{"title":"大地震工人精神负荷引起的工作压力分析","authors":"Hanif Rizqi Diniari","doi":"10.33086/mtphj.v3i2.685","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract \n Workers’ workload in the work place can cause the difference of work performance. One of the effect is job stress on the workers. Job stress can caused by workload factor in the work place, one of the workload is mental workload. The purpose of this research was to analyze job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. This research was an observational descriptive research, using cross sectional approach. The sample of this research was 47 morning shift-workers in Circulator Loom Unit PT. Kerta Rajasa Raya. The technique of collecting sample was total sampling method. The collected data was mental workload assessment that use NASA-TLX questionnaire, fulfillment of job stress measurement that use questionnaire which adopted from International Stress Management Association (ISMA). Data analysis was using Spearman Correlation test. The result of the research shown that most workers has mental workload with medium category (53,2%) and job stress with medium category (76,6%). Correlation coefficient (r) between mental workload and job stress is 0,186. This shows that there was a very weak correlation between mental workload and job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. Based on this data, it can be concluded that mental workload is not factor that caused job stress. It is suggested for the related company to do some efforts to reduce the level of job stress by holding a routine exercise and recreation to the workers. Beside that, it is suggested to make a job rotation to the workers. \nKeywords: Job Stress, Mental Workload \nAbstrak \n Beban kerja yang didapat pekerja di tempat kerja dapat mempengaruhi performa kerja. Salah satu efek turunnya performa kerja yaitu terjadinya stres kerja yang dialami pekerja. Stres kerja dapat terjadi karena adanya faktor beban kerja di tempat kerja, salah satunya yaitu beban kerja mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stres kerja akibat beban kerja mental pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 47 orang yang merupakan seluruh pekerja shift pagi pada Unit Circulator Loom PT. Kerta Rajasa Raya. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data meliputi penilaian beban kerja mental dengan pengisian kuesioner NASA-TLX, pengisian kuesioner pengukuran stres kerja dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari International Stress Management Association (ISMA). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki beban kerja mental sedang (53,2%) dan mengalami stres kerja kategori sedang (76,6%). Nilai koefisien korelasi (r) antara beban kerja mental dengan stres kerja sebesar 0,186. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban kerja mental tidak menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya stres kerja. Sebaiknya perlu dilakukan upaya untuk mengurangi stres kerja yang dialami pekerja dengan cara mengadakan kegiatan olahraga dan rekreasi bersama secara berkala oleh pihak perusahaan serta melakukan rotasi kerja pada pekerja. \nKata Kunci: Stres Kerja, Beban Kerja Mental","PeriodicalId":33964,"journal":{"name":"Medical Technology and Public Health Journal","volume":"19 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-09-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"4","resultStr":"{\"title\":\"ANALISIS STRES KERJA AKIBAT BEBAN KERJA MENTAL PADA PEKERJA PT. KERTA RAJASA RAYA\",\"authors\":\"Hanif Rizqi Diniari\",\"doi\":\"10.33086/mtphj.v3i2.685\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Abstract \\n Workers’ workload in the work place can cause the difference of work performance. One of the effect is job stress on the workers. Job stress can caused by workload factor in the work place, one of the workload is mental workload. The purpose of this research was to analyze job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. This research was an observational descriptive research, using cross sectional approach. The sample of this research was 47 morning shift-workers in Circulator Loom Unit PT. Kerta Rajasa Raya. The technique of collecting sample was total sampling method. The collected data was mental workload assessment that use NASA-TLX questionnaire, fulfillment of job stress measurement that use questionnaire which adopted from International Stress Management Association (ISMA). Data analysis was using Spearman Correlation test. The result of the research shown that most workers has mental workload with medium category (53,2%) and job stress with medium category (76,6%). Correlation coefficient (r) between mental workload and job stress is 0,186. This shows that there was a very weak correlation between mental workload and job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. Based on this data, it can be concluded that mental workload is not factor that caused job stress. It is suggested for the related company to do some efforts to reduce the level of job stress by holding a routine exercise and recreation to the workers. Beside that, it is suggested to make a job rotation to the workers. \\nKeywords: Job Stress, Mental Workload \\nAbstrak \\n Beban kerja yang didapat pekerja di tempat kerja dapat mempengaruhi performa kerja. Salah satu efek turunnya performa kerja yaitu terjadinya stres kerja yang dialami pekerja. Stres kerja dapat terjadi karena adanya faktor beban kerja di tempat kerja, salah satunya yaitu beban kerja mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stres kerja akibat beban kerja mental pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 47 orang yang merupakan seluruh pekerja shift pagi pada Unit Circulator Loom PT. Kerta Rajasa Raya. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data meliputi penilaian beban kerja mental dengan pengisian kuesioner NASA-TLX, pengisian kuesioner pengukuran stres kerja dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari International Stress Management Association (ISMA). