关于北博朗蒙贡多地区有可能用作传统药物成分的杂草种类的研究

R. Mamarimbing, Beatrix Doodoh, P. Tumewu, A. G. Tulungen, S. Liwu
{"title":"关于北博朗蒙贡多地区有可能用作传统药物成分的杂草种类的研究","authors":"R. Mamarimbing, Beatrix Doodoh, P. Tumewu, A. G. Tulungen, S. Liwu","doi":"10.35791/jat.v5i1.52655","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"\n\n\n\nThis research aims to obtain data on weed types that have the potential to be used as medicinal plants and are used by the community in the district. North Bolaang Mongondow Includes 1). Sangkub District, 2) Bintauna District, 3) Kaidipang District, 4) Pinogaluman District. The methods used in this research were field observations and interviews with healers and people who use weed as a traditional medicinal plant. The data/samples that will be taken over 4 sub-districts. The ethnic diversity that exists in Indonesia means that the use of weed as medicine is increasingly diverse. North Sulawesi Province has a wealth of plants as traditional medicines which can be processed to national standards into herbal medicines. The indigenous population in North Bolaang Mongondow Regency consists of the Kaidipang tribe and the Bintauna tribe. Various ethnic groups, including the Sangihe ethnic group and the Mongondow ethnic group, still use weed as an ingredient in traditional medicine. Weeds are wild plants defined as nuisance plants because they interfere with farmers' activities in cultivating crops and can reduce crop production. Apart from disturbing cultivated plants, weeds can be used as medicinal raw materials. Many types of weeds are used by the community as traditional medicine. Certain types of weed have been developed in the form of industrial-scale medicines. These weed species include Peperomia pellucida (L.), Cyperus rotundus L., Heliotropium indicum L., Eleusine indica (L.) Gaernt, Ageratum conyzoides L. The results of the research show that people in East Bolaang Mongondow Regency still use weed as a mixture of traditional medicinal ingredients.\nKeywords: medicinal plants, potential of weeds as medicinal plants\nAbstrak\nTujuan penelitian ini adalah memperoleh data jenis gulma yang berpotensi sebagai tumbuhan obat dan dimanfaatkan masyarakat di Kab. Bolaang Mongondow Utara Meliputi 1). Kecamatan Sangkub, 2) Kecamatan Bintauna, 3) Kecamatan Kaidipang, 4) Kecamatan Pinogaluman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara  pengobat dan  masyarakat pengguna gulma sebagai tumbuhan obat tradisional.  Data/sampel yang akan diambil meliputi 4 kecamatan.  Keanekaragaman etnis yang ada di Indonesia menyebabkan pemanfaatan gulma sebagai obat juga semakin beraneka ragam.  Provinsi Sulawesi Utara memiliki kekayaan tumbuhan sebagai obat tradisional yang bisa diolah berstandar nasional menjadi obat herbal.  Penduduk asli di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terdiri dari suku Kaidipang dan Suku Bintauna. Berbagai etnis diantaranya etnis Sangihe, etnis Mongondow masih erat menggunakan gulma sebagai bahan obat tradisional.   Gulma merupakan tumbuhan liar didefinisikan sebagai tumbuhan pengganggu  karena mengganggu kegiatan petani dalam budidaya tanaman dan dapat menurunkan produksi tanaman.  Gulma selain mengganggu tanaman budidaya, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Banyak jenis gulma yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ada jenis gulma tertentu sudah dikembangkan dalam bentuk obat skala industri. Spesies gulma tersebut antara lain Peperomia pellucida (L.), Cyperus rotundus L., Heliotropium indicum L., Eleusine indica (L.) Gaernt, Ageratum conyzoides L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur masih menggunakan gulma sebagai campuran ramuan obat tradisional.