Arini Siti Intan Dewi, Erianto Indra Putra, Noor Farikhah Haneda
{"title":"西爪哇省CIREMAI山国家公园火灾后森林面积","authors":"Arini Siti Intan Dewi, Erianto Indra Putra, Noor Farikhah Haneda","doi":"10.55981/bkr.2022.803","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kondisi hutan di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih karena terus menerus mendapat gangguan, salah satunya adalah kebakaran. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) merupakan kawasan hutan yang sering mengalami kebakaran sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian kebakaran hutan guna meminimalisir dampak buruk dari kebakaran hutan. Salah satu kegiatan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan adalah penanganan pasca kebakaran dengan melakukan monitoring pada areal pasca kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kondisi kesehatan areal hutan bekas terbakar di TNGC pada berbagai klaster plot dan (2) menganalisis perbedaan kondisi kesehatan areal dengan frekuensi terbakar yang berbeda serta perbedaan kondisi kesehatan areal yang terbakar dan tidak terbakar. Pengamatan kondisi kesehatan hutan di TNGC dilakukan dengan pengukuran dampak kebakaran terhadap vegetasi menggunakan metode Forest Health Monitoring dengan menggunakan tiga indikator, yaitu produktivitas, biodiversitas, dan kondisi tajuk. Jumlah klaster plot yang dibangun yaitu empat klaster plot pada areal terbakar dan satu klaster plot di areal tidak terbakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan lebih rendah pada areal 1 kali terbakar dibandingkan pada areal lebih dari 5 kali terbakar. Secara keseluruhan, areal tidak terbakar menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan areal bekas terbakar. Upaya pemulihan ekosistem perlu dilakukan dengan menanam jenis asli yang cocok dengan kondisi lahan di Blok Pajaten dan memiliki daya adaptasi terhadap api dan perlu dilakukan penanaman jenis yang dapat dimanfaatkan sebagai sekat bakar hijau di Blok Gibug.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"134 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"KESEHATAN AREAL HUTAN PASCA KEBAKARAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KUNINGAN, JAWA BARAT\",\"authors\":\"Arini Siti Intan Dewi, Erianto Indra Putra, Noor Farikhah Haneda\",\"doi\":\"10.55981/bkr.2022.803\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Kondisi hutan di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih karena terus menerus mendapat gangguan, salah satunya adalah kebakaran. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) merupakan kawasan hutan yang sering mengalami kebakaran sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian kebakaran hutan guna meminimalisir dampak buruk dari kebakaran hutan. Salah satu kegiatan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan adalah penanganan pasca kebakaran dengan melakukan monitoring pada areal pasca kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kondisi kesehatan areal hutan bekas terbakar di TNGC pada berbagai klaster plot dan (2) menganalisis perbedaan kondisi kesehatan areal dengan frekuensi terbakar yang berbeda serta perbedaan kondisi kesehatan areal yang terbakar dan tidak terbakar. Pengamatan kondisi kesehatan hutan di TNGC dilakukan dengan pengukuran dampak kebakaran terhadap vegetasi menggunakan metode Forest Health Monitoring dengan menggunakan tiga indikator, yaitu produktivitas, biodiversitas, dan kondisi tajuk. Jumlah klaster plot yang dibangun yaitu empat klaster plot pada areal terbakar dan satu klaster plot di areal tidak terbakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan lebih rendah pada areal 1 kali terbakar dibandingkan pada areal lebih dari 5 kali terbakar. Secara keseluruhan, areal tidak terbakar menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan areal bekas terbakar. Upaya pemulihan ekosistem perlu dilakukan dengan menanam jenis asli yang cocok dengan kondisi lahan di Blok Pajaten dan memiliki daya adaptasi terhadap api dan perlu dilakukan penanaman jenis yang dapat dimanfaatkan sebagai sekat bakar hijau di Blok Gibug.\",\"PeriodicalId\":274763,\"journal\":{\"name\":\"Buletin Kebun Raya\",\"volume\":\"134 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-12-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Buletin Kebun Raya\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.55981/bkr.2022.803\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Buletin Kebun Raya","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.55981/bkr.2022.803","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
KESEHATAN AREAL HUTAN PASCA KEBAKARAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KUNINGAN, JAWA BARAT
Kondisi hutan di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih karena terus menerus mendapat gangguan, salah satunya adalah kebakaran. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) merupakan kawasan hutan yang sering mengalami kebakaran sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian kebakaran hutan guna meminimalisir dampak buruk dari kebakaran hutan. Salah satu kegiatan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan adalah penanganan pasca kebakaran dengan melakukan monitoring pada areal pasca kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kondisi kesehatan areal hutan bekas terbakar di TNGC pada berbagai klaster plot dan (2) menganalisis perbedaan kondisi kesehatan areal dengan frekuensi terbakar yang berbeda serta perbedaan kondisi kesehatan areal yang terbakar dan tidak terbakar. Pengamatan kondisi kesehatan hutan di TNGC dilakukan dengan pengukuran dampak kebakaran terhadap vegetasi menggunakan metode Forest Health Monitoring dengan menggunakan tiga indikator, yaitu produktivitas, biodiversitas, dan kondisi tajuk. Jumlah klaster plot yang dibangun yaitu empat klaster plot pada areal terbakar dan satu klaster plot di areal tidak terbakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan lebih rendah pada areal 1 kali terbakar dibandingkan pada areal lebih dari 5 kali terbakar. Secara keseluruhan, areal tidak terbakar menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan areal bekas terbakar. Upaya pemulihan ekosistem perlu dilakukan dengan menanam jenis asli yang cocok dengan kondisi lahan di Blok Pajaten dan memiliki daya adaptasi terhadap api dan perlu dilakukan penanaman jenis yang dapat dimanfaatkan sebagai sekat bakar hijau di Blok Gibug.