Zakat, kharĀj, ' ushr和jizya作为伊斯兰公共财政的工具:当代研究

Nafis Irkhami
{"title":"Zakat, kharĀj, ' ushr和jizya作为伊斯兰公共财政的工具:当代研究","authors":"Nafis Irkhami","doi":"10.22373/SHARE.V8I1.3804","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The aim of this article is to find out the conceptual construction of zakat (alms) and taxes in Islamic public finances. Its significance is to propose an alternative for Islamic public policy. It also means to enhance literature on Islamic public finance. This qualitative study is an explorative-analysis, which is intended to unravel key concepts of the classical scholar thought, both from primary and secondary sources. It clarifies various charges in the institution of zakat as like taxation in general economics. This study finds that the ultimate goal of Islamic political economy is the fulfillment of the basic needs of every citizen. Thus, its concepts and approaches are different from conventional economics, which promotes the aggregate economic growth and ignores the well-being of individuals. The government has the competence of public policy to collect something from the public according to its consideration, for example, jizya and kharāj. Regarding fair distribution, the government also has an obligation to take public finance policies (allocation of state expenditures, including zakat to the rightful parties).==============================================================================================Zakat, Kharāj, ’Ushr, and Jizya sebagai Instrumen Keuangan Publik Islam: Suatu Kajian Kontemporer. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami kerangka konseptual mengenai zakat dan pajak dalam keuangan publik Islam. Signifikansinya adalah untuk mengusulkan alternatif kebijakan publik Islam. Dengan demikian studi ini juga dimaksudkan untuk melengkapi kajian literatur keuangan publik Islam. Studi kualitatif ini bersifat eksploratif-analisis, yakni dimaksudkan untuk mengungkap konsep-konsep kunci dari pemikiran klasik, baik dari sumber primer dan sekunder. Kajian ini mengklarifikasi berbagai justifikasi negatif terhadap institusi zakat, sebagaimana perpajakan dalam ekonomi umum. Studi ini menemukan bahwa tujuan akhir dari ekonomi politik Islam adalah pemenuhan kebutuhan dasar setiap warga negara. Dengan demikian, konsep dan pendekatannya berbeda dari ekonomi konvensional yang mempromosikan pertumbuhan ekonomi secara makro dengan mengesampingkan kesejahteraan individual. Pemerintah memiliki kompetensi kebijakan publik untuk menarik pemasukan publik sesuai pertimbangannya, misalnya dengan jizyah dan kharāj. Terkait dengan pemerataan distribusi, pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mengambil kebijakan keuangan publik (alokasi pengeluaran negara, termasuk zakat, kepada pihak-pihak yang berhak).","PeriodicalId":31746,"journal":{"name":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"4","resultStr":"{\"title\":\"ZAKAT, KHARĀJ, ’USHR, AND JIZYA AS THE INSTRUMENTS OF ISLAMIC PUBLIC FINANCE: A CONTEMPORARY STUDY\",\"authors\":\"Nafis Irkhami\",\"doi\":\"10.22373/SHARE.V8I1.3804\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"The aim of this article is to find out the conceptual construction of zakat (alms) and taxes in Islamic public finances. Its significance is to propose an alternative for Islamic public policy. It also means to enhance literature on Islamic public finance. This qualitative study is an explorative-analysis, which is intended to unravel key concepts of the classical scholar thought, both from primary and secondary sources. It clarifies various charges in the institution of zakat as like taxation in general economics. This study finds that the ultimate goal of Islamic political economy is the fulfillment of the basic needs of every citizen. Thus, its concepts and approaches are different from conventional economics, which promotes the aggregate economic growth and ignores the well-being of individuals. The government has the competence of public policy to collect something from the public according to its consideration, for example, jizya and kharāj. Regarding fair distribution, the government also has an obligation to take public finance policies (allocation of state expenditures, including zakat to the rightful parties).==============================================================================================Zakat, Kharāj, ’Ushr, and Jizya sebagai Instrumen Keuangan Publik Islam: Suatu Kajian Kontemporer. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami kerangka konseptual mengenai zakat dan pajak dalam keuangan publik Islam. Signifikansinya adalah untuk mengusulkan alternatif kebijakan publik Islam. Dengan demikian studi ini juga dimaksudkan untuk melengkapi kajian literatur keuangan publik Islam. Studi kualitatif ini bersifat eksploratif-analisis, yakni dimaksudkan untuk mengungkap konsep-konsep kunci dari pemikiran klasik, baik dari sumber primer dan sekunder. Kajian ini mengklarifikasi berbagai justifikasi negatif terhadap institusi zakat, sebagaimana perpajakan dalam ekonomi umum. Studi ini menemukan bahwa tujuan akhir dari ekonomi politik Islam adalah pemenuhan kebutuhan dasar setiap warga negara. Dengan demikian, konsep dan pendekatannya berbeda dari ekonomi konvensional yang mempromosikan pertumbuhan ekonomi secara makro dengan mengesampingkan kesejahteraan individual. Pemerintah memiliki kompetensi kebijakan publik untuk menarik pemasukan publik sesuai pertimbangannya, misalnya dengan jizyah dan kharāj. Terkait dengan pemerataan distribusi, pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mengambil kebijakan keuangan publik (alokasi pengeluaran negara, termasuk zakat, kepada pihak-pihak yang berhak).\",\"PeriodicalId\":31746,\"journal\":{\"name\":\"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam\",\"volume\":\" \",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2019-07-15\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"4\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.22373/SHARE.V8I1.3804\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/SHARE.V8I1.3804","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 4

