Artbanu Wishnu Aji, Suastiwi Suastiwi, Agus Burhan
{"title":"Power Relations in the Design and Development of Karangwaru Riverside Yogyakarta-Indonesia – Women's Perspective","authors":"Artbanu Wishnu Aji, Suastiwi Suastiwi, Agus Burhan","doi":"10.24821/jousa.v9i2.9370","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The design and construction of riverbanks in Karangwaru is a community participation-based development program where stakeholders play a role in the preparation of development and its implementation. The involvement of women as one of the stakeholders is one of the positive efforts for gender equality programs. However, women's voices in percieving the results of such development have never been clearly explored. How women respond to the development process and how power relations are created in a built environment are yet to be revealed. This study aims to see how power relations are formed in the design and development of Karangwaru Riverside. Using the Foucauldian discourse analysis method, this study managed to find 7 (seven) constructs and discourses that surround them. The results show that women have only control over two discourses, namely ethical and social discourse. Desain dan pembangunan bantaran sungai di Karangwaru merupakan program pembangunan berbasis partisipasi masyarakat di mana pemangku kepentingan berperan dalam persiapan pembangunan dan pelaksanaannya. Keterlibatan perempuan sebagai salah satu pemangku kepentingan merupkan salah satu upaya positif bagi program penyetaraan gender dalam pembangunan. Meskipun demikian suara perempuan dalam melihat hasil pembangunan tersebut belum pernah dieksplorasi dengan jelas. Bagaimana perempuan menyikapi proses pembangunan dan bagaimana relasi kuasa yang tercipta dalam lingkungan terbangun masih belum terungkap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana relasi kuasa yang terbentuk dalam desain dan pembangunan Karangwaru Riverside. Dengan menggunakan metode analisis diskursus Foucauldian, penelitian ini berhasil menemukan 7 (tujuh) konstruk dan diskursus yang melingkupinya. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan hanya memiliki kontrol pada dua diskurus yaitu diskursus etika dan sosial. ","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Urban Society's Arts","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24821/jousa.v9i2.9370","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The design and construction of riverbanks in Karangwaru is a community participation-based development program where stakeholders play a role in the preparation of development and its implementation. The involvement of women as one of the stakeholders is one of the positive efforts for gender equality programs. However, women's voices in percieving the results of such development have never been clearly explored. How women respond to the development process and how power relations are created in a built environment are yet to be revealed. This study aims to see how power relations are formed in the design and development of Karangwaru Riverside. Using the Foucauldian discourse analysis method, this study managed to find 7 (seven) constructs and discourses that surround them. The results show that women have only control over two discourses, namely ethical and social discourse. Desain dan pembangunan bantaran sungai di Karangwaru merupakan program pembangunan berbasis partisipasi masyarakat di mana pemangku kepentingan berperan dalam persiapan pembangunan dan pelaksanaannya. Keterlibatan perempuan sebagai salah satu pemangku kepentingan merupkan salah satu upaya positif bagi program penyetaraan gender dalam pembangunan. Meskipun demikian suara perempuan dalam melihat hasil pembangunan tersebut belum pernah dieksplorasi dengan jelas. Bagaimana perempuan menyikapi proses pembangunan dan bagaimana relasi kuasa yang tercipta dalam lingkungan terbangun masih belum terungkap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana relasi kuasa yang terbentuk dalam desain dan pembangunan Karangwaru Riverside. Dengan menggunakan metode analisis diskursus Foucauldian, penelitian ini berhasil menemukan 7 (tujuh) konstruk dan diskursus yang melingkupinya. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan hanya memiliki kontrol pada dua diskurus yaitu diskursus etika dan sosial.
卡兰瓦鲁河岸的设计和建设是一个基于社区参与的发展项目,利益相关者在开发的准备和实施中发挥作用。妇女作为利益相关者之一的参与是性别平等项目的积极努力之一。然而,妇女在认识这种发展的结果方面的声音从未得到明确的探讨。女性对发展过程的反应以及在建筑环境中权力关系是如何产生的还有待揭示。本研究旨在了解在Karangwaru Riverside的设计与开发过程中,权力关系是如何形成的。本研究运用福柯语篇分析的方法,设法找到7(7)个构念和围绕它们的话语。结果表明,女性只控制了两个话语,即伦理话语和社会话语。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。Keterlibatan perempuan sebagai salah satu pemangku kepenting and merupkan salah satu upaya positive bagi program penyetaran and gender dalam pembangunan。Meskipun demikian suara perempuan dalam melihat hasil pembangunan tersebut belum pernah dieksplorasi dengan jelas。Bagaimana perempuan menyikapi提出了pembangunan dan Bagaimana relasi kuasa yang tercipta dalam lingkungan terbangun masih belum terungkap。Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana relasi kuasa yang terbentuk dalam desain dan penbangunan Karangwaru Riverside。邓安蒙古纳坎的方法分析:福柯学派,penelitian ini berhasil menemukan 7 (tujuh), konstruk and diskursus yang melingkupinya。Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan hanya memoriliki控制pada dua diskurus yitu diskurus etika dan social。