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki beban kerja mental sedang (53,2%) dan mengalami stres kerja kategori sedang (76,6%). Nilai koefisien korelasi (r) antara beban kerja mental dengan stres kerja sebesar 0,186. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban kerja mental tidak menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya stres kerja. Sebaiknya perlu dilakukan upaya untuk mengurangi stres kerja yang dialami pekerja dengan cara mengadakan kegiatan olahraga dan rekreasi bersama secara berkala oleh pihak perusahaan serta melakukan rotasi kerja pada pekerja. \\nKata Kunci: Stres Kerja, Beban Kerja Mental\",\"PeriodicalId\":33964,\"journal\":{\"name\":\"Medical Technology and Public Health Journal\",\"volume\":\"19 1\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2019-09-25\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"4\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Medical Technology and Public Health Journal\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.33086/mtphj.v3i2.685\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Medical Technology and Public Health Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33086/mtphj.v3i2.685","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
摘要
工作者在工作场所的工作量会导致工作绩效的差异。其中一个影响是工人的工作压力。工作压力可以由工作场所的工作量因素引起,其中一种工作量是精神工作量。本研究的目的是分析PT. Kerta Rajasa Raya工人的工作压力。本研究为观察性描述性研究,采用横断面方法。本研究的样本是循环织机单位PT. Kerta Rajasa Raya的47名早班工人。采集方法为全采样法。心理负荷评估采用NASA-TLX问卷,工作压力测量采用国际压力管理协会(ISMA)问卷。数据分析采用Spearman相关检验。研究结果表明,大多数员工的精神负荷为中等(53.2%),工作压力为中等(76.6%)。心理负荷与工作压力的相关系数r为0.186。这表明,在PT. Kerta Rajasa Raya,工人的精神工作量和工作压力之间存在非常弱的相关性。基于这些数据,可以得出结论,精神负荷不是导致工作压力的因素。建议有关公司做一些努力,通过定期给工人举行锻炼和娱乐活动来减少工作压力。除此之外,建议对工人进行轮岗。关键词:工作压力;心理负荷;工作压力;萨拉赫(Salah)是一名土耳其人,他的表演是一名土耳其人,他的表演是一名土耳其人。这句话的意思是:“请注意,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。”Penelitian ini bertujuan untuk menganalis stres kerja akibat beban kerja mental pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya。Penelitian ini merupakan Penelitian观测记录,menggunakan desain Penelitian横断面。样本penelitian sebesar 47 orang yang merupakan seluruh pekerja shift pagi pada单位循环织机PT. Kerta Rajasa Raya。卡拉彭甘比兰的样本,帕帕penelitian ini adalah总人口数。国际压力管理协会(ISMA),国际压力管理协会(ISMA)。分析数据yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Spearman。Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki beban kerja mental sedang(53.2%)和mengalami strres kerja kategori sedang(76.6%)。Nilai koefisien korelasi (r) antara beban kerja mental dengan stres kerja sebesar 0,186。Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya。kespusran dari penelitian ini adalah beban kerja精神上的快乐,快乐,快乐,快乐,快乐,快乐。这句话的意思是:“我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你。”Kata Kunci:压力Kerja, Beban Kerja精神
ANALISIS STRES KERJA AKIBAT BEBAN KERJA MENTAL PADA PEKERJA PT. KERTA RAJASA RAYA
Abstract
Workers’ workload in the work place can cause the difference of work performance. One of the effect is job stress on the workers. Job stress can caused by workload factor in the work place, one of the workload is mental workload. The purpose of this research was to analyze job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. This research was an observational descriptive research, using cross sectional approach. The sample of this research was 47 morning shift-workers in Circulator Loom Unit PT. Kerta Rajasa Raya. The technique of collecting sample was total sampling method. The collected data was mental workload assessment that use NASA-TLX questionnaire, fulfillment of job stress measurement that use questionnaire which adopted from International Stress Management Association (ISMA). Data analysis was using Spearman Correlation test. The result of the research shown that most workers has mental workload with medium category (53,2%) and job stress with medium category (76,6%). Correlation coefficient (r) between mental workload and job stress is 0,186. This shows that there was a very weak correlation between mental workload and job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. Based on this data, it can be concluded that mental workload is not factor that caused job stress. It is suggested for the related company to do some efforts to reduce the level of job stress by holding a routine exercise and recreation to the workers. Beside that, it is suggested to make a job rotation to the workers.
Keywords: Job Stress, Mental Workload
Abstrak
Beban kerja yang didapat pekerja di tempat kerja dapat mempengaruhi performa kerja. Salah satu efek turunnya performa kerja yaitu terjadinya stres kerja yang dialami pekerja. Stres kerja dapat terjadi karena adanya faktor beban kerja di tempat kerja, salah satunya yaitu beban kerja mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stres kerja akibat beban kerja mental pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 47 orang yang merupakan seluruh pekerja shift pagi pada Unit Circulator Loom PT. Kerta Rajasa Raya. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data meliputi penilaian beban kerja mental dengan pengisian kuesioner NASA-TLX, pengisian kuesioner pengukuran stres kerja dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari International Stress Management Association (ISMA). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki beban kerja mental sedang (53,2%) dan mengalami stres kerja kategori sedang (76,6%). Nilai koefisien korelasi (r) antara beban kerja mental dengan stres kerja sebesar 0,186. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban kerja mental tidak menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya stres kerja. Sebaiknya perlu dilakukan upaya untuk mengurangi stres kerja yang dialami pekerja dengan cara mengadakan kegiatan olahraga dan rekreasi bersama secara berkala oleh pihak perusahaan serta melakukan rotasi kerja pada pekerja.
Kata Kunci: Stres Kerja, Beban Kerja Mental