\n\n\n\n\nKata kunci: tumbuhan obat, potensi gulma sebagai tumbuhan obat.","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"54 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-01-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Study Of Types Of Weeds That Have The Potential As Traditional Medicine Ingredients Used By The Community In North Bolaang Mongondow Regency\",\"authors\":\"R. Mamarimbing, Beatrix Doodoh, P. Tumewu, A. G. Tulungen, S. Liwu\",\"doi\":\"10.35791/jat.v5i1.52655\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"\\n\\n\\n\\nThis research aims to obtain data on weed types that have the potential to be used as medicinal plants and are used by the community in the district. North Bolaang Mongondow Includes 1). Sangkub District, 2) Bintauna District, 3) Kaidipang District, 4) Pinogaluman District. The methods used in this research were field observations and interviews with healers and people who use weed as a traditional medicinal plant. The data/samples that will be taken over 4 sub-districts. The ethnic diversity that exists in Indonesia means that the use of weed as medicine is increasingly diverse. North Sulawesi Province has a wealth of plants as traditional medicines which can be processed to national standards into herbal medicines. The indigenous population in North Bolaang Mongondow Regency consists of the Kaidipang tribe and the Bintauna tribe. Various ethnic groups, including the Sangihe ethnic group and the Mongondow ethnic group, still use weed as an ingredient in traditional medicine. Weeds are wild plants defined as nuisance plants because they interfere with farmers' activities in cultivating crops and can reduce crop production. Apart from disturbing cultivated plants, weeds can be used as medicinal raw materials. Many types of weeds are used by the community as traditional medicine. Certain types of weed have been developed in the form of industrial-scale medicines. These weed species include Peperomia pellucida (L.), Cyperus rotundus L., Heliotropium indicum L., Eleusine indica (L.) Gaernt, Ageratum conyzoides L. The results of the research show that people in East Bolaang Mongondow Regency still use weed as a mixture of traditional medicinal ingredients.\\nKeywords: medicinal plants, potential of weeds as medicinal plants\\nAbstrak\\nTujuan penelitian ini adalah memperoleh data jenis gulma yang berpotensi sebagai tumbuhan obat dan dimanfaatkan masyarakat di Kab. Bolaang Mongondow Utara Meliputi 1). Kecamatan Sangkub, 2) Kecamatan Bintauna, 3) Kecamatan Kaidipang, 4) Kecamatan Pinogaluman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara  pengobat dan  masyarakat pengguna gulma sebagai tumbuhan obat tradisional.  Data/sampel yang akan diambil meliputi 4 kecamatan.  Keanekaragaman etnis yang ada di Indonesia menyebabkan pemanfaatan gulma sebagai obat juga semakin beraneka ragam.  Provinsi Sulawesi Utara memiliki kekayaan tumbuhan sebagai obat tradisional yang bisa diolah berstandar nasional menjadi obat herbal.  Penduduk asli di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terdiri dari suku Kaidipang dan Suku Bintauna. Berbagai etnis diantaranya etnis Sangihe, etnis Mongondow masih erat menggunakan gulma sebagai bahan obat tradisional.   Gulma merupakan tumbuhan liar didefinisikan sebagai tumbuhan pengganggu  karena mengganggu kegiatan petani dalam budidaya tanaman dan dapat menurunkan produksi tanaman.  Gulma selain mengganggu tanaman budidaya, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Banyak jenis gulma yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ada jenis gulma tertentu sudah dikembangkan dalam bentuk obat skala industri. Spesies gulma tersebut antara lain Peperomia pellucida (L.), Cyperus rotundus L., Heliotropium indicum L., Eleusine indica (L.) Gaernt, Ageratum conyzoides L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur masih menggunakan gulma sebagai campuran ramuan obat tradisional.\\n\\n\\n\\n\\nKata kunci: tumbuhan obat, potensi gulma sebagai tumbuhan obat.\",\"PeriodicalId\":408479,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Agroekoteknologi Terapan\",\"volume\":\"54 3\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2024-01-12\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Agroekoteknologi Terapan\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.35791/jat.v5i1.52655\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35791/jat.v5i1.52655","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

摘要

