引领读写文化发展的高层次学习模式

Ashar Hidayah
{"title":"引领读写文化发展的高层次学习模式","authors":"Ashar Hidayah","doi":"10.26618/jp.v9i2.9067","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Rendahnya minat dan kebiasaan membaca, menulis, menyimak, serta berpikir kritis siswa di Indonesia juga dijelaskan oleh lembaga lietrasi dunia. Menurut data PIRLS Progress International Reading Literacy Stuudy tahun 2011 yaitu suatu lembaga uji literasi dunia menerangkan bahwa uji literasi membaca yang mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan, Indonesia menduduki urutan ke-45 dari 48 negara peserta, dengan memperoleh skor 428 dari skor rata-rata 500. Selain itu, pada PISA 2012 peringkat Indonesia menurun yaitu berada pada peringkat ke-64 dari 65 peserta dengan skor 396 dari skor rata-rata 496. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan karena hanya dengan gemar membaca seseorang akan memperoleh pengetahuan, dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasan sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup. Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas yaitu dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Sesuai dengan tahapan dari budaya literasi sekolah yang dimulai dari tahap pembiasaan seperti kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran di mulai, selanjutnya diarahkan pada tahap pengembangan yaitu kegiatan memahami bacaan, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komonikasi. Kemudian tahapan pembelajaran yaitu kegiatan literasi yang merupakan tindak lanjut di tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai bagian dari pembelajaran dan dinilai secara akademik. Dalam hal ini penulis memberikan solusi salah satunya yaitu pengembangan model TIL (The Information Literacy) tipe The Big Six dalam proses pembelajaran sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Adapun tahapan dari model TIL yaitu Task Defenition (Defenisi Tugas), Information Seeking Strategies (Strategi Mencari Informasi), Location and Access (Lokasi dan Akses), Information Use (Menggunakan Informasi), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Melalui model TIL dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi sesuai kebutuhan danmenggunakan informasi tersebut secara efektif. Selain itu pengembangan model TIL dapa meningkatkan minat baca siswa, sehingga indonesia dapat menjadi negara yang minat dan kebiasaan membacanya tergolong tinggi. ","PeriodicalId":393198,"journal":{"name":"Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-08-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"9","resultStr":"{\"title\":\"PENGEMBANGAN MODEL TIL (THE INFORMATION LITERACY) TIPE THE BIG6 DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH\",\"authors\":\"Ashar Hidayah\",\"doi\":\"10.26618/jp.v9i2.9067\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Rendahnya minat dan kebiasaan membaca, menulis, menyimak, serta berpikir kritis siswa di Indonesia juga dijelaskan oleh lembaga lietrasi dunia. Menurut data PIRLS Progress International Reading Literacy Stuudy tahun 2011 yaitu suatu lembaga uji literasi dunia menerangkan bahwa uji literasi membaca yang mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan, Indonesia menduduki urutan ke-45 dari 48 negara peserta, dengan memperoleh skor 428 dari skor rata-rata 500. Selain itu, pada PISA 2012 peringkat Indonesia menurun yaitu berada pada peringkat ke-64 dari 65 peserta dengan skor 396 dari skor rata-rata 496. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan karena hanya dengan gemar membaca seseorang akan memperoleh pengetahuan, dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasan sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup. Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas yaitu dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Sesuai dengan tahapan dari budaya literasi sekolah yang dimulai dari tahap pembiasaan seperti kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran di mulai, selanjutnya diarahkan pada tahap pengembangan yaitu kegiatan memahami bacaan, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komonikasi. Kemudian tahapan pembelajaran yaitu kegiatan literasi yang merupakan tindak lanjut di tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai bagian dari pembelajaran dan dinilai secara akademik. Dalam hal ini penulis memberikan solusi salah satunya yaitu pengembangan model TIL (The Information Literacy) tipe The Big Six dalam proses pembelajaran sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Adapun tahapan dari model TIL yaitu Task Defenition (Defenisi Tugas), Information Seeking Strategies (Strategi Mencari Informasi), Location and Access (Lokasi dan Akses), Information Use (Menggunakan Informasi), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Melalui model TIL dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi sesuai kebutuhan danmenggunakan informasi tersebut secara efektif. Selain itu pengembangan model TIL dapa meningkatkan minat baca siswa, sehingga indonesia dapat menjadi negara yang minat dan kebiasaan membacanya tergolong tinggi. \",\"PeriodicalId\":393198,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran\",\"volume\":\"13 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-08-29\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"9\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.26618/jp.v9i2.9067\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26618/jp.v9i2.9067","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 9

