{"title":"MISTIFIKASI RITUAL SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL MASYARAKAT AJATAPPARENG, SULAWESI SELATAN","authors":"Nani Somba, Syahruddin Mansyur, M. Nur","doi":"10.24832/WLN.V17I1.365","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The Ajatappareng region is known as the most important rice producer in South Sulawesi. Historical sources and archaeological evidence show that agricultural tradition in this region has been going on for at least the 14th century. In that time span, the Ajatappareng community carried out an agricultural system as a system of knowledge passed down from generation to generation. This study aims to obtain a record of knowledge related to the traditional farming system of the Ajatappareng community. It used etnographic method with data collection techniques through in-depth interviews and literature studies. The data obtained illustrates the belief system in the traditional farming system of the Ajatappareng community that has various stages and processes. This belief system is illustrated throught a series of rituals that become an integral part of Ajatappareng community’s agricultural system. In the process, this agricultural system has undergone various changes along with the development of knowledge. The recording of knowledge about agricultural traditions, belief system and the changes that surround them are important given the global trend that promotes sustainable food agriculture management. Wilayah Ajatappareng dikenal sebagai penghasil beras paling utama di Sulawesi Selatan. Sumber-sumber sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang ada menunjukkan bahwa tradisi pertanian di wilayah ini telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-14. Sejak itu pula, masyarakat Ajatappareng menjalankan sistem pertanian sebagai pengetahuan yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengetahuan terkait sistem kepercayaan dalam pertanian tradisional masyarakat Ajatappareng. Penelitian menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan diikuti studi literatur. Sistem pertanian tradisional masyarakat Ajatappareng memiliki berbagai tahapan dan proses, pengetahuan masyarakat tidak hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut sistem kepercayaan yang diwujudkan melalui rangkaian ritual. Sistem pertanian ini telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan perkembangan pengetahuan masyarakat. Rekaman pengetahuan tentang tradisi pertanian, sistem kepercayaan, serta perubahan-perubahan yang melingkupinya, menjadi penting mengingat tren global yang mengedepankan pengelolaan kawasan pertanian pangan berkelanjutan.","PeriodicalId":269396,"journal":{"name":"JURNAL WALENNAE","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JURNAL WALENNAE","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24832/WLN.V17I1.365","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Abstract
The Ajatappareng region is known as the most important rice producer in South Sulawesi. Historical sources and archaeological evidence show that agricultural tradition in this region has been going on for at least the 14th century. In that time span, the Ajatappareng community carried out an agricultural system as a system of knowledge passed down from generation to generation. This study aims to obtain a record of knowledge related to the traditional farming system of the Ajatappareng community. It used etnographic method with data collection techniques through in-depth interviews and literature studies. The data obtained illustrates the belief system in the traditional farming system of the Ajatappareng community that has various stages and processes. This belief system is illustrated throught a series of rituals that become an integral part of Ajatappareng community’s agricultural system. In the process, this agricultural system has undergone various changes along with the development of knowledge. The recording of knowledge about agricultural traditions, belief system and the changes that surround them are important given the global trend that promotes sustainable food agriculture management. Wilayah Ajatappareng dikenal sebagai penghasil beras paling utama di Sulawesi Selatan. Sumber-sumber sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang ada menunjukkan bahwa tradisi pertanian di wilayah ini telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-14. Sejak itu pula, masyarakat Ajatappareng menjalankan sistem pertanian sebagai pengetahuan yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengetahuan terkait sistem kepercayaan dalam pertanian tradisional masyarakat Ajatappareng. Penelitian menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan diikuti studi literatur. Sistem pertanian tradisional masyarakat Ajatappareng memiliki berbagai tahapan dan proses, pengetahuan masyarakat tidak hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut sistem kepercayaan yang diwujudkan melalui rangkaian ritual. Sistem pertanian ini telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan perkembangan pengetahuan masyarakat. Rekaman pengetahuan tentang tradisi pertanian, sistem kepercayaan, serta perubahan-perubahan yang melingkupinya, menjadi penting mengingat tren global yang mengedepankan pengelolaan kawasan pertanian pangan berkelanjutan.
ajatapurg地区被认为是南苏拉威西最重要的大米产地。历史资料和考古证据表明,这个地区的农业传统至少从14世纪就开始了。在这段时间里,ajat明显社区实行了一种农业系统,作为一种代代相传的知识系统。本研究旨在获得与ajatapurg社区传统农业系统相关的知识记录。通过深入访谈和文献研究,采用地形学方法和数据收集技术。获得的数据说明了ajat明显社区传统农业系统中的信仰体系有不同的阶段和过程。这一信仰体系通过一系列仪式得以体现,这些仪式已成为ajat明显社区农业系统的组成部分。在这一过程中,随着知识的发展,这种农业制度发生了各种变化。鉴于促进可持续粮食农业管理的全球趋势,记录有关农业传统、信仰体系及其变化的知识非常重要。在苏拉威西岛的西拉丹,维拉亚·阿加达显然是在说:夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至-夏至Sejak itu pula, masyarakat ajatapurg menjalankan系统pertanian sebagai pengetahuan yang diwariskan secara turun temurun。Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengetahuan terkait system kepercayaan dalam pertanian传统的masyarakat ajatapurg。Penelitian menggunakan方法人种志,dengan技术,pengpulan数据,melalui, wanancara, mendalam, dan diikuti研究文献。系统波斯传统masyarakat ajatapareg memiliki berbagai tahapan dan proses, pengetahuan masyarakat tidak hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut系统keperayaan yang diwujudkan melalui rangkaian仪式。系统pertanian ini telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan perkembangan pengetahuan masyarakat。Rekaman pengetahuan tenttanistradispertanian,系统keperayaan, serta perubahan-perubahan yang melingkupinya, menjadi peningmengingat treglobal yang mengedepankan penelolaan kawasan pertanian pangan berkelanjutan。