HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA DAN PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA GANTUNG DIRI DI RSUD DR SOETOMO TAHUN 2013-2016

Siti Ermawati
{"title":"HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA DAN PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA GANTUNG DIRI DI RSUD DR SOETOMO TAHUN 2013-2016","authors":"Siti Ermawati","doi":"10.24843/ijlfs.2018.v08.i01.p04","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Latar Belakang: Bunuh diri merupakan fenomena yang terus meningkat dan hingga kini belum dapat dipahami secara pasti penyebab munculnya tindakan bunuh diri oleh seseorang. Bunuh diri merupakan penyebab kedua tertinggi kematian individu dengan rentang usia 15-29 tahun di dunia. Salah satu cara bunuh diri adalah mati gantung diri (hanging). Hanging adalah bentuk kematian akibat pencekikan dengan alat jerat, gaya yang bekerja pada leher berasal dari hambatan gravitasi berat tubuh atau bagian tubuh sehingga menimbulkan asfiksia lalu kematian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia dan pekerjaan dengan kejadian asfiksia gantung diri di RSUD Dr Soetomo tahun 2013-2016. Metode: Merupakan jenis penelitian analitik desain cross sectional dengan sampel korban meninggal asfiksia di Instalasi Kedokteran Forensik & Medikolegal RSUD Dr Soetomo tahun 2013-2016. Hasil: dari 108 data meliputi 45 data korban meninggal karena asfiksia gantung diri dan 63 data korban meninggal karena asfiksia tidak gantung diri menunjukkan ada hubungan usia dengan kejadian asfiksia gantung diri (p=0,036) dan nilai contingency coefficient 0.221 yang artinya terdapat hubungan berkekuatan lemah. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan terjadinya asfiksia gantung diri (p=1). Tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan terjadinya asfiksia gantung diri (p=0,264). Kesimpulan: ada hubungan antara usia dengan kejadian asfiksia gantung diri. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan pekerjaan dengan terjadinya asfiksia gantung diri. Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang faktor risiko terjadinya asfiksia gantung diri agar kewaspadaan masyarakat meningkat dan asfiksia gantung diri dapat dicegah. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain agar faktor risiko asfiksia gantung diri dapat diketahui secara pasti.","PeriodicalId":185562,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS)","volume":"8 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-11-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24843/ijlfs.2018.v08.i01.p04","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Latar Belakang: Bunuh diri merupakan fenomena yang terus meningkat dan hingga kini belum dapat dipahami secara pasti penyebab munculnya tindakan bunuh diri oleh seseorang. Bunuh diri merupakan penyebab kedua tertinggi kematian individu dengan rentang usia 15-29 tahun di dunia. Salah satu cara bunuh diri adalah mati gantung diri (hanging). Hanging adalah bentuk kematian akibat pencekikan dengan alat jerat, gaya yang bekerja pada leher berasal dari hambatan gravitasi berat tubuh atau bagian tubuh sehingga menimbulkan asfiksia lalu kematian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia dan pekerjaan dengan kejadian asfiksia gantung diri di RSUD Dr Soetomo tahun 2013-2016. Metode: Merupakan jenis penelitian analitik desain cross sectional dengan sampel korban meninggal asfiksia di Instalasi Kedokteran Forensik & Medikolegal RSUD Dr Soetomo tahun 2013-2016. Hasil: dari 108 data meliputi 45 data korban meninggal karena asfiksia gantung diri dan 63 data korban meninggal karena asfiksia tidak gantung diri menunjukkan ada hubungan usia dengan kejadian asfiksia gantung diri (p=0,036) dan nilai contingency coefficient 0.221 yang artinya terdapat hubungan berkekuatan lemah. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan terjadinya asfiksia gantung diri (p=1). Tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan terjadinya asfiksia gantung diri (p=0,264). Kesimpulan: ada hubungan antara usia dengan kejadian asfiksia gantung diri. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan pekerjaan dengan terjadinya asfiksia gantung diri. Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang faktor risiko terjadinya asfiksia gantung diri agar kewaspadaan masyarakat meningkat dan asfiksia gantung diri dapat dicegah. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain agar faktor risiko asfiksia gantung diri dapat diketahui secara pasti.
《疑犯追踪》2013-2016年在SOETOMO医院上吊自杀
背景:自杀是一种越来越多的现象,到目前为止,人们还无法确定自杀发生的原因。自杀是世界上15-29岁人群死亡的第二大原因。自杀的一种方法是上吊自杀。绞刑是一种用绞索勒死人的死亡形式,这种在脖子上起作用的力量来自于身体或身体的其他部位的引力障碍,导致窒息而死。目标:了解性别、年龄和职业关系,了解2013-2016年在Soetomo医院上吊自杀的事件。方法:这是一种交叉设计分析研究,受害者在2012 -2016年死于法医和医疗中心的asxisia样本。结果:结果然而,性别与上吊事件(p=1)没有关系。工作与窒息没有关系(p= 264)。结论:年龄与上吊事件之间存在联系。然而,性别和工作与窒息的结果没有关系。这需要社会化社会关于窒息的风险因素,以防止社会提高警惕,并防止集体上吊。我们需要对其他变量进行进一步的研究,以便确定上吊的风险因素。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书