{"title":"文化研究作为ip学习价值的来源,鲁姆比奥社会及其相关性","authors":"Ahmal Ahmal, Piki Setri Pernantah","doi":"10.29300/IJSSE.V3I1.4489","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Permasalahan kerusakan hutan di Riau terjadi karena ulah manusia. Sikap peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan di Kenagarian Rumbio Provinsi Riau merupakan salah satu sumber nilai pendidikan karakter peduli lingkungan yang dapat di internalisasikan kepada peserta didik. Sumber belajar IPS ini dari budaya lokal dapat membentuk pengetahuan, sikap dan tindakan yang berupaya mencegah kerusakan hutan serta melakukan berbagai tindakan untuk pelestarian lingkungan. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai karakter peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan masyarakat adat Kampar dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga hal dalam pelestarian hutan larangan masyarakat adat Kampar di Kenagarian Rumbio, yakni; 1) cara pandang terhadap hutan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat adat; 2) peran ninik mamak dalam masyarakat adat berupa aturan dan norma, pantang larang dan mitos, dan kemudian peran anak kemenakan dalam Yayasan Pelopor, Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan dan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis; dan 3) sistem pendidikan informal dalam membangun kesadaran ekologis terhadap hutan larangan kepada generasi muda. Kemudian, dapat diimplementasikan nilai karakter peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan di Kenagarian Rumbio dalam pembelajaran IPS untuk menumbuhkan kesadaran ekologis terhadap lingkungan dan hutan.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Kajian Masyarakat Adat Rumbio dan Relevansinya Sebagai Sumber Nilai Dalam Pembelajaran IPS\",\"authors\":\"Ahmal Ahmal, Piki Setri Pernantah\",\"doi\":\"10.29300/IJSSE.V3I1.4489\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Permasalahan kerusakan hutan di Riau terjadi karena ulah manusia. Sikap peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan di Kenagarian Rumbio Provinsi Riau merupakan salah satu sumber nilai pendidikan karakter peduli lingkungan yang dapat di internalisasikan kepada peserta didik. Sumber belajar IPS ini dari budaya lokal dapat membentuk pengetahuan, sikap dan tindakan yang berupaya mencegah kerusakan hutan serta melakukan berbagai tindakan untuk pelestarian lingkungan. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai karakter peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan masyarakat adat Kampar dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga hal dalam pelestarian hutan larangan masyarakat adat Kampar di Kenagarian Rumbio, yakni; 1) cara pandang terhadap hutan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat adat; 2) peran ninik mamak dalam masyarakat adat berupa aturan dan norma, pantang larang dan mitos, dan kemudian peran anak kemenakan dalam Yayasan Pelopor, Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan dan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis; dan 3) sistem pendidikan informal dalam membangun kesadaran ekologis terhadap hutan larangan kepada generasi muda. Kemudian, dapat diimplementasikan nilai karakter peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan di Kenagarian Rumbio dalam pembelajaran IPS untuk menumbuhkan kesadaran ekologis terhadap lingkungan dan hutan.\",\"PeriodicalId\":315105,\"journal\":{\"name\":\"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)\",\"volume\":\"69 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-01-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V3I1.4489\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V3I1.4489","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Kajian Masyarakat Adat Rumbio dan Relevansinya Sebagai Sumber Nilai Dalam Pembelajaran IPS
Permasalahan kerusakan hutan di Riau terjadi karena ulah manusia. Sikap peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan di Kenagarian Rumbio Provinsi Riau merupakan salah satu sumber nilai pendidikan karakter peduli lingkungan yang dapat di internalisasikan kepada peserta didik. Sumber belajar IPS ini dari budaya lokal dapat membentuk pengetahuan, sikap dan tindakan yang berupaya mencegah kerusakan hutan serta melakukan berbagai tindakan untuk pelestarian lingkungan. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai karakter peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan masyarakat adat Kampar dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga hal dalam pelestarian hutan larangan masyarakat adat Kampar di Kenagarian Rumbio, yakni; 1) cara pandang terhadap hutan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat adat; 2) peran ninik mamak dalam masyarakat adat berupa aturan dan norma, pantang larang dan mitos, dan kemudian peran anak kemenakan dalam Yayasan Pelopor, Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan dan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis; dan 3) sistem pendidikan informal dalam membangun kesadaran ekologis terhadap hutan larangan kepada generasi muda. Kemudian, dapat diimplementasikan nilai karakter peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan di Kenagarian Rumbio dalam pembelajaran IPS untuk menumbuhkan kesadaran ekologis terhadap lingkungan dan hutan.