摘要

本文旨在探讨伊斯兰公共财政中天课(zakat)与赋税的概念建构。它的意义在于为伊斯兰公共政策提出了另一种选择。这也意味着加强伊斯兰公共财政方面的文献。这种定性研究是一种探索性分析,旨在从第一手和第二手资料中揭示古典学者思想的关键概念。它澄清了天课制度中的各种收费,就像一般经济学中的税收一样。本研究发现,伊斯兰政治经济学的最终目标是满足每个公民的基本需求。因此,它的概念和方法不同于传统经济学,它促进了经济总量的增长,而忽视了个人的福祉。政府有公共政策的权限,可以根据自己的考虑向公众收取一些东西,例如jizya和kharāj。关于公平分配,政府也有义务采取公共财政政策(将国家支出,包括天课分配给合法的政党)。============================================================================================== 天课,哈尔āj Ushr, Jizya sebagai赞誉Keuangan Publik伊斯兰教:Suatu Kajian Kontemporer。图juan penulisan artikel ini adalah untuk memahami kerangka konseptutual mengenai zakat dan pajak dalam keuangan公共伊斯兰教。重要的是,肯辛亚adalah untuk mengusulkan替代kebijakan公共伊斯兰教。邓坎德米克研究是在juga dimaksudkan untuk melengkapi kajian文学keangan公共伊斯兰教。研究质量分析的基本原理和方法,研究质量分析的基本原理和方法,研究质量分析的基本原理。Kajian ini mengklarifikasi berbagai jusfikasi negi hahadap institut zakat, sebagaimana perpakakan dalam ekonomi umum。研究伊斯兰教的经济、政治和发展,以及伊斯兰教的经济、政治和发展。登高、登高、登高、登高、登高、登高、登高、登高、登高、登高、登高、登高。Pemerintah memiliki kompetensi kebijakan public likk untuk menarik pemasukan public likk sesuai pertimbangannya, misalnya dengan jizyah dan kharāj。Terkait dengan permeratan distribution, peremerintah juga memiliki kewajiban untuk mengambil kebijakan keuangan public (alokasi peneluaran negara, termasuk zakat, kepada pihak-pihak yang berhak)。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
ZAKAT, KHARĀJ, ’USHR, AND JIZYA AS THE INSTRUMENTS OF ISLAMIC PUBLIC FINANCE: A CONTEMPORARY STUDY
The aim of this article is to find out the conceptual construction of zakat (alms) and taxes in Islamic public finances. Its significance is to propose an alternative for Islamic public policy. It also means to enhance literature on Islamic public finance. This qualitative study is an explorative-analysis, which is intended to unravel key concepts of the classical scholar thought, both from primary and secondary sources. It clarifies various charges in the institution of zakat as like taxation in general economics. This study finds that the ultimate goal of Islamic political economy is the fulfillment of the basic needs of every citizen. Thus, its concepts and approaches are different from conventional economics, which promotes the aggregate economic growth and ignores the well-being of individuals. The government has the competence of public policy to collect something from the public according to its consideration, for example, jizya and kharāj. Regarding fair distribution, the government also has an obligation to take public finance policies (allocation of state expenditures, including zakat to the rightful parties).==============================================================================================Zakat, Kharāj, ’Ushr, and Jizya sebagai Instrumen Keuangan Publik Islam: Suatu Kajian Kontemporer. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami kerangka konseptual mengenai zakat dan pajak dalam keuangan publik Islam. Signifikansinya adalah untuk mengusulkan alternatif kebijakan publik Islam. Dengan demikian studi ini juga dimaksudkan untuk melengkapi kajian literatur keuangan publik Islam. Studi kualitatif ini bersifat eksploratif-analisis, yakni dimaksudkan untuk mengungkap konsep-konsep kunci dari pemikiran klasik, baik dari sumber primer dan sekunder. Kajian ini mengklarifikasi berbagai justifikasi negatif terhadap institusi zakat, sebagaimana perpajakan dalam ekonomi umum. Studi ini menemukan bahwa tujuan akhir dari ekonomi politik Islam adalah pemenuhan kebutuhan dasar setiap warga negara. Dengan demikian, konsep dan pendekatannya berbeda dari ekonomi konvensional yang mempromosikan pertumbuhan ekonomi secara makro dengan mengesampingkan kesejahteraan individual. Pemerintah memiliki kompetensi kebijakan publik untuk menarik pemasukan publik sesuai pertimbangannya, misalnya dengan jizyah dan kharāj. Terkait dengan pemerataan distribusi, pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mengambil kebijakan keuangan publik (alokasi pengeluaran negara, termasuk zakat, kepada pihak-pihak yang berhak).
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
13
审稿时长
10 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书