{"title":"公民社会在加强伊斯兰政治民主方面的作用","authors":"Akhmad Mundakir","doi":"10.21043/cdjpmi.v7i1.20847","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"<em>Masyarakat Madani merupakan suatu konsep sosial politik yang memposisikan Islam dan Negara dalam keadaan saling membutuhkan, yakni; Islam sebagai panduan moral bagi pengelolaan negara disatu sisi, dan negara sebagai sarana pembumian nilai-nilai Islam pada sisi yang lain. Konsepsi ini merujuk pada nilai subtansial yang mewakili kecenderungan masyarakat Madinah yang dibangun oleh nabi Muhammad saw dan khulafaurrasyidin yang mencakup lima pilar utama, yakni; tauhid, humanisme, musyawarah, keadilan, dan persaudaraan. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana korelasi Masyarakat Madani dengan pembangunan demokrasi politik di Indonesia. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriftif, dengan menelaah data primer yang diperoleh melalui studi pustaka (library research). Data tersebut diolah dengan teknik analisis wacana (discourse analysis) dan teknik analisis hermeneutic (harmeneutic analisys). Selanjutnya dalam proses interpretasi, penulis menggunakan pendekatan historis, sosiologis, filosofis, dan teologis konvergensi. Hasilnya menunjukkan bahwa proses konsolidasi dan penguatan demokrasi politik Islam di Indonesia sejauh ini masih sebatas prosedural dan belum sepenuhnya mencerminkan karakteristik Masyarakat Madani</em>","PeriodicalId":479729,"journal":{"name":"Community development : jurnal pengembangan masyarakat Islam (Journal of islamic development society)","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Peran Masyarakat Sipil dalam Penguatan Demokrasi Politik Islam Di Indonesia\",\"authors\":\"Akhmad Mundakir\",\"doi\":\"10.21043/cdjpmi.v7i1.20847\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"<em>Masyarakat Madani merupakan suatu konsep sosial politik yang memposisikan Islam dan Negara dalam keadaan saling membutuhkan, yakni; Islam sebagai panduan moral bagi pengelolaan negara disatu sisi, dan negara sebagai sarana pembumian nilai-nilai Islam pada sisi yang lain. Konsepsi ini merujuk pada nilai subtansial yang mewakili kecenderungan masyarakat Madinah yang dibangun oleh nabi Muhammad saw dan khulafaurrasyidin yang mencakup lima pilar utama, yakni; tauhid, humanisme, musyawarah, keadilan, dan persaudaraan. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana korelasi Masyarakat Madani dengan pembangunan demokrasi politik di Indonesia. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriftif, dengan menelaah data primer yang diperoleh melalui studi pustaka (library research). Data tersebut diolah dengan teknik analisis wacana (discourse analysis) dan teknik analisis hermeneutic (harmeneutic analisys). Selanjutnya dalam proses interpretasi, penulis menggunakan pendekatan historis, sosiologis, filosofis, dan teologis konvergensi. Hasilnya menunjukkan bahwa proses konsolidasi dan penguatan demokrasi politik Islam di Indonesia sejauh ini masih sebatas prosedural dan belum sepenuhnya mencerminkan karakteristik Masyarakat Madani</em>\",\"PeriodicalId\":479729,\"journal\":{\"name\":\"Community development : jurnal pengembangan masyarakat Islam (Journal of islamic development society)\",\"volume\":\"18 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-07-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Community development : jurnal pengembangan masyarakat Islam (Journal of islamic development society)\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.21043/cdjpmi.v7i1.20847\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Community development : jurnal pengembangan masyarakat Islam (Journal of islamic development society)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21043/cdjpmi.v7i1.20847","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
< em >公民社会是使伊斯兰和国家处于相互需要状态的政治社会概念,即:伊斯兰教作为一方面管理国家的道德指南,另一方面作为伊斯兰价值观的破坏手段。这个概念指的是代级价值,代表先知穆罕默德(愿和平与祝福与库法拉什丁)建立的麦地那社会的趋势,其中包括五个主要的支柱:陶希德、人文主义、穆萨瓦拉、正义和兄弟情谊。本文旨在探讨公民社会与印尼政治民主发展之间的关系。在这篇文章中,作者使用定性描述方法,研究通过图书馆研究获得的原始数据。这些数据包括话语分析技术和解释性分析技术。在解释过程中,作者采用了历史、社会学、哲学和神学的融合方法。其结果表明,到目前为止,印尼伊斯兰政治民主的巩固和加强进程仍只是一个程序,还没有完全反映出民间社会的特征
Peran Masyarakat Sipil dalam Penguatan Demokrasi Politik Islam Di Indonesia
Masyarakat Madani merupakan suatu konsep sosial politik yang memposisikan Islam dan Negara dalam keadaan saling membutuhkan, yakni; Islam sebagai panduan moral bagi pengelolaan negara disatu sisi, dan negara sebagai sarana pembumian nilai-nilai Islam pada sisi yang lain. Konsepsi ini merujuk pada nilai subtansial yang mewakili kecenderungan masyarakat Madinah yang dibangun oleh nabi Muhammad saw dan khulafaurrasyidin yang mencakup lima pilar utama, yakni; tauhid, humanisme, musyawarah, keadilan, dan persaudaraan. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana korelasi Masyarakat Madani dengan pembangunan demokrasi politik di Indonesia. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriftif, dengan menelaah data primer yang diperoleh melalui studi pustaka (library research). Data tersebut diolah dengan teknik analisis wacana (discourse analysis) dan teknik analisis hermeneutic (harmeneutic analisys). Selanjutnya dalam proses interpretasi, penulis menggunakan pendekatan historis, sosiologis, filosofis, dan teologis konvergensi. Hasilnya menunjukkan bahwa proses konsolidasi dan penguatan demokrasi politik Islam di Indonesia sejauh ini masih sebatas prosedural dan belum sepenuhnya mencerminkan karakteristik Masyarakat Madani