{"title":"三家出版商的切利特小说和印度尼西亚青少年小说的书写机制","authors":"Redyanto Noor","doi":"10.14710/nusa.13.2.265-272","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"AbstractSome literary experts say that literary works are cultural objects and production is an industrial process. When literature enters the territory of production then the laws imposed upon itself are industrial law. That is why when talking about the production of literary works means dealing with laws (read: systems, mechanisms, and strategies) imposed by the institution of manufacture, i.e. publishers. Whereas in industrial business competition, every producing institution besides applying the conventional laws of industry, also develops distinctive internal laws to maintain the competitive power of its institution against the strength of other producing institutions.The modern publisher as a book-producing institution must creatively develop its industrial laws in order to compete with other similar publishers. Starting from the above references in chicklit and teenlit novel Indonesia's production article will discuss chicklit and teenlit novel production mechanism and mechanism covering three publishers, namely Elex Media Komputindo, GagasMedia, and Gramedia Pustaka Utama. The system and production mechanism in question includes the acquisition of the manuscript. Acquisition of manuscripts includes hunting and auction of manuscripts. IntisariBeberapa ahli sastra mengatakan bahwa karya sastra adalah obyek budaya dan produksi adalah proses industri. Ketika sastra memasuki wilayah produksi maka hukum yang dikenakan pada dirinya sendiri adalah hukum industri. Itulah mengapa ketika berbicara tentang produksi karya sastra berarti berurusan dengan hukum (baca: sistem, mekanisme, dan strategi) yang dikenakan oleh institusi manufaktur, yaitu penerbit. Sedangkan dalam persaingan bisnis industri, setiap lembaga produksi selain menerapkan hukum industri konvensional, juga mengembangkan undang-undang internal yang khas untuk mempertahankan daya saing lembaga mereka terhadap kekuatan lembaga produksi lainnya. Penerbit modern sebagai lembaga pembuat buku harus secara kreatif mengembangkan undang-undang industrinya agar dapat bersaing dengan penerbit lain yang serupa. Dari referensi di atas dalam novel chicklit dan teenlit, artikel ini akan membahas mekanisme dan mekanisme produksi novel chicklit dan teenlit yang meliputi tiga penerbit, yaitu Elex Media Komputindo, GagasMedia, dan Gramedia Pustaka Utama. Sistem dan mekanisme produksi yang dimaksud termasuk akuisisi naskah. Akuisisi manuskrip termasuk berburu dan melelang manuskrip.","PeriodicalId":229358,"journal":{"name":"Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Sistem Mekanisme Pemerolehan Naskah Novel Chicklit dan Teenlit Indonesia pada Tiga Penerbit\",\"authors\":\"Redyanto Noor\",\"doi\":\"10.14710/nusa.13.2.265-272\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"AbstractSome literary experts say that literary works are cultural objects and production is an industrial process. When literature enters the territory of production then the laws imposed upon itself are industrial law. That is why when talking about the production of literary works means dealing with laws (read: systems, mechanisms, and strategies) imposed by the institution of manufacture, i.e. publishers. Whereas in industrial business competition, every producing institution besides applying the conventional laws of industry, also develops distinctive internal laws to maintain the competitive power of its institution against the strength of other producing institutions.The modern publisher as a book-producing institution must creatively develop its industrial laws in order to compete with other similar publishers. Starting from the above references in chicklit and teenlit novel Indonesia's production article will discuss chicklit and teenlit novel production mechanism and mechanism covering three publishers, namely Elex Media Komputindo, GagasMedia, and Gramedia Pustaka Utama. The system and production mechanism in question includes the acquisition of the manuscript. Acquisition of manuscripts includes hunting and auction of manuscripts. IntisariBeberapa ahli sastra mengatakan bahwa karya sastra adalah obyek budaya dan produksi adalah proses industri. Ketika sastra memasuki wilayah produksi maka hukum yang dikenakan pada dirinya sendiri adalah hukum industri. Itulah mengapa ketika berbicara tentang produksi karya sastra berarti berurusan dengan hukum (baca: sistem, mekanisme, dan strategi) yang dikenakan oleh institusi manufaktur, yaitu penerbit. Sedangkan dalam persaingan bisnis industri, setiap lembaga produksi selain menerapkan hukum industri konvensional, juga mengembangkan undang-undang internal yang khas untuk mempertahankan daya saing lembaga mereka terhadap kekuatan lembaga produksi lainnya. Penerbit modern sebagai lembaga pembuat buku harus secara kreatif mengembangkan undang-undang industrinya agar dapat bersaing dengan penerbit lain yang serupa. Dari referensi di atas dalam novel chicklit dan teenlit, artikel ini akan membahas mekanisme dan mekanisme produksi novel chicklit dan teenlit yang meliputi tiga penerbit, yaitu Elex Media Komputindo, GagasMedia, dan Gramedia Pustaka Utama. Sistem dan mekanisme produksi yang dimaksud termasuk akuisisi naskah. Akuisisi manuskrip termasuk berburu dan melelang manuskrip.