas rendah yakni kelas 1, 2, dan 3 dipilih sebagai subyek karena pada masa ini, usia siswa mengalami transisi budaya belajar dari tingkat taman kanak-kanak menuju tingkat sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsif. Data diperoleh melaluiobservasi, wawancara, dan dokumentasi serta literatur pendukung. Subjek penelitian adalah guru kelas, siswa, kepala sekolah dan murid. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru dalam menerapkan trilogi Ki Hadjar Dewantara dengan menjadi teladan, memotivasi dan mendorong siswa sesui dengan kodrat alam.","PeriodicalId":273377,"journal":{"name":"Edukasi Journal","volume":"20 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"5","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Edukasi Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31603/EDUKASI.V10I1.2031","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 5

Abstract

Permasalahan siswa sekolah dasar sudah sangat mengkhawatirkan. Kenakalan remaja, tindak kekerasan, serta pelecehan seksual tak terlepas dari tanggungjawab guru. Seorang guru memiliki peran untuk mengajar, mengayomi, membina, dan mengontrol karakter siswa secara optimal sehingga tercipta generasi yang berbudaya. SD Taman Muda di bawah naungan Yayasan Majelis Luhur Tamansiswa adalah lembaga pendidikan di Yogyakarta yang sangat berpegang teguh pada Trilogi Ki Hajar Dewantara, 1) Ing ngarsa sung tuladha; 2) Ing madya mangun karsa; 3) Tutwuri handayani. Trilogi ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan untuk membentuk siswa yang berkarakter. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis bagaimana guru kelas rendah pada SD tersebut menerapkan Trilogi Ki Hadjar Dewantara untuk mengembangkan karakter siswa. Kelas rendah yakni kelas 1, 2, dan 3 dipilih sebagai subyek karena pada masa ini, usia siswa mengalami transisi budaya belajar dari tingkat taman kanak-kanak menuju tingkat sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsif. Data diperoleh melaluiobservasi, wawancara, dan dokumentasi serta literatur pendukung. Subjek penelitian adalah guru kelas, siswa, kepala sekolah dan murid. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru dalam menerapkan trilogi Ki Hadjar Dewantara dengan menjadi teladan, memotivasi dan mendorong siswa sesui dengan kodrat alam.
小学生的问题已经够严重的了。青少年犯罪、暴力和性虐待都是教师的责任。教师有最佳的角色来教导、培育、培养和控制学生的性格,从而创造出有文化的一代。日惹的一所学校是日惹的一所教育机构,它完全遵守了Ki Hajar Dewantara三部纲,1)Ing ngarsa sung tuladha;2)孟通山卡尔萨;3) tuturi handayani。这三部曲有望解决教育领域的挑战,塑造性格学生。这篇文章的目的是分析SD的低级教师是如何应用Ki Hadjar Dewantara的三部曲来培养学生的性格的。一年级、二年级和三年级的低年级被选为学科,因为在这个时代,学生的学习年龄正从幼儿园过渡到小学阶段。研究方法采用定性法的类型描述。通过观察、采访、支持文献和文献获得的数据。研究对象是班主任、学生、校长和学生。使用迈尔斯和胡伯曼模型进行数据分析。通过源和工程三角测量和验证数据的有效性。研究表明,教师在应用Ki hajar Dewantara的三部曲方面的作用是树立榜样,激励和鼓励学生的自然本性。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书