T. Febriyanto, Resva Meinisasti, Jon Farizal, Diajeng Dea Resya Mawardi
{"title":"UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS","authors":"T. Febriyanto, Resva Meinisasti, Jon Farizal, Diajeng Dea Resya Mawardi","doi":"10.35910/jbkm.v3i1.176","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Latar Belakang : Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Menurut WHO 2015 berdasarkan data YLL (Years Of Life Lost) di negara berkembang penyakit infeksi masih merupakan penyebab kematian utama. Staphylococcus adalah penyebab utama infeksi bernanah pada manusia yang terdapat di rongga hidung dan kulit sebagian besar populasi manusia. Salah satu Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah bisul. Staphylococcus aureus telah mengalami resistensi terhadap antibiotik. Maka dari itu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan cara menggunakan bahan alam atau tradisional yaitu dengan memanfaatkan kelopak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan empat perlakuan dengan variasi kosentrasi 70%, 75%, 80% dan 85% dengan menggunakan analisa data uji statistik Univariat.Hasil : Diameter zona hambat yang terbentukpada konsentrasi 70% sebesar 14.4 mm,konsentrasi 75% sebesar 15.7 mm, konsentrasi 80% sebesar 16.4 mm, konsentrasi 85% sebesar 19.6 mm.Kesimpulan :Ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) memiliki zat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus paling baik pada kosentrasi 85% dengan rerata zona hambat 19,6 mm dan di kategorikan kuat.","PeriodicalId":126244,"journal":{"name":"Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35910/jbkm.v3i1.176","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
背景:感染是世界上最大的健康问题之一。根据世卫组织2015年的数据,传染病仍然是主要死因。葡萄球菌是大多数人鼻腔和皮肤中发现的人类脓液感染的主要原因。葡萄球菌引起的一种皮肤病是溃疡。己糖杆菌对抗生素有抗药性。因此,另一种可能的替代方法是利用rosella花瓣(Hibiscus Sabdariffa L)。这项研究的目的是确定罗塞拉花提取物(学名Hibiscus Sabdariffa)对球菌菌生长的抑制能力。方法:本研究是一项描述性研究,使用单变量统计测试数据分析,它是一种四种治疗方法的描述性研究。terbentukpada的结果:直径拖住区70%的浓度高达14。4毫米,75%集中15 . 7毫米,80%的浓度高达16万至4毫米,85%的浓度高达19。6毫米。结论:乙醇提取物塞拉(芙蓉花瓣Sabdariffa L .)杆菌的抗菌物质,可以抑制细菌的生长奥里斯最擅长集中在归为85%的平均拖住19,6区毫米和强大。
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Latar Belakang : Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Menurut WHO 2015 berdasarkan data YLL (Years Of Life Lost) di negara berkembang penyakit infeksi masih merupakan penyebab kematian utama. Staphylococcus adalah penyebab utama infeksi bernanah pada manusia yang terdapat di rongga hidung dan kulit sebagian besar populasi manusia. Salah satu Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah bisul. Staphylococcus aureus telah mengalami resistensi terhadap antibiotik. Maka dari itu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan cara menggunakan bahan alam atau tradisional yaitu dengan memanfaatkan kelopak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan empat perlakuan dengan variasi kosentrasi 70%, 75%, 80% dan 85% dengan menggunakan analisa data uji statistik Univariat.Hasil : Diameter zona hambat yang terbentukpada konsentrasi 70% sebesar 14.4 mm,konsentrasi 75% sebesar 15.7 mm, konsentrasi 80% sebesar 16.4 mm, konsentrasi 85% sebesar 19.6 mm.Kesimpulan :Ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) memiliki zat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus paling baik pada kosentrasi 85% dengan rerata zona hambat 19,6 mm dan di kategorikan kuat.