\",\"PeriodicalId\":229358,\"journal\":{\"name\":\"Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra\",\"volume\":\"8 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2018-05-31\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.14710/nusa.13.2.265-272\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.14710/nusa.13.2.265-272","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
【摘要】一些文学专家认为,文学作品是一种文化物品,其生产是一种工业过程。当文学进入生产领域时,强加给它的法律就是工业法。这就是为什么在谈论文学作品的生产时,意味着要处理由制造机构(即出版商)施加的法律(即系统、机制和策略)。而在工业企业竞争中,每个生产制度除了运用工业的常规规律外,还发展出独特的内部规律,以维持其制度相对于其他生产制度的竞争力。现代出版商作为图书生产机构,必须创造性地发展自己的产业规律,才能与其他同类出版商竞争。从上述小鸡文学和青少年小说的参考文献开始,印度尼西亚的生产文章将讨论小鸡文学和青少年小说的生产机制和机制,涉及三家出版商,即Elex Media Komputindo, GagasMedia和Gramedia Pustaka Utama。所讨论的系统和生产机制包括手稿的获取。获得手稿包括寻找和拍卖手稿。IntisariBeberapa ahli sastra mengatakan bahwa karya sastra adalah obyek budaya dan produksi adalah process industry。Ketika sastra memasuki wilayah producksi maka hukum yang dikenakan pada dirinya sendiri adalah hukum industry。Itulah mengapa ketika berbicara tentangproducdksi karya sastra berarti berurusan dengan hukum (baca: system, mekanisme, danstrategi) yang dikenakan oleh研究所制造,yitu penbit。Sedangkan dalam persingingand bisnis industry, seap lembaga productksi selain menerapkan hukum industry, juga mengembangkan undang-undang - internal yang khas untuk成员pertahankan daya savinglembaga mereka terhadap kekuatan lembaga productsi lannya。Penerbit modern sebagai lembaga pembuat buku harus secara kreatif mengembangkan undang undang industrinya agar dapat bersaing dengan Penerbit lain yang serupa。中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:中文参考资料:系统dan mekanisme产品,yang dimaksud termasuk akuisisi naskah。Akuisisi手稿termasuk berburu dan melelang手稿。
Sistem Mekanisme Pemerolehan Naskah Novel Chicklit dan Teenlit Indonesia pada Tiga Penerbit
AbstractSome literary experts say that literary works are cultural objects and production is an industrial process. When literature enters the territory of production then the laws imposed upon itself are industrial law. That is why when talking about the production of literary works means dealing with laws (read: systems, mechanisms, and strategies) imposed by the institution of manufacture, i.e. publishers. Whereas in industrial business competition, every producing institution besides applying the conventional laws of industry, also develops distinctive internal laws to maintain the competitive power of its institution against the strength of other producing institutions.The modern publisher as a book-producing institution must creatively develop its industrial laws in order to compete with other similar publishers. Starting from the above references in chicklit and teenlit novel Indonesia's production article will discuss chicklit and teenlit novel production mechanism and mechanism covering three publishers, namely Elex Media Komputindo, GagasMedia, and Gramedia Pustaka Utama. The system and production mechanism in question includes the acquisition of the manuscript. Acquisition of manuscripts includes hunting and auction of manuscripts. IntisariBeberapa ahli sastra mengatakan bahwa karya sastra adalah obyek budaya dan produksi adalah proses industri. Ketika sastra memasuki wilayah produksi maka hukum yang dikenakan pada dirinya sendiri adalah hukum industri. Itulah mengapa ketika berbicara tentang produksi karya sastra berarti berurusan dengan hukum (baca: sistem, mekanisme, dan strategi) yang dikenakan oleh institusi manufaktur, yaitu penerbit. Sedangkan dalam persaingan bisnis industri, setiap lembaga produksi selain menerapkan hukum industri konvensional, juga mengembangkan undang-undang internal yang khas untuk mempertahankan daya saing lembaga mereka terhadap kekuatan lembaga produksi lainnya. Penerbit modern sebagai lembaga pembuat buku harus secara kreatif mengembangkan undang-undang industrinya agar dapat bersaing dengan penerbit lain yang serupa. Dari referensi di atas dalam novel chicklit dan teenlit, artikel ini akan membahas mekanisme dan mekanisme produksi novel chicklit dan teenlit yang meliputi tiga penerbit, yaitu Elex Media Komputindo, GagasMedia, dan Gramedia Pustaka Utama. Sistem dan mekanisme produksi yang dimaksud termasuk akuisisi naskah. Akuisisi manuskrip termasuk berburu dan melelang manuskrip.