{"title":"清真寺在日惹MJS通过Ngaji Filsafat内化Pancasila中的作用","authors":"Ambiro Puji Asmaroini, A. Mahardhani, M. Mahrus","doi":"10.37680/adabiya.v15i02.510","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The purpose of this research were, first, to describe the role of Jendral Sudirman Mosque (MJS), and second, to find out human value internalization in Pancasila through Ngaji Filsafat (Philosophy Discussion) at MJS. The research used a qualitative method with a descriptive type where the data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The informants were the administrator of MJS and participants of Ngaji Filsafat. The research showed that MJS has a vital role through its spiritual, intellectual, and socio-cultural functions. Furthermore, through the Ngaji Filsafat held in MJS, it is a place of worship and has potential in the realm of scholarship that could be utilized not only by academics and Muslims but also by the broader community of interreligious groups by promoting humanitarian awareness. Internalization of Pancasila's human values explicitly also existed through Ngaji Filsafat, such as respecting opinions, caring for others, and respecting other people's rights and obligations. \nTujuan penelitian ini adalah, pertama, mendeskripsikan peran Masjid Jendral Sudirman (MJS), dan kedua, mengetahui internalisasi nilai kemanusiaan dalam Pancasila melalui Ngaji Filsafat di MJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informannya adalah Takmir MJS dan peserta Ngaji Filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, masjid berperan untuk kemakmuran melalui tiga fungsi, yaitu spiritual, intelektual, dan sosial budaya. Kedua, melalui Ngaji Filsafat yang dilaksanakan di masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga memiliki potensi di bidang keilmuan yang dapat dimanfaatkan tidak hanya dari kalangan akademisi dan umat Islam tetapi oleh masyarakat luas dan semua golongan serta antar agama dengan mempromosikan nilai humanitarianisme. Internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila secara eksplisit juga ada melalui Ngaji Filsafat seperti menghargai pendapat, peduli kepada sesama, dan menghormati hak dan kewajiban orang lain.","PeriodicalId":7695,"journal":{"name":"Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan","volume":"199 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"The Role of Mosque for Internalizing Pancasila through Ngaji Filsafat in MJS Yogyakarta\",\"authors\":\"Ambiro Puji Asmaroini, A. Mahardhani, M. Mahrus\",\"doi\":\"10.37680/adabiya.v15i02.510\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"The purpose of this research were, first, to describe the role of Jendral Sudirman Mosque (MJS), and second, to find out human value internalization in Pancasila through Ngaji Filsafat (Philosophy Discussion) at MJS. The research used a qualitative method with a descriptive type where the data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The informants were the administrator of MJS and participants of Ngaji Filsafat. The research showed that MJS has a vital role through its spiritual, intellectual, and socio-cultural functions. Furthermore, through the Ngaji Filsafat held in MJS, it is a place of worship and has potential in the realm of scholarship that could be utilized not only by academics and Muslims but also by the broader community of interreligious groups by promoting humanitarian awareness. Internalization of Pancasila's human values explicitly also existed through Ngaji Filsafat, such as respecting opinions, caring for others, and respecting other people's rights and obligations. \\nTujuan penelitian ini adalah, pertama, mendeskripsikan peran Masjid Jendral Sudirman (MJS), dan kedua, mengetahui internalisasi nilai kemanusiaan dalam Pancasila melalui Ngaji Filsafat di MJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informannya adalah Takmir MJS dan peserta Ngaji Filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, masjid berperan untuk kemakmuran melalui tiga fungsi, yaitu spiritual, intelektual, dan sosial budaya. Kedua, melalui Ngaji Filsafat yang dilaksanakan di masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga memiliki potensi di bidang keilmuan yang dapat dimanfaatkan tidak hanya dari kalangan akademisi dan umat Islam tetapi oleh masyarakat luas dan semua golongan serta antar agama dengan mempromosikan nilai humanitarianisme. Internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila secara eksplisit juga ada melalui Ngaji Filsafat seperti menghargai pendapat, peduli kepada sesama, dan menghormati hak dan kewajiban orang lain.\",\"PeriodicalId\":7695,\"journal\":{\"name\":\"Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan\",\"volume\":\"199 1\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2020-12-21\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i02.510\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i02.510","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
本研究的目的首先是描述Jendral Sudirman清真寺(MJS)的作用,其次是通过MJS的Ngaji Filsafat(哲学讨论)来发现Pancasila的人类价值内化。本研究采用定性方法和描述性方法,通过观察、访谈和文献收集数据。举报人是MJS的管理者和Ngaji Filsafat的参与者。研究表明,MJS通过其精神、智力和社会文化功能发挥着至关重要的作用。此外,通过在MJS举行的Ngaji Filsafat,它是一个礼拜场所,在学术领域具有潜力,不仅可以被学者和穆斯林利用,而且可以通过促进人道主义意识被更广泛的宗教间团体利用。潘卡西拉的人类价值观的内在化也通过Ngaji Filsafat得以明确体现,比如尊重意见、关心他人、尊重他人的权利和义务。Tujuan penelitian ini adalah, pertama, mendeskripsikan peran Masjid Jendral Sudirman (MJS), dan kedua, mengetahui internalisasi nilai kemanusiaan and dalam Pancasila melalui Ngaji Filsafat di MJS。Penelitian在蒙古纳坎法定性登干式写真。彭普兰的数据是在观测、wanancara、dandokumentasi。线人adalah Takmir MJS dan peserta Ngaji Filsafat。Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, masjid berperan untuk kemakmuran melalui tiga funsi, yitu精神,知识分子,但社会budaya。在此之前,我曾说过:“我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国。”Internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila secara eksplisit juga ada melalui Ngaji Filsafat seperti menghargai pendapat, peduli kepada sesama, dan menghormati hak dan kewajiban oranglain。
The Role of Mosque for Internalizing Pancasila through Ngaji Filsafat in MJS Yogyakarta
The purpose of this research were, first, to describe the role of Jendral Sudirman Mosque (MJS), and second, to find out human value internalization in Pancasila through Ngaji Filsafat (Philosophy Discussion) at MJS. The research used a qualitative method with a descriptive type where the data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The informants were the administrator of MJS and participants of Ngaji Filsafat. The research showed that MJS has a vital role through its spiritual, intellectual, and socio-cultural functions. Furthermore, through the Ngaji Filsafat held in MJS, it is a place of worship and has potential in the realm of scholarship that could be utilized not only by academics and Muslims but also by the broader community of interreligious groups by promoting humanitarian awareness. Internalization of Pancasila's human values explicitly also existed through Ngaji Filsafat, such as respecting opinions, caring for others, and respecting other people's rights and obligations.
Tujuan penelitian ini adalah, pertama, mendeskripsikan peran Masjid Jendral Sudirman (MJS), dan kedua, mengetahui internalisasi nilai kemanusiaan dalam Pancasila melalui Ngaji Filsafat di MJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informannya adalah Takmir MJS dan peserta Ngaji Filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, masjid berperan untuk kemakmuran melalui tiga fungsi, yaitu spiritual, intelektual, dan sosial budaya. Kedua, melalui Ngaji Filsafat yang dilaksanakan di masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga memiliki potensi di bidang keilmuan yang dapat dimanfaatkan tidak hanya dari kalangan akademisi dan umat Islam tetapi oleh masyarakat luas dan semua golongan serta antar agama dengan mempromosikan nilai humanitarianisme. Internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila secara eksplisit juga ada melalui Ngaji Filsafat seperti menghargai pendapat, peduli kepada sesama, dan menghormati hak dan kewajiban orang lain.