{"title":"减少布迪南伯地区沿海社区的粮食安全","authors":"F. Pratiwi","doi":"10.33369/TRIBUTE.2.1.31-41","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia termasuk masyarakat yang hidup di wilayah pesisir. Oleh karenanya, ketersediaan dan kemampuan akses terhadap terhadap ragam bahah pangan menjadi hal yang penting untuk dipenuhi. Budikdamber merupakan metode sederhana, murah dan mudah sebagai alternatif pemenuhan ragam bahan pangan, yang dapat diterapkan pada masyarakat pesisir. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian kali ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat pesisir desa Rebo, Kabupaten Bangka untuk menerapkan budikdamber (budidaya ikan dalam ember) sebagai upaya ketahanan pangan. Kegiatan pendampingan budikdamber berlangsung pada bulan Agustus 2020, yang diikuti oleh 19 orang perwakilan pemuda karang taruna dan didampingi oleh mahasiswa KKN berjumlah 15 orang. Tahapan kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah: 1). Persiapan kegiatan; 2).Sosialisasi teori budikdamber; 3). Praktek pembuatan budikdamber lele dan kangkung; 4).Evaluasi kegiatan pendampingan budikdamber melalui sebar kuesioner. Berdasarkan kuesioner diajukan, lebih dari 40% responden, menyatakan cukup setuju bahwa kegiatan budikdamber dikuti dengan motivasi dan semangat tinggi, materi dan praktek dapat dipahami dengan baik dan mudah, keberlanjutan penting dilakukan, pengetahuan dan pengamalaman yang diperoleh dapat dipraktekkan, budikdamber sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat mengusahakan ketahanan pangan secara mandiri, kegiatan dapat berlangsung dengan baik dari awal sampai akhir, serta metode dan sarana prasana sudah tepat sasaran. Kesimpulannya yaitu kegiatan pendampingan budikdamber berlangsung dengan baik dan dapat dipraktekkan secara mandiri untuk ketahanan pangan masyarakat pesisir desa Rebo. Keberlanjutan program dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai level untuk dapat mencapai ketahanan pangan secara mandiri ASSISTANCE OF \"BUDIKDAMBER\" AS AN ALTERNATIVE FOR FOOD SECURITY FOR THE COASTAL COMMUNITY OF REBO VILLAGE, BANGKA DISTRICT. Food is a basic human need, including people in coastal areas, so the availability and capability to access food substances is an important thing to fulfil. Budikdamber is a simple, cheap and easy method for supplying the food varieties in the coastal communities. For that reason, The empowerment program aimed to assist the coastal communities of Rebo village, Bangka Regency in introducing budikdamber method (fish cultivation in buckets) as an effort for food security. This program held in August 2020 with 19 participants from the teenager and 15 college student who followed the KKN program. In this empowerment program, there were several activities: 1). Preparation of activities; 2). Socialization of budikdamber theory; 3). The practice of making budikdamber cat fish and water spinach; 4) Evaluation of budikdamber assistance activities through questionnaires. At the end of the program, the average participants (> 40%) quite agreed if they categorized as participants with high motivation and spirit. The knowledge they got can guide in practising budikdamber independently because of the theory transferred well in the program. For the last, they expected to the continuity of the activity for achieving food security. From the result, we have the conclusion that the empowerment program has the right target and held well. We have the conclusion that the empowerment program has the right target and held well. The different social level of the coastal community may follow the next empowerment program for achieving food security.","PeriodicalId":188814,"journal":{"name":"TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"PENDAMPINGAN BUDIKDAMBER SEBAGAI ALTERNATIF KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PESISIR DESA REBO KABUPATEN BANGKA\",\"authors\":\"F. Pratiwi\",\"doi\":\"10.33369/TRIBUTE.2.1.31-41\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia termasuk masyarakat yang hidup di wilayah pesisir. Oleh karenanya, ketersediaan dan kemampuan akses terhadap terhadap ragam bahah pangan menjadi hal yang penting untuk dipenuhi. Budikdamber merupakan metode sederhana, murah dan mudah sebagai alternatif pemenuhan ragam bahan pangan, yang dapat diterapkan pada masyarakat pesisir. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian kali ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat pesisir desa Rebo, Kabupaten Bangka untuk menerapkan budikdamber (budidaya ikan dalam ember) sebagai upaya ketahanan pangan. Kegiatan pendampingan budikdamber berlangsung pada bulan Agustus 2020, yang diikuti oleh 19 orang perwakilan pemuda karang taruna dan didampingi oleh mahasiswa KKN berjumlah 15 orang. Tahapan kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah: 1). Persiapan kegiatan; 2).Sosialisasi teori budikdamber; 3). Praktek pembuatan budikdamber lele dan kangkung; 4).Evaluasi kegiatan pendampingan budikdamber melalui sebar kuesioner. Berdasarkan kuesioner diajukan, lebih dari 40% responden, menyatakan cukup setuju bahwa kegiatan budikdamber dikuti dengan motivasi dan semangat tinggi, materi dan praktek dapat dipahami dengan baik dan mudah, keberlanjutan penting dilakukan, pengetahuan dan pengamalaman yang diperoleh dapat dipraktekkan, budikdamber sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat mengusahakan ketahanan pangan secara mandiri, kegiatan dapat berlangsung dengan baik dari awal sampai akhir, serta metode dan sarana prasana sudah tepat sasaran. Kesimpulannya yaitu kegiatan pendampingan budikdamber berlangsung dengan baik dan dapat dipraktekkan secara mandiri untuk ketahanan pangan masyarakat pesisir desa Rebo. Keberlanjutan program dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai level untuk dapat