摘要

印度尼西亚的学生阅读、写作、倾听和批判性思维的兴趣和习惯的缺乏,也受到了世界过滤机构的解释。根据世界扫盲研究所PIRLS Progress International Reading Literacy Stuudy在2011年的数据中指出,以书面形式衡量读写方面的读写试点,印度尼西亚排在48个参赛国家中的45位,平均成绩为500分。此外,2012年比萨的印度尼西亚排名降至65名参赛者的64名,平均得分为496分。这种情况是非常令人担忧的,因为仅仅通过阅读一个人就能获得知识和新的洞察力,这些知识将提高他的智力,使他能够更好地应对生活中的挑战。解决上述问题的一种方法是通过学校扫盲运动(GLS)来提高学生的阅读兴趣。根据学校扫盲文化的一个阶段,它从课堂开始前15分钟的阅读活动开始,然后引导到理解阅读、批判性思维和培养交际能力的发展阶段。然后,学习的阶段,也就是发展阶段的识字活动,可以作为学习的一部分继续进行,并在学术上进行评估。在这方面,作者给出了一个解决方案,即类风化模型的发展,大六类型的学习过程,以促进学校的读写文化。至于任务处理、信息搜索策略、位置和访问、信息使用、合成、评估等模型的各个阶段。通过模式模式,学生可以更容易地找到适合需要的信息,并有效地使用这些信息。此外,模式开发模式提高了学生的阅读兴趣,使印尼成为一个兴趣和阅读习惯较高的国家。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
PENGEMBANGAN MODEL TIL (THE INFORMATION LITERACY) TIPE THE BIG6 DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH
Rendahnya minat dan kebiasaan membaca, menulis, menyimak, serta berpikir kritis siswa di Indonesia juga dijelaskan oleh lembaga lietrasi dunia. Menurut data PIRLS Progress International Reading Literacy Stuudy tahun 2011 yaitu suatu lembaga uji literasi dunia menerangkan bahwa uji literasi membaca yang mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan, Indonesia menduduki urutan ke-45 dari 48 negara peserta, dengan memperoleh skor 428 dari skor rata-rata 500. Selain itu, pada PISA 2012 peringkat Indonesia menurun yaitu berada pada peringkat ke-64 dari 65 peserta dengan skor 396 dari skor rata-rata 496. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan karena hanya dengan gemar membaca seseorang akan memperoleh pengetahuan, dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasan sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup. Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas yaitu dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Sesuai dengan tahapan dari budaya literasi sekolah yang dimulai dari tahap pembiasaan seperti kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran di mulai, selanjutnya diarahkan pada tahap pengembangan yaitu kegiatan memahami bacaan, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komonikasi. Kemudian tahapan pembelajaran yaitu kegiatan literasi yang merupakan tindak lanjut di tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai bagian dari pembelajaran dan dinilai secara akademik. Dalam hal ini penulis memberikan solusi salah satunya yaitu pengembangan model TIL (The Information Literacy) tipe The Big Six dalam proses pembelajaran sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Adapun tahapan dari model TIL yaitu Task Defenition (Defenisi Tugas), Information Seeking Strategies (Strategi Mencari Informasi), Location and Access (Lokasi dan Akses), Information Use (Menggunakan Informasi), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Melalui model TIL dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi sesuai kebutuhan danmenggunakan informasi tersebut secara efektif. Selain itu pengembangan model TIL dapa meningkatkan minat baca siswa, sehingga indonesia dapat menjadi negara yang minat dan kebiasaan membacanya tergolong tinggi. 
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书