本研究旨在获取该地区有可能用作药用植物且被社区使用的杂草类型的数据。北博朗蒙贡多包括:1).桑库布地区,2)Bintauna 区,3) Kaidipang 区,4)Pinogaluman 区。本研究采用的方法是实地观察和采访使用杂草作为传统药用植物的医士和民众。将在 4 个分区采集数据/样本。印度尼西亚的民族多样性意味着使用杂草作为药物的方式也越来越多样化。北苏拉威西省拥有丰富的传统药用植物,可以按照国家标准加工成草药。北博朗蒙贡多(North Bolaang Mongondow)地区的原住民包括凯迪邦(Kaidipang)部落和宾陶纳(Bintauna)部落。包括桑吉河(Sangihe)族和蒙贡多(Mongondow)族在内的多个民族仍在使用杂草作为传统药物的成分。杂草是被定义为有害植物的野生植物,因为它们会干扰农民种植农作物的活动并降低农作物产量。除干扰栽培植物外,杂草还可用作药用原料。许多类型的杂草被社区用作传统药物。某些类型的杂草已被开发成具有工业规模的药物。这些杂草种类包括 Peperomia pellucida (L.)、Cyperus rotundus L.、Heliotropium indicum L.、Eleusine indica (L.) 和 L.、研究结果表明,东博朗蒙贡多地区的人们仍在使用杂草作为传统药用成分的混合物。 关键词:药用植物;杂草作为药用植物的潜力 摘要本研究的目的是获取北博朗蒙贡多地区具有药用植物潜力并被社区使用的杂草类型的数据,涵盖 1).Sangkub 区,2)Bintauna 区,3) Kaidipang 区,4) Pinogaluman 区。本研究采用的方法是实地观察、采访药师和使用杂草作为传统药用植物的人。 数据/样本将包括 4 个分区。 印尼的民族多样性导致杂草作为药物的使用日益多样化。 北苏拉威西省拥有丰富的传统药用植物,可以按照国家标准加工成草药。 北博朗蒙贡多(North Bolaang Mongondow)地区的原住民包括凯迪邦(Kaidipang)和宾塔纳(Bintauna)部落。包括桑吉河族和蒙贡多族在内的多个民族仍在密切使用杂草作为传统药材。 杂草是被定义为有害植物的野生植物,因为它们会干扰农民的作物栽培活动并降低作物产量。 杂草除了干扰栽培植物外,还可用作药用原料。社区将许多种类的杂草用作传统药物。某些类型的杂草已被开发成具有工业规模的药物。结果显示,东博朗蒙贡多地区的人们仍在使用杂草作为传统药材的混合物。 关键词:药用植物;杂草作为药用植物的潜力。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
Study Of Types Of Weeds That Have The Potential As Traditional Medicine Ingredients Used By The Community In North Bolaang Mongondow Regency
This research aims to obtain data on weed types that have the potential to be used as medicinal plants and are used by the community in the district. North Bolaang Mongondow Includes 1). Sangkub District, 2) Bintauna District, 3) Kaidipang District, 4) Pinogaluman District. The methods used in this research were field observations and interviews with healers and people who use weed as a traditional medicinal plant. The data/samples that will be taken over 4 sub-districts. The ethnic diversity that exists in Indonesia means that the use of weed as medicine is increasingly diverse. North Sulawesi Province has a wealth of plants as traditional medicines which can be processed to national standards into herbal medicines. The indigenous population in North Bolaang Mongondow Regency consists of the Kaidipang tribe and the Bintauna tribe. Various ethnic groups, including the Sangihe ethnic group and the Mongondow ethnic group, still use weed as an ingredient in traditional medicine. Weeds are wild plants defined as nuisance plants because they interfere with farmers' activities in cultivating crops and can reduce crop production. Apart from disturbing cultivated plants, weeds can be used as medicinal raw materials. Many types of weeds are used by the community as traditional medicine. Certain types of weed have been developed in the form of industrial-scale medicines. These weed species include Peperomia pellucida (L.), Cyperus rotundus L., Heliotropium indicum L., Eleusine indica (L.) Gaernt, Ageratum conyzoides L. The results of the research show that people in East Bolaang Mongondow Regency still use weed as a mixture of traditional medicinal ingredients. Keywords: medicinal plants, potential of weeds as medicinal plants Abstrak Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data jenis gulma yang berpotensi sebagai tumbuhan obat dan dimanfaatkan masyarakat di Kab. Bolaang Mongondow Utara Meliputi 1). Kecamatan Sangkub, 2) Kecamatan Bintauna, 3) Kecamatan Kaidipang, 4) Kecamatan Pinogaluman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara  pengobat dan  masyarakat pengguna gulma sebagai tumbuhan obat tradisional.  Data/sampel yang akan diambil meliputi 4 kecamatan.  Keanekaragaman etnis yang ada di Indonesia menyebabkan pemanfaatan gulma sebagai obat juga semakin beraneka ragam.  Provinsi Sulawesi Utara memiliki kekayaan tumbuhan sebagai obat tradisional yang bisa diolah berstandar nasional menjadi obat herbal.  Penduduk asli di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terdiri dari suku Kaidipang dan Suku Bintauna. Berbagai etnis diantaranya etnis Sangihe, etnis Mongondow masih erat menggunakan gulma sebagai bahan obat tradisional.   Gulma merupakan tumbuhan liar didefinisikan sebagai tumbuhan pengganggu  karena mengganggu kegiatan petani dalam budidaya tanaman dan dapat menurunkan produksi tanaman.  Gulma selain mengganggu tanaman budidaya, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Banyak jenis gulma yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ada jenis gulma tertentu sudah dikembangkan dalam bentuk obat skala industri. Spesies gulma tersebut antara lain Peperomia pellucida (L.), Cyperus rotundus L., Heliotropium indicum L., Eleusine indica (L.) Gaernt, Ageratum conyzoides L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur masih menggunakan gulma sebagai campuran ramuan obat tradisional. Kata kunci: tumbuhan obat, potensi gulma sebagai tumbuhan obat.
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信