{"title":"Sistem Sosial Budaya Tradisi Pallipa Putewe’ Pada Masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang","authors":"St. Lathifa Sabrina Arif, Andi Agustang","doi":"10.26858/sosialisasi.v1i3.36739","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran sistem budaya tradisi pallipa putewe’ pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang dan 2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pallipa putewe’ pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang ditentukan melalui teknik purpose sampling dengan kriteria orang yang meyakini tradisi pallipa putewe’ dan juru kunci makam pallipa putewe. Teknik pengumpulan data yaitu wawacara, dokumtasi, dan observasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member check. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sistem sosial budaya tradisi pallipa putewe pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu Gagasan sebagai pengetahuan anggota masyarakat terkait tradisi pallipa putewe’. Nilai yakni nilai kepercayaan terkait tradisi pallipa putewe masih terlaksana sampai sekarang, nilai resiprositas sebagai anggapan nilai tukar antara juru kunci makam dan orang yang meyakini dalam tradisi pallipa putewe’, nilai tanggung jawab sebagai anggapan anggota masyarakat mengenai individu atau kelompok yang bertanggung jawab dalam tradisi pallipa putewe’. Norma sebagai aturan yang dijunjung tradisi pallipa putewe’ sebagai pedoman mengenai hal-hal tabu atau larangan dalam tradisi pallipa putewe’. 2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pallipa putewe pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu nilai religius dimana dalam tradisi pallipa putewe terdapat hal-hal positif yang dapat diserap anak cucu atau generasi selanjutnya dan adanya toleransi kepada masyarakat non muslim dalam tradisi pallipa putewe’. Nilai cinta tanah air dalam hal ini budaya terkhusus tradisi pallipa putewe dimana adanya anggota masyarakat yang berusaha dalam mempertahankan tradisi pallipa putewe, dan adanya masyarakat yang memprioritaskan tradisi pallipa putewe’ serta tidak adanya perubahan-perubahan yang signifikan dalam tradisi pallipa putewe kecuali tidak dilaksanakannya tradisi upacara dua terakhir karena sulitnya izin karemaian dan demi kepentingan khalayak masyarakat.","PeriodicalId":31631,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan JPFK","volume":"144 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan JPFK","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26858/sosialisasi.v1i3.36739","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
这项研究的目的是首先了解1)对Katteong village cimenrang和2)Pinrang village cilipa putewe传统文化体系的概述。这种研究是一种定性研究。这项研究的信息者数量为10人所确定,他们是根据采样技术确定的,是那些相信帕利帕·普特韦传统和帕利帕·普特韦墓锁匠的标准。数据收集技术是wawacara、文档和observe。数据有效性的检查使用会员进行。数据分析技术包括还原、数据展示和提取。研究表明:1)对Katteong street Mattiro Sompe Pinrang村的pallipa putewe传统社会文化体系的描述是Pinrang社区成员对pallipa putewe传统的知识。与帕利帕·普特韦传统有关的信仰价值到目前为止仍在继续,其持久价值被认为是墓钥者与那些相信帕利帕·普特韦传统的人之间的交换价值,作为社区成员对帕利帕·普特韦传统负责的个人或团体的责任。作为帕利帕·普特韦传统的规范,作为帕利帕·普特韦传统禁忌或禁忌禁忌的指导方针。2)《pallipa putewe村》(cateong street mattiong Sompe village)的教育价值在于,这是一种宗教价值观,在这种宗教价值观中,帕利帕·普特朗(pallipa putewe)的子孙后代可以吸收并容忍非穆斯林的传统。热爱祖国传统文化这方面terkhusus价值pallipa putewe试图在维持传统的社会成员在哪里pallipa putewe,以及优先的社会传统pallipa putewe”和传统中不显著的变化pallipa putewe除了不成就传统仪式最后两个因为多难karemaian许可和社会大众的利益。
Sistem Sosial Budaya Tradisi Pallipa Putewe’ Pada Masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran sistem budaya tradisi pallipa putewe’ pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang dan 2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pallipa putewe’ pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang ditentukan melalui teknik purpose sampling dengan kriteria orang yang meyakini tradisi pallipa putewe’ dan juru kunci makam pallipa putewe. Teknik pengumpulan data yaitu wawacara, dokumtasi, dan observasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member check. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sistem sosial budaya tradisi pallipa putewe pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu Gagasan sebagai pengetahuan anggota masyarakat terkait tradisi pallipa putewe’. Nilai yakni nilai kepercayaan terkait tradisi pallipa putewe masih terlaksana sampai sekarang, nilai resiprositas sebagai anggapan nilai tukar antara juru kunci makam dan orang yang meyakini dalam tradisi pallipa putewe’, nilai tanggung jawab sebagai anggapan anggota masyarakat mengenai individu atau kelompok yang bertanggung jawab dalam tradisi pallipa putewe’. Norma sebagai aturan yang dijunjung tradisi pallipa putewe’ sebagai pedoman mengenai hal-hal tabu atau larangan dalam tradisi pallipa putewe’. 2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pallipa putewe pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu nilai religius dimana dalam tradisi pallipa putewe terdapat hal-hal positif yang dapat diserap anak cucu atau generasi selanjutnya dan adanya toleransi kepada masyarakat non muslim dalam tradisi pallipa putewe’. Nilai cinta tanah air dalam hal ini budaya terkhusus tradisi pallipa putewe dimana adanya anggota masyarakat yang berusaha dalam mempertahankan tradisi pallipa putewe, dan adanya masyarakat yang memprioritaskan tradisi pallipa putewe’ serta tidak adanya perubahan-perubahan yang signifikan dalam tradisi pallipa putewe kecuali tidak dilaksanakannya tradisi upacara dua terakhir karena sulitnya izin karemaian dan demi kepentingan khalayak masyarakat.