{"title":"这项法律的紧迫性——由印度尼西亚海牙国际邀请/哈圭-维斯比/汉堡/鹿特丹邀请","authors":"Anastasia Zefanya","doi":"10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2259","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Masih banyak hal yang masih di debatkan untuk dalam meratifikasi perundang – undangpengangkutan barang melalui laut di Indonesia. Perundang – undangan Internasional itu sepertiperjanjian internasional Hague / Hague-Visby / Hamburg / Rotterdam. Keempat konvensi inisebagian besar telah diterapkan oleh sebagian besar negara maritim di dunia, yang menyisakanbeberapa negara untuk mempertahankan versinya sendiri, termasuk Indonesia. Indonesia masihtetap dengan kode 1898 warisan penjajahan Belanda. Analisis perbandingan menghasilkanimplementasi serupa dari versi dari empat konvensi UNCITRAL yang telah diadopsi oleh banyanyanegara; yang sangat mendorong Indonesia untuk mengganti kode komersial 1898 dengan praktikinternasional saat ini yang menyampaikan kepentingan terbaik Indonesia.","PeriodicalId":30812,"journal":{"name":"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora","volume":"61 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Urgensi Perundang – Undangan Internasional Hague / Hague-Visby / Hamburg / Rotterdam oleh Indonesia\",\"authors\":\"Anastasia Zefanya\",\"doi\":\"10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2259\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Masih banyak hal yang masih di debatkan untuk dalam meratifikasi perundang – undangpengangkutan barang melalui laut di Indonesia. Perundang – undangan Internasional itu sepertiperjanjian internasional Hague / Hague-Visby / Hamburg / Rotterdam. Keempat konvensi inisebagian besar telah diterapkan oleh sebagian besar negara maritim di dunia, yang menyisakanbeberapa negara untuk mempertahankan versinya sendiri, termasuk Indonesia. Indonesia masihtetap dengan kode 1898 warisan penjajahan Belanda. Analisis perbandingan menghasilkanimplementasi serupa dari versi dari empat konvensi UNCITRAL yang telah diadopsi oleh banyanyanegara; yang sangat mendorong Indonesia untuk mengganti kode komersial 1898 dengan praktikinternasional saat ini yang menyampaikan kepentingan terbaik Indonesia.\",\"PeriodicalId\":30812,\"journal\":{\"name\":\"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora\",\"volume\":\"61 1\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-11-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2259\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2259","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
在批准这项法律方面,有很多事情仍在争论——印尼海运货物的邀请。这项国际邀请就像海牙国际条约(Hague / haque - visby international commission) /汉堡/鹿特丹。这四项公约主要是由世界上大多数海上国家实施的,这些国家留了几个国家为自己的版本辩护,包括印度尼西亚。印度尼西亚仍保留着1898年荷兰殖民遗产的准则。比较分析从banyanegara采用的四个未定义公约的版本中产生了类似的实现;这极大地鼓励印尼将1898年的商业代码替换为目前国际会议,该会议对印尼最有利。
Urgensi Perundang – Undangan Internasional Hague / Hague-Visby / Hamburg / Rotterdam oleh Indonesia
Masih banyak hal yang masih di debatkan untuk dalam meratifikasi perundang – undangpengangkutan barang melalui laut di Indonesia. Perundang – undangan Internasional itu sepertiperjanjian internasional Hague / Hague-Visby / Hamburg / Rotterdam. Keempat konvensi inisebagian besar telah diterapkan oleh sebagian besar negara maritim di dunia, yang menyisakanbeberapa negara untuk mempertahankan versinya sendiri, termasuk Indonesia. Indonesia masihtetap dengan kode 1898 warisan penjajahan Belanda. Analisis perbandingan menghasilkanimplementasi serupa dari versi dari empat konvensi UNCITRAL yang telah diadopsi oleh banyanyanegara; yang sangat mendorong Indonesia untuk mengganti kode komersial 1898 dengan praktikinternasional saat ini yang menyampaikan kepentingan terbaik Indonesia.