mencapai ketahanan pangan secara mandiri ASSISTANCE OF \\\"BUDIKDAMBER\\\" AS AN ALTERNATIVE FOR FOOD SECURITY FOR THE COASTAL COMMUNITY OF REBO VILLAGE, BANGKA DISTRICT. Food is a basic human need, including people in coastal areas, so the availability and capability to access food substances is an important thing to fulfil. Budikdamber is a simple, cheap and easy method for supplying the food varieties in the coastal communities. For that reason, The empowerment program aimed to assist the coastal communities of Rebo village, Bangka Regency in introducing budikdamber method (fish cultivation in buckets) as an effort for food security. This program held in August 2020 with 19 participants from the teenager and 15 college student who followed the KKN program. In this empowerment program, there were several activities: 1). Preparation of activities; 2). Socialization of budikdamber theory; 3). The practice of making budikdamber cat fish and water spinach; 4) Evaluation of budikdamber assistance activities through questionnaires. At the end of the program, the average participants (> 40%) quite agreed if they categorized as participants with high motivation and spirit. The knowledge they got can guide in practising budikdamber independently because of the theory transferred well in the program. For the last, they expected to the continuity of the activity for achieving food security. From the result, we have the conclusion that the empowerment program has the right target and held well. We have the conclusion that the empowerment program has the right target and held well. The different social level of the coastal community may follow the next empowerment program for achieving food security.\",\"PeriodicalId\":188814,\"journal\":{\"name\":\"TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES\",\"volume\":\"13 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-07-14\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.33369/TRIBUTE.2.1.31-41\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33369/TRIBUTE.2.1.31-41","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
PENDAMPINGAN BUDIKDAMBER SEBAGAI ALTERNATIF KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PESISIR DESA REBO KABUPATEN BANGKA
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia termasuk masyarakat yang hidup di wilayah pesisir. Oleh karenanya, ketersediaan dan kemampuan akses terhadap terhadap ragam bahah pangan menjadi hal yang penting untuk dipenuhi. Budikdamber merupakan metode sederhana, murah dan mudah sebagai alternatif pemenuhan ragam bahan pangan, yang dapat diterapkan pada masyarakat pesisir. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian kali ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat pesisir desa Rebo, Kabupaten Bangka untuk menerapkan budikdamber (budidaya ikan dalam ember) sebagai upaya ketahanan pangan. Kegiatan pendampingan budikdamber berlangsung pada bulan Agustus 2020, yang diikuti oleh 19 orang perwakilan pemuda karang taruna dan didampingi oleh mahasiswa KKN berjumlah 15 orang. Tahapan kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah: 1). Persiapan kegiatan; 2).Sosialisasi teori budikdamber; 3). Praktek pembuatan budikdamber lele dan kangkung; 4).Evaluasi kegiatan pendampingan budikdamber melalui sebar kuesioner. Berdasarkan kuesioner diajukan, lebih dari 40% responden, menyatakan cukup setuju bahwa kegiatan budikdamber dikuti dengan motivasi dan semangat tinggi, materi dan praktek dapat dipahami dengan baik dan mudah, keberlanjutan penting dilakukan, pengetahuan dan pengamalaman yang diperoleh dapat dipraktekkan, budikdamber sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat mengusahakan ketahanan pangan secara mandiri, kegiatan dapat berlangsung dengan baik dari awal sampai akhir, serta metode dan sarana prasana sudah tepat sasaran. Kesimpulannya yaitu kegiatan pendampingan budikdamber berlangsung dengan baik dan dapat dipraktekkan secara mandiri untuk ketahanan pangan masyarakat pesisir desa Rebo. Keberlanjutan program dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai level untuk dapat mencapai ketahanan pangan secara mandiri ASSISTANCE OF "BUDIKDAMBER" AS AN ALTERNATIVE FOR FOOD SECURITY FOR THE COASTAL COMMUNITY OF REBO VILLAGE, BANGKA DISTRICT. Food is a basic human need, including people in coastal areas, so the availability and capability to access food substances is an important thing to fulfil. Budikdamber is a simple, cheap and easy method for supplying the food varieties in the coastal communities. For that reason, The empowerment program aimed to assist the coastal communities of Rebo village, Bangka Regency in introducing budikdamber method (fish cultivation in buckets) as an effort for food security. This program held in August 2020 with 19 participants from the teenager and 15 college student who followed the KKN program. In this empowerment program, there were several activities: 1). Preparation of activities; 2). Socialization of budikdamber theory; 3). The practice of making budikdamber cat fish and water spinach; 4) Evaluation of budikdamber assistance activities through questionnaires. At the end of the program, the average participants (> 40%) quite agreed if they categorized as participants with high motivation and spirit. The knowledge they got can guide in practising budikdamber independently because of the theory transferred well in the program. For the last, they expected to the continuity of the activity for achieving food security. From the result, we have the conclusion that the empowerment program has the right target and held well. We have the conclusion that the empowerment program has the right target and held well. The different social level of the coastal community may follow the next empowerment program